My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Laris di Shopee: Meningkatkan Penjualan Tanpa Mengorbankan Profit (Penting!)

Saya akan berbagi tentang cara laris di Shopee. Namun, laris di sini bukan berarti otomatis menguntungkan. Ini lebih tentang bagaimana kuantitas penjualan bisa meningkat drastis, yang tentu saja membutuhkan modal yang kuat. Caranya sebenarnya cukup sederhana, meskipun dalam praktiknya kembali lagi pada kekuatan modal yang Anda miliki.

Cara Meningkatkan Penjualan (Kuantitas)

Cukup ikuti semua program yang ditawarkan oleh platform, baik Shopee maupun TikTok. Mulai dari tebar sampel, optimasi GMV, hingga mengikuti arahan RM (Relationship Manager) untuk iklan. Ikuti saja semua persyaratan mereka.

Sebagai contoh di Shopee, saya menyarankan untuk mengikuti garansi harga terbaik, nominasi pintar, dan setiap campaign yang Anda diundang. Aktifkan juga fitur iklan otomatis dan centang semua opsi yang ada, seperti saldo otomatis dari penjualan, modal dinamis, dan periode campaign. Pokoknya, ikuti saja semua yang diminta platform.

Jangan lupakan juga campaign berbayar, penyesuaian harga kompetitif, promo ekstra plus gratis ongkir, SP Elektra, SPayLater Extra Plus, dan fitur pilihan lokal. Saya jamin, dengan mengikuti langkah-langkah ini, penjualan dan volume produk Anda akan meningkat. Namun, saya juga harus menekankan: ini belum tentu profit.

Antara Kuantitas dan Profit: Realita Platform dan Pemerintah

Mengapa? Karena faktanya, yang perlu kita pahami bersama adalah platform tidak peduli apakah Anda profit atau tidak. Mereka hanya fokus pada harga kompetitif, biaya admin, iklan, dan sebagainya. Mereka tidak peduli dengan keuntungan kita sebagai penjual.

Dulu, mungkin platform peduli karena ketika penjual untung, banyak 'orang kaya baru' bermunculan, menciptakan gaung besar dan menarik lebih banyak orang untuk berjualan online. Namun, sekarang situasinya berbeda; platform tidak lagi peduli apakah Anda profit atau tidak. Ini adalah fakta.

Bahkan, pemerintah pun seringkali tidak peduli. Mereka kerap 'menyenggol' kita dengan isu pajak. Memang, kita adalah wajib pajak dan sistemnya adalah self-assessment. Namun, tidak semua orang memiliki kecepatan atau kemampuan untuk memahami seluk-beluk perpajakan secara instan. Banyak yang belum sampai pada titik di mana mereka siap atau wajib membayar pajak. 'Senggolan' dari pemerintah seperti kasus pajak PMK 37 yang lalu, di mana banyak yang sudah pusing memikirkan, membayar kelas, hingga menyewa konsultan, ternyata tidak jadi. Hal ini menyebabkan banyak penjual, bahkan semua orang, menjadi overthinking dan membuang energi sia-sia karena friksi yang tidak perlu.

Padahal, menurut saya, jika pemerintah tidak 'menyenggol' saja sudah cukup membantu. Meskipun ada bantuan seperti pelatihan UMKM atau Dekranasda, seringkali 'senggolan' ini justru menguras energi kita untuk memikirkan pajak dan hal lainnya, padahal banyak hal penting lain yang harus kita prioritaskan.

Mengapa Profit Adalah Tanggung Jawab Kita?

Jadi, jika platform tidak peduli dan pemerintah juga tidak peduli, lantas siapa yang peduli dengan profit kita? Jawabannya adalah hanya kita sendiri. Saya pribadi cukup peduli dengan profitabilitas Anda. Mengapa? Karena jika kita semua memiliki orientasi yang sama—yaitu profit yang sehat—maka ekosistem akan menjadi lebih sehat. Kesetimbangan harga akan bergeser ke arah yang lebih baik. Tentu saja, sesekali 'bakar duit' untuk promosi mungkin perlu, tapi fokus utamanya harus selalu pada profit yang sehat.

Sebagai contoh ekstrem, bayangkan jika seluruh penjual kaos polos sepakat menaikkan harga menjadi Rp100.000. Artinya, penjual kaos yang mungkin modalnya hanya Rp20.000 akan memiliki profit yang jauh lebih tebal. Konsumen tidak punya pilihan lain karena semua menjual dengan harga yang sama. Dalam skenario ini, ekosistem akan jauh lebih sehat.

Memang, skenario kesepakatan harga seperti itu tidak mungkin terjadi secara realistis. Namun, jika semakin banyak penjual yang mulai berorientasi pada profit dan tidak terus-menerus membanting harga, ekosistem akan menjadi lebih sehat. Ingat, hanya Anda yang benar-benar peduli dengan profit Anda. Platform hanya ingin harga murah, dan pemerintah tidak peduli dengan profit kita.

Membangun Ekosistem yang Lebih Sehat

Oleh karena itu, saya mengajak kita semua sebagai penjual untuk perlahan-lahan mulai mengubah orientasi. Hentikan praktik 'bakar harga' atau banting harga secara terus-menerus. Dengan begitu, ekosistem akan menjadi lebih sehat. Penjual dapat menjual produk dengan harga yang lebih pantas, meraih profit yang lebih tinggi, dan merasakan keuntungan yang lebih besar. Kita akan lebih senang, lebih rela membayar pajak, dan tidak merasa tertekan dari berbagai sisi.

Intinya, saya sangat menyarankan Anda untuk mulai berorientasi pada profit. Strategi 'main murah' memang bisa berhasil untuk sesaat, namun tidak memiliki ujung yang baik. Terutama jika kita harus bersaing dengan produk dari luar negeri yang harganya sangat rendah, atau dengan pihak yang memang sudah memiliki kerjasama khusus untuk harga termurah. Jika terus-menerus bermain di harga murah, persaingan tidak akan ada habisnya, apalagi bagi mereka yang memproduksi sendiri dengan modal terbatas.

Mari perlahan-lahan mencari cara lain untuk meningkatkan profit, agar ekosistem bisa lebih sehat atau setidaknya tidak terlalu 'sakit'. Meskipun tidak mungkin kita semua kompak, jika semakin banyak dari kita yang berorientasi pada profit, ekosistem akan menjadi lebih sehat. Semoga artikel ini bermanfaat.

0 Response to "Strategi Laris di Shopee: Meningkatkan Penjualan Tanpa Mengorbankan Profit (Penting!)"

Posting Komentar