My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Jitu Scale Up Omset, Mengatasi Blank Ide, dan Optimasi Iklan Shopee

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Senang sekali bisa kembali menyapa Anda. Saya selalu menyukai hal-hal yang simpel, jadi kita akan bahas berbagai topik dalam sesi singkat ini. Jika ada pertanyaan atau curhatan, jangan sungkan untuk menyampaikannya. Saya akan coba jawab semampu saya.

Sebelum lanjut, saya ingin menyampaikan bahwa pada tanggal 4 nanti, saya akan berada di Tangerang. Saya membuka beberapa slot untuk sesi bedah toko. Konsepnya sederhana, Anda bisa menanggung ongkos perjalanan saya, dan sebagai gantinya, saya akan membedah toko online Anda. Jika ada yang berminat, silakan hubungi saya secara pribadi. Saya hanya membuka dua sampai tiga slot.

Strategi Scale Up Omset di Shopee

Seorang teman bertanya apakah scale up omset di Shopee masih memungkinkan saat ini. Saya menjawab, tentu saja bisa. Jika semua fitur Shopee sudah dimanfaatkan, anggaran iklan tidak terbatas, dan ROAS tidak bisa diturunkan lagi, maka langkah selanjutnya adalah fokus pada konten. Ini bisa berupa Shopee Video atau promosi di media sosial. Konten tidak selalu harus video, namun seringkali konten viral memiliki potensi besar untuk mendongkrak omset secara signifikan. Namun, jika hanya mengandalkan iklan untuk mencapai skala besar, itu memang menjadi tantangan tersendiri saat ini.

Saya menambahkan, jika Anda hanya memiliki satu atau dua toko dan sudah merasa mentok, salah satu strateginya adalah 'menembak luar' menggunakan iklan atau media sosial di luar platform Shopee. Namun, saya pribadi lebih memilih strategi 'scale out' atau menyebar ke berbagai platform, bukan hanya scale up di satu tempat.

Mengatasi 'Blank' Ide dan Mengelola Kreativitas

Mas Wilham menyampaikan keluhannya tentang seringnya 'blank' saat akan memulai pekerjaan, atau ide-ide brilian yang muncul di waktu tidak tepat dan menghilang begitu sampai di rumah. Saya rasa ini adalah pengalaman universal bagi para pebisnis. Kita memang dituntut untuk selalu kreatif dan mampu menyelesaikan masalah, jadi wajar jika ide-ide datang tak terduga.

Saya pribadi paling sering mendapatkan inspirasi saat sedang shalat. Namun, seorang Ustadz pernah menjelaskan bahwa jika ide itu mengganggu kekhusyukan, bisa jadi itu 'godaan' dari setan. Astagfirullahalazim. Jadi, jika Anda pernah kepikiran ide Shopee saat shalat, itu mungkin bukan dari Allah, melainkan dari 'teman kita' itu!

Untuk mengatasi ide yang muncul dan hilang, saya punya cara lama yang mungkin sudah banyak juga yang tahu. Saya membuat grup WhatsApp sendiri, saya beri nama 'Jun File'. Dulu sempat invite istri lalu saya 'kick' lagi (karena tidak bisa buat grup sendirian). Setiap kali ada ide yang terlintas, entah itu produk lucu untuk diduplikasi, strategi baru, atau apapun, saya langsung mencatatnya di sana, bisa berupa voice note atau foto (memakai fitur foto WhatsApp agar rapi). Setelah pekerjaan utama saya selesai, biasanya sebelum Zuhur, saya akan memeriksa 'Jun File' ini. Ide-ide yang terkumpul kemudian saya catat ulang, analisis, dan rencanakan tindak lanjutnya. Ini yang saya sebut sebagai 'sparkling ideas' yang perlu kita tampung. Alternatif lain adalah menggunakan fitur 'Saved Messages' di Telegram, namun karena WhatsApp lebih umum di Indonesia, grup pribadi menjadi pilihan praktis. Jangan lupa untuk menyematkan grup tersebut di bagian teratas daftar chat agar mudah diakses.

Optimasi Iklan Shopee: Iklan Produk vs. Iklan Toko

Mas Hasan memiliki pertanyaan seputar optimasi iklan di Shopee. Ia menggunakan iklan produk dan iklan toko, masing-masing dengan anggaran Rp10.000 per hari. Iklan toko selalu habis, namun iklan produknya hanya terpakai sekitar 50-70%. Ia ingin tahu bagaimana cara optimasi iklan produknya.

Saya menyarankan, jika iklan toko berjalan bagus dan memberikan ROAS yang baik, lanjutkan saja. Iklan produk akan mengikuti dan secara otomatis melakukan retargeting berdasarkan performa iklan toko. Oleh karena itu, sebaiknya fokus untuk menaikkan bid pada kata kunci iklan toko yang performanya bagus, lebih agresif, dan berani menaikkan anggarannya. Seiring waktu, iklan produk juga akan ikut terangkat.

Mengenai besaran bid, saya pribadi sudah lama tidak bermain manual, jadi detailnya sedikit lupa. Namun, pengalaman saya dulu saat melakukan scale up, saya berani menaikkan bid hingga dua kali dari harga Maxi PC untuk kata kunci yang 'winning'. Hasilnya justru tidak boncos, malah ROAS meningkat karena konversi di iklan manual cenderung lebih stabil. Jadi, jangan ragu untuk menaikkan anggaran iklan toko Anda sekarang. Kontrol pada iklan manual berada di bid per klik, sehingga Anda bisa lebih leluasa menentukan anggaran. Coba naikkan anggaran dua kali lipat, misalnya menjadi Rp120.000, lalu pantau terus performanya.

Bootcamp Shopee dari Ghani Rozaqi

Mas Rafli Ramdani menanyakan apakah saya memiliki kelas khusus untuk pemula yang ingin membuka toko di Shopee. Saya menjelaskan bahwa saat ini, saya tidak menyediakan kelas khusus untuk pemula. Namun, saya sedang membuka pendaftaran untuk format bootcamp yang saya kembangkan. Saya pribadi kurang menyukai format kelas yang umumnya hanya presentasi satu arah, karena seringkali membingungkan.

Oleh karena itu, saya merancang bootcamp ini agar berkelanjutan, berjalan selama 8 minggu. Materinya akan diberikan di awal, bukan saat sesi Zoom. Sesi Zoom justru akan fokus penuh pada diskusi, sehingga peserta bisa mempelajari materi terlebih dahulu dan mengajukan pertanyaan secara mendalam. Bootcamp yang sedang berjalan ini berfokus pada strategi 'ternak toko', dan memang bukan ditujukan untuk para pemula. Saat ini sedang ada promo karena tanggal mulainya (antara akhir Mei atau awal Juni) belum fix. Jika Anda tertarik, bisa langsung menghubungi saya secara pribadi melalui ghanirozaqi.com.

Miskomunikasi Jadwal Pengiriman di Shopee

Mas Kafa memiliki keluhan terkait jadwal pengiriman di Shopee. Kurir seringkali mendesak untuk menyelesaikan pick-up di jam 00:30, padahal pengaturan waktu pick-up yang ia atur di sistem Shopee adalah dari jam 00:00 sampai 23:00. Ia merasa bingung mengapa ada pengaturan tersebut jika pada akhirnya tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan.

Saya menjelaskan bahwa protes akan percuma karena memang ada ketidakselarasan antara sistem dan operasional di lapangan. Bahkan, untuk pesanan instan sekalipun, sering terjadi masalah. Jadi, faktanya memang demikian, apa yang terlihat di sistem sering berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Kita sebagai penjual yang harus beradaptasi dengan kondisi di lapangan. Ini bukan berarti pengaturan itu tidak berguna, melainkan sistemnya memang belum sempurna. Menerapkan jadwal di layar dengan dinamika operasional di lapangan adalah hal yang sangat kompleks. Jadi, kita adaptasi saja sambil menunggu sistemnya terus berkembang.

Terima kasih banyak atas partisipasi teman-teman semua. Mohon maaf bagi pertanyaan yang belum sempat saya jawab karena keterbatasan waktu. Jangan lupa juga tentang kesempatan bedah toko di Tangerang pada tanggal 4, serta informasi bootcamp saya jika Anda tertarik. Sampai jumpa lagi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Jitu Scale Up Omset, Mengatasi Blank Ide, dan Optimasi Iklan Shopee"

Posting Komentar