Halo teman-teman, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Senang sekali bisa berbagi lagi dalam sesi tanya jawab singkat ini. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang masuk dan semoga bisa membantu teman-teman yang memiliki isu serupa.
Penanganan Akun Shopee dengan Poin Penalti
Pertanyaan pertama datang dari Mas Rismanudin mengenai pengelolaan akun Shopee. Ia bertanya tentang akun lama yang memiliki tiga akun aktif di bawah satu KTP. Salah satu akunnya yang sudah lama dibuka dan sempat terbengkalai, ternyata memiliki banyak pesanan yang dibatalkan langsung oleh Shopee. Mas Rismanudin bertanya apakah direkomendasikan untuk melanjutkan akun tersebut.
Saya menyarankan, tidak masalah untuk melanjutkannya. Anggap saja membangun toko dari awal, seperti toko baru. Namun, Mas Rismanudin menambahkan bahwa akun tersebut memiliki tiga poin penalti. Poin penalti ini cukup krusial, dan biasanya akan ada pemutihan di periode September. Jika tidak ada KTP lain, mungkin akun itu bisa tetap dipakai. Namun, jika ada KTP lain, saya lebih merekomendasikan untuk membuat akun baru.
Mas Rismanudin kemudian menanyakan batasan poin penalti dan kapan poin-poin tersebut akan di-reset. Poin penalti direset per kuartal, biasanya pada tanggal 31 Maret, 30 Juni, 30 September, dan 31 Desember, ditambah sekitar satu minggu. Jadi, memang ada masa pemutihan yang membuat akun kembali netral.
Strategi Niche Fashion untuk Toko Kedua
Selanjutnya, Mas Ilmi Syarif memiliki pertanyaan mengenai pengembangan toko. Ia sudah memiliki satu toko dengan kategori perabot rumah tangga dan berencana membuka toko kedua dengan niche fashion. Mas Ilmi ingin tahu saran saya terkait pembukaan toko dengan kategori yang berbeda ini.
Jika baru akan bermain di niche fashion, saran saya adalah jangan memilih produk yang terlalu polos atau generik, kecuali jika memiliki harga yang sangat murah atau kualitas yang sangat bagus. Ini akan membantu produk Anda lebih menonjol di tengah persaingan ketat.
Mas Ilmi juga bertanya apakah beriklan di kategori fashion lebih sulit. Menurut saya, tingkat kesulitannya sama saja di semua kategori. Fashion dan rumah tangga adalah dua kategori yang sangat besar di Shopee, dengan subkategori yang melimpah. Persaingan ketat bisa ditemukan di mana saja, sehingga tantangannya relatif serupa.
Regulasi Pajak Shopee: Batas Omset dan Keterkaitan NIK
Mas Rian Sitia bertanya mengenai regulasi pajak Shopee yang baru, khususnya terkait bebas pajak. Tokonya memiliki omset sekitar 400 juta dalam setahun, dan ia ingin tahu langkah-langkah apa yang harus dipenuhi.
Perlu diingat bahwa yang dihitung untuk batas omset adalah tahun berjalan, yaitu dari Januari hingga saat ini, bukan omset tahun sebelumnya. Hal penting lainnya adalah regulasi pajak ini melekat pada NIK (Nomor Induk Kependudukan), bukan hanya pada tokonya. Jadi, jika seseorang memiliki beberapa bisnis atau toko dengan NIK yang sama, total omset dari semua entitas tersebut akan diakumulasikan. Jika total omset per tahun melebihi 500 juta, maka tidak akan eligible untuk fasilitas pajak 0,5% yang bebas pajak. Ini adalah poin krusial yang perlu diperhatikan oleh setiap penjual.
Aturan Buka Toko Baru: Satu Nomor, Satu Toko
Mas Hamzah Arsyaka bertanya tentang pembuatan toko baru. Selama ini ia selalu membuat toko baru dengan Gmail dan nomor telepon yang berbeda. Ia bertanya, bagaimana jika nomor teleponnya sama tetapi Gmail-nya berbeda?
Aturannya jelas: satu toko, satu nomor telepon. Jadi, tidak bisa menggunakan nomor telepon yang sama untuk toko yang berbeda, meskipun alamat Gmail-nya berbeda. Ini adalah peraturan dasar yang sudah ditetapkan oleh platform.
Mengelola Toko yang Diliburkan Lama
Mas Rismanudin kembali bertanya tentang fitur libur toko. Jika sebuah toko diliburkan selama tiga bulan, apa yang harus dilakukan ketika ingin membukanya kembali? Apakah perlu mengulang proses pre-order atau langsung mengaktifkan kembali iklan?
Sebenarnya tidak ada aturan khusus. Anggap saja seperti membuka toko baru. Jika Anda memiliki strategi untuk toko baru, terapkan saja hal yang sama. Meliburkan toko selama tiga bulan adalah waktu yang cukup lama, jadi perlakukan seperti memulai dari nol lagi.
Prosedur Verifikasi Surat Pajak Shopee
Mas Rismanudin juga bertanya lebih lanjut mengenai verifikasi surat pajak. Ia ingin tahu apakah surat yang harus diunggah adalah kartu NPWP atau surat dari instansi pemerintah, dan ia mengaku sedikit gaptek dalam hal ini.
NPWP biasanya untuk badan hukum, dan sekarang NIK sudah terintegrasi dengan NPWP. Jadi, jika Anda belum pernah mendaftar di sistem pajak secara khusus, biasanya NIK sudah cukup. Untuk persyaratan di akun Shopee, surat yang difoto dan diunggah adalah surat keterangan omset. Surat ini menyatakan apakah omset Anda di bawah atau di atas 500 juta per tahun. Surat ini bukan dibuat dari desa atau instansi pemerintah secara manual, melainkan sudah ada template-nya dari Shopee. Tinggal diunduh, dicetak, ditandatangani, lalu diunggah kembali.
Batas Waktu Unggah Surat Pernyataan Pajak
Mas Ilmi Syarif ikut penasaran dan bertanya mengenai batas waktu unggah surat pernyataan pajak. Ia belum mengunggah surat tersebut dan ingin tahu apakah masih bisa diunggah setelah tanggal 31 Juli, terutama untuk bulan Agustus dan seterusnya.
Masih boleh diunggah. Kebingungan ini muncul karena mulai 1 Agustus, pungutan pajak sudah diberlakukan. Jika omset Anda di bawah 500 juta (terkait NIK) dan Anda mengunggah suratnya sebelum Agustus, maka Anda akan tetap memenuhi syarat. Namun, jika omset Anda tiba-tiba di atas 500 juta di tengah bulan Agustus, pungutan pajak akan langsung diberlakukan. Anda mungkin perlu mengunggah surat pernyataan lagi jika ada perubahan status omset.
Strategi Iklan Shopee: Saldo atau Penghasilan?
Pertanyaan terakhir datang dari Mas Hamzah Arsyaka mengenai strategi beriklan. Ia ingin tahu apakah saya menggunakan potongan otomatis dari saldo iklan atau dari penghasilan toko, atau manual.
Saya pribadi selalu menggunakan saldo untuk iklan. Bagi saya, keuntungan terbesarnya adalah saya tidak mengakui biaya iklan sebagai omset. Dalam pembukuan saya, beberapa toko memiliki biaya iklan nol karena uangnya berasal dari saldo pribadi dan tidak pernah "menyentuh" rekening toko sebagai omset. Ini adalah cara saya memisahkan anggaran. Untuk traffic atau performa iklan, sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan antara menggunakan saldo atau memotong dari penghasilan.
Itulah rangkuman beberapa pertanyaan menarik dari teman-teman seller Shopee. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang merintis atau mengembangkan bisnis online Anda. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk kunjungi ghanirozaqi.com.

0 Response to "Tanya Jawab Seputar Jualan Online di Shopee: Dari Pajak Hingga Niche Fashion"
Posting Komentar