My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Membahas Tantangan E-commerce: ROAS, Zakat Mal, dan Strategi Traffic Eksternal

Halo, teman-teman semua! Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi beberapa pertanyaan menarik yang sering muncul dalam diskusi harian saya, serta pandangan saya terhadapnya. Ada beragam topik yang kita bahas, mulai dari strategi iklan, keuangan pribadi, hingga optimalisasi toko online. Mari kita selami lebih dalam!

Dampak Kenaikan ROAS dan Stabilitas Orderan

Salah satu pertanyaan datang dari Masul Mustaqim mengenai pengalaman menaikkan ROAS (Return On Ad Spend). Ia bercerita bahwa setelah menaikkan ROAS sebesar 20%, traffic tokonya masih stabil, namun orderan justru turun drastis hingga 50%. Ia bertanya apakah saya pernah mengalami kasus serupa dan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar orderan kembali stabil.

Terus terang, saya sudah cukup lama tidak melakukan penyesuaian ROAS secara ekstrem seperti itu. Dulu sekali memang pernah, tetapi sudah lupa persisnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk stabil kembali. Oleh karena itu, saya tidak bisa memberikan komentar yang valid berdasarkan pengalaman langsung saya saat ini. Untuk kasus seperti ini, memang perlu pengujian dan pemantauan terus-menerus.

Zakat Mal dan Financial Independence

Pertanyaan menarik lainnya datang dari seorang teman yang membahas keterkaitan Zakat Mal dengan financial independence. Ia menjelaskan bahwa jika seseorang sudah mencapai financial independence dan mendapatkan passive income, misalnya 6.5% per tahun dari investasi seperti SBN (Surat Berharga Negara), bagaimana perhitungan Zakat Mal-nya? Apakah dihitung dari penghasilan kupon SBN saja, atau dari total harta pokoknya?

Setahu saya, ini perlu validasi lebih lanjut kepada ustaz atau ahli agama, namun pandangan saya adalah Zakat Mal itu pengalinya dari total harta kita, bukan hanya dari penghasilan kupon investasi tersebut. Jika kita memiliki harta dalam bentuk sukuk atau SBN, perhitungan zakatnya adalah dari nilai aset pokok kita. Aset yang dihitung adalah aset yang liquid, tidak termasuk aset pokok seperti rumah atau mobil yang digunakan untuk kebutuhan primer.

Jika hanya mengambil dari penghasilan bunga atau bagi hasil SBN saja, rasanya kurang sesuai dengan kaidah tolong-menolong dalam zakat. Bayangkan jika ada orang yang punya aset triliunan tapi hanya zakat dari bunganya saja, tentu itu tidak adil. Jadi, menurut saya, jika aset SBN tersebut tidak termasuk kebutuhan pokok dan seseorang sudah 'berduit duluan', maka seharusnya Zakat Mal dihitung dari total nilai aset tersebut, dibagi 40 (2.5%). Namun, sekali lagi, ini adalah pandangan pribadi saya dan sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ustaz yang kompeten.

Mendatangkan Traffic Eksternal untuk Toko Online

Mas Indra mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara mendatangkan traffic dari luar yang bisa lebih kita kontrol, khususnya jika iklan yang selama ini digunakan (misalnya di Shopee) dirasa kurang optimal. Ia tertarik dengan penggunaan Facebook Ads yang diarahkan ke toko Shopee.

Pengalaman dengan SIPAS (Shopee Ads Platform)

Saya punya pengalaman dengan SIPAS. Menurut saya, SIPAS kurang cocok jika tujuannya untuk menjangkau new audience. SIPAS lebih efektif untuk retargeting, yaitu menargetkan ulang orang-orang yang sudah pernah berinteraksi dengan toko kita. Saat ini pun banyak orang kembali menggunakan SIPAS karena bingung dengan optimalisasi GMV Max.

Namun, ada satu catatan penting: jika ingin menggunakan SIPAS, pastikan traffic toko Anda di Shopee sudah besar terlebih dahulu. Berdasarkan praktik terbaik saya dulu, minimal pengunjung harian toko di Shopee adalah 1000 orang. Jika belum mencapai angka tersebut, sebaiknya tunda dulu penggunaan SIPAS.

Memanfaatkan Link Afiliasi Eksternal

Alternatif lain yang menurut saya sangat bagus adalah dengan memanfaatkan link afiliasi eksternal. Strategi ini efektif untuk membangun dan 'membangunkan' algoritma toko kita. Bahkan, tidak harus ada penjualan dari situ. Hanya dengan adanya klik dari link afiliasi eksternal, itu sudah cukup untuk perlahan-lahan membangun algoritma dan exposure toko.

Lalu, bagaimana teknisnya?

  • Ajak Afiliasi Berkolaborasi: Kita bisa meminta para afiliasi untuk membagikan link toko kita (yang sudah diatur sebagai link afiliasi) di platform luar Shopee, seperti WhatsApp, media sosial pribadi, atau blog mereka.
  • Manfaatkan Akun Afiliasi Sendiri: Anda juga bisa membuat akun afiliasi sendiri (atau akun ternakan) dan secara mandiri membagikan link tersebut di berbagai platform luar, seperti status WhatsApp Anda pribadi.

Intinya adalah mendorong orang untuk mengklik link afiliasi dari luar platform Shopee. Ketika ada klik yang masuk dari sumber eksternal (terlihat di Google Analytics sebagai 'from outsource' dengan link afiliasi), itu akan membantu mendongkrak algoritma internal Shopee untuk toko kita. Dari pengalaman saya, link afiliasi memang cukup efektif dalam membangunkan algoritma toko. Saya sarankan untuk mencobanya, apalagi jika Anda bisa berkolaborasi dengan banyak afiliasi.

Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi teman-teman semua yang sedang berjuang di dunia e-commerce dan juga dalam mengelola keuangan pribadi. Jangan lupa untuk terus belajar dan berinovasi! Kunjungi juga ghanirozaqi.com untuk informasi lebih lanjut.

0 Response to "Membahas Tantangan E-commerce: ROAS, Zakat Mal, dan Strategi Traffic Eksternal"

Posting Komentar