Setiap malam, saya, Ghani Rozaqi, mencoba menjawab berbagai pertanyaan teman-teman seputar bisnis online, khususnya di platform Shopee. Tujuannya sederhana: memberikan insight dan solusi yang mungkin bisa membantu perjalanan bisnis Anda. Berikut adalah rangkuman beberapa pertanyaan menarik yang sempat saya bahas:
Apakah Menambah Varian Produk Dapat Meningkatkan Penjualan?
Seorang teman bertanya, jika saat ini hanya memiliki empat SKU dan penjualan stagnan, apakah dengan menambah varian produk sejenis (misalnya menjadi 10 SKU) dapat meningkatkan penjualan, terutama jika semua varian diiklankan setelah melakukan friend order?
Peningkatan penjualan memang tidak ada jaminan pasti, namun strategi ini bisa menjadi 'ban serep' atau cadangan yang sangat berguna. Di era Shopee, apalagi dengan adanya JMV Max, produk andalan kita (winner product) bisa saja tiba-tiba mengalami penurunan performa. Jika kita tidak punya produk cadangan, akan sulit untuk bangkit kembali.
Dengan memiliki banyak varian, misalnya 10 SKU, kita bisa lebih fleksibel. Saat produk utama kita lesu, kita bisa mengidentifikasi varian lain mana yang potensial untuk di 'gas' (digenjot promosi). Jadi, menurut saya, ini adalah strategi yang bagus untuk dicoba.
Bagaimana Mengatasi Iklan SKU yang Tidak Berjalan Baik?
Ada juga pertanyaan tentang SKU yang iklannya tidak berjalan, bahkan tidak mendapatkan impression sama sekali. Apakah sebaiknya tetap diiklankan atau dihentikan saja?
Saya menyarankan untuk mencoba mematikan iklan tersebut lalu menyalakannya kembali. Jika setelah itu tetap tidak ada perubahan, lebih baik arsipkan saja produk tersebut, lalu upload ulang. Terkadang, ini bisa menjadi solusi untuk 'menyegarkan' performa iklan.
Strategi 'Pecah Telur' untuk Produk Baru
Mas Adika bertanya bagaimana strategi saya agar produk baru bisa 'pecah telur' atau mendapatkan penjualan pertama. Apakah dengan iklan GMP Max Auto atau meminta friend order kepada teman?
Saya pribadi tidak melakukan fake order, meskipun memang topik ini ada dibahas di materi bootcamp saya di ghanirozaqi.com. Namun, terkadang saya meminta friend order kepada teman, dengan meminta mereka membeli dan memberikan ulasan serta feedback bintang lima. Tapi yang paling sering saya lakukan adalah mengiklankan produk tersebut dan membiarkannya berjalan secara alami.
Mas Adika kemudian menanyakan apakah friend order dilakukan saat iklan sudah aktif, atau setelah ada sejumlah ulasan baru diiklankan. Saya menjelaskan bahwa saya langsung mengiklankan produknya. Saya sudah tidak terlalu mengandalkan organik lagi, jadi begitu produk di-upload langsung saya iklankan. Memang, jika produk tidak 'nyaut' (tidak ada reaksi), banyak faktor yang memengaruhinya. Namun, fake order atau friend order memang dapat mempercepat peluang 'pecah telur' produk baru.
Optimasi Auto ROAS dan Budget Iklan
Mas Samuel Riz bertanya mengenai iklan dengan pengaturan ROAS 10 dan budget Rp100.000 yang biasanya habis sebelum siang. Ia khawatir jika menambah saldo iklan, ROAS yang ditargetkan tidak tercapai.
Saya menyarankan untuk menambah target ROAS dan memperbesar budget iklannya. Jika budget Rp100.000 habis dengan cepat dan ROAS target tercapai, itu pertanda bagus, artinya algoritma Shopee sedang menyukai produk tersebut. Namun, jika keuntungannya masih terlalu tipis, perlu dipertimbangkan untuk menaikkan target ROAS dan lebih berani dalam mengatur budget iklan agar lebih menguntungkan dan aman dari risiko kerugian akibat retur atau masalah lain.
Perlukah Masking IP untuk Banyak Toko?
Mas Akil Arrasyid bertanya tentang masking IP untuk mengelola beberapa toko. Ia memiliki tiga toko dan biasanya hanya menggunakan browser yang berbeda pada satu PC atau WiFi. Ia ingin tahu apakah masking IP perlu dilakukan untuk tiga toko ini atau aman saja tanpa itu, karena ia merasa traffic ordernya kadang tidak merata.
Saya menjelaskan bahwa untuk tiga toko, umumnya tidak perlu terlalu memikirkan masking IP. Biasanya aman-aman saja. Namun, jika mulai terasa ada keanehan seperti traffic atau performa yang turun drastis, barulah masking IP perlu dipertimbangkan. Saya juga menyarankan untuk tidak hanya melihat order, melainkan juga impression. Jika impression total terlihat seperti zero-sum game (totalnya segitu-gitu saja), mungkin memang sudah saatnya mencoba masking IP.
Pengaruh Akselerasi Performa Iklan di Shopee
Terakhir, Mas Nuzurullah bertanya tentang pengaruh akselerasi performa iklan di Shopee. Ia berbagi pengalamannya: saat menggunakan budget tak terbatas dan ROAS 15 dengan akselerasi performa, ROAS yang didapat hanya 10. Namun, ketika mencoba ROAS 10 tanpa akselerasi, iklannya tidak berjalan (tidak 'mengangkat').
Saya menekankan pentingnya berpegang pada realitas dan data masing-masing. Jika suatu strategi berhasil untuk kita, maka teruskan. Berdasarkan pengamatan saya, akselerasi performa iklan belakangan ini cukup bagus, namun sangat tergantung kapan dinyalakan. Jika dinyalakan pada produk yang kurang performa (non-winning product), biasanya hasilnya akan lebih buruk.
Namun, pada produk yang sedang winning, akselerasi performa menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan saat fitur ini pertama kali diluncurkan. Dulu, dengan ROAS target 10 dan akselerasi aktif, bisa saja hanya mendapat ROAS 2-3. Sekarang, seringkali ROAS yang didapat masih di angka 7, 6, atau 8, yang menurut saya masih cukup baik.
Itulah beberapa pertanyaan dan jawaban yang saya bagikan kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di sesi berikutnya! Untuk tips dan insight lebih lanjut, jangan ragu kunjungi ghanirozaqi.com.

0 Response to "Strategi Iklan Shopee: Dari Varian Produk Hingga Akselerasi Performa"
Posting Komentar