My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Problematika Iklan Shopee Terbaru: Budget, ROAS, dan Voucher Toko

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas beberapa isu krusial yang sedang dihadapi oleh para penjual di Shopee, terutama terkait performa iklan dan fitur voucher. Ada beberapa pertanyaan dan curhatan menarik yang masuk, mari kita bedah satu per satu.

Iklan Tidak Tersedot Pasca Update Shopee

Seorang teman bertanya mengenai penurunan performa toko pasca update iklan Shopee yang sempat mengalami error beberapa waktu lalu. Ia mendapati bahwa terkadang anggaran iklan tidak tersedot optimal. Saya merasakan hal serupa. Saya memiliki empat toko dan keempatnya mengalami masalah anggaran iklan yang tidak sepenuhnya tersedot. Saya juga tidak yakin apakah ini efek langsung dari update error tersebut atau ada faktor lain, namun pola ini memang terlihat.

Dilema ROAS dan Pengisian Budget Iklan

Pembahasan berlanjut dengan seorang penjual yang berbagi frustrasinya. Ia mengalami banyak pesanan, namun biaya iklannya membengkak drastis; mencapai Rp300.000 dalam dua jam. Hal ini membuatnya beberapa kali mengubah pengaturan ROAS. Pertanyaannya cukup fundamental: jika anggaran iklan habis, apakah sebaiknya diisi ulang saat itu juga atau menunggu keesokan harinya?

Menurut saya, jika ROAS yang didapatkan bagus dan sesuai target, maka tidak ada alasan untuk berhenti. Gas terus! Pastikan saldo iklan selalu tersedia. Saya pribadi lebih pusing jika iklan saya tidak "kemakan" daripada "boncos" sedikit, selama ROAS-nya masih masuk akal. Penjual tersebut menargetkan ROAS 20, namun biaya iklannya justru tinggi.

Melihat kondisi saat ini, saya menyarankan untuk sedikit menaikkan target ROAS, misalnya menjadi 25. Lalu, biarkan anggaran berjalan. Memang, kondisi iklan saat ini sedang tidak menentu; selisih antara ROAS yang kita setel dengan yang didapatkan bisa sangat fluktuatif.

Efek Voucher Spesial Toko yang Berubah

Seorang teman berbagi sebuah observasi yang sangat penting dan bisa jadi kunci permasalahan performa beberapa toko. Ia menemukan bahwa fitur "Voucher Spesial Toko" yang ada di bagian iklan Shopee, dan seharusnya memberikan subsidi tambahan, kini tidak lagi memberikan subsidi sejak tanggal 9 lalu. Artinya, pembeli hanya mendapatkan satu jenis voucher (dari Promo Ekstra), bukan dua sekaligus seperti sebelumnya.

Dampak dari hilangnya subsidi voucher ini sangat terasa pada tingkat konversi. Di tokonya, konversi yang sebelumnya bisa mencapai 30% per hari, kini anjlok menjadi 1%. Ini karena, dengan dua voucher, pembeli cenderung lebih cepat melakukan checkout karena harga terasa jauh lebih murah. Namun, jika hanya ada satu voucher dan subsidi voucher spesial toko hilang, diskon yang dirasakan jadi kurang dalam, sehingga pembeli lebih lambat mengambil keputusan pembelian.

Saya pribadi mengakui bahwa "Voucher Spesial Toko" ini seringkali membuat strategi penetapan harga menjadi rumit, karena harga barang seolah terus dihancurkan oleh diskon tambahan, terutama jika anggaran iklan besar. Saya belum memantau secara khusus apakah hilangnya subsidi ini terjadi di semua toko atau hanya kasus tertentu, namun ini adalah poin penting yang patut kita cek di toko masing-masing.

Itu saja untuk diskusi kita hari ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman semua dalam menghadapi dinamika iklan dan fitur di Shopee. Terima kasih telah bergabung.

0 Response to "Problematika Iklan Shopee Terbaru: Budget, ROAS, dan Voucher Toko"

Posting Komentar