Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman. Dalam sesi santai ini, saya mencoba menjawab beberapa curhatan dan pertanyaan dari para pelaku bisnis, khususnya di platform Shopee. Semoga jawaban saya bisa sedikit memberikan pencerahan, ya.
Adakah Tools untuk Mengambil Nomor HP Customer Shopee?
Seorang teman bertanya, apakah saya tahu ada tools yang bisa mengambil nomor handphone customer Shopee? Ia menyebutkan bahwa dulu sempat ada tools semacam itu sebelum Shopee memperketat kebijakan. Menurut pengalaman teman tersebut, nomor kontak langsung diperlukan karena ia menjual barang-barang custom, di mana komunikasi via chat sering kali lambat atau kurang efektif.
Jujur saja, saya tidak tahu menahu tentang tools semacam itu. Saya sendiri tidak pernah menggunakan atau mencari tahu tentang tools untuk mengambil data kontak pelanggan secara langsung dari platform.
Strategi Iklan Shopee: Menyerap Budget Cepat vs. Lambat
Ada pertanyaan menarik tentang strategi iklan di Shopee. Seseorang memiliki dua toko, di mana satu toko cepat sekali menyerap budget iklan harian (misal Rp25.000 habis dalam sehari), sementara toko lain butuh beberapa hari untuk menghabiskan budget yang sama. Pertanyaannya, mana yang harus diprioritaskan? Apakah toko yang cepat habis budgetnya harus terus digenjot iklannya, atau bagaimana?
Menurut saya, jika dihadapkan pada pilihan tersebut, lebih baik maksimalkan dulu toko yang sudah terbukti cepat menyerap budget iklan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa toko yang awalnya lambat menyerap budget, kemungkinan besar nanti bisa ikut mendominasi juga. Namun, jika ternyata toko satu, dua, dan bahkan toko ketiga tetap mandek iklannya, ada kemungkinan toko tersebut terkena shadow ban, terutama jika produk dan pemiliknya sama.
Mengenai cara keluar dari shadow ban atau strategi 'ternak toko' lebih lanjut, materi detailnya ada di bootcamp saya. Saya tidak bisa menjelaskan secara terbuka di forum ini, mohon maaf.
Menjaga Status Star+ dan Mengatasi Penalti Shopee
Seorang penjual dengan toko Star+ yang sudah memiliki satu poin penalti menghadapi dilema. Ia memiliki sekitar 200 orderan per minggu, namun ada 40 resi yang mengalami keterlambatan pengiriman. Dengan jumlah tersebut, potensi penalti bisa bertambah karena rasio keterlambatan melebihi batas 10%.
Saya pribadi, jika memiliki banyak toko, mungkin akan membiarkan status Star+ itu hilang untuk sementara. Namun, jika hanya memiliki satu atau dua toko, situasinya berbeda. Langkah pertama adalah mengecek total poin penalti yang akan didapatkan. Jika dihitung ulang dan poin penaltinya ternyata mencapai empat, ada baiknya diperjuangkan agar tidak terlalu tinggi. Namun, jika totalnya hanya tiga poin, menurut saya masih cukup aman. Usahakan untuk menjaga performa di minggu berikutnya agar tidak kena penalti lagi sampai ada pemutihan poin.
Beberapa 'strategi' yang bisa dilakukan jika terpaksa adalah mencoba berpura-pura salah kirim pada sebagian pesanan, atau langsung memberitahu customer bahwa barang sedang kosong atau produksi terlambat. Penting untuk diingat bahwa status Star+ memang ada pengaruhnya terhadap orderan, tapi tidak signifikan sehingga membuat omset naik drastis. Penalti 3 poin, dari pengalaman saya, biasanya tidak terlalu memengaruhi orderan secara drastis, artinya toko masih bisa berjalan dengan baik.
Pentingnya Proxy dalam Strategi 'Ternak Toko'
Ada pertanyaan yang masuk tentang 'ternak toko', sebuah strategi mengelola banyak akun toko untuk memaksimalkan potensi penjualan. Seorang peserta bertanya apakah penggunaan proxy itu sangat penting dan vital dalam 'dunia peperangan' ternak toko ini.
Mengenai hal ini, saya tidak bisa memberikan detail secara publik. Materi tentang penggunaan proxy dan strategi 'ternak toko' yang mendalam adalah bagian dari kurikulum bootcamp saya. Saya tidak berkenan untuk membocorkan informasi tersebut di forum ini. Silakan bergabung di bootcamp untuk detail lengkapnya.
Analisa Penurunan Impression Iklan Shopee di Era GMV Max
Seorang teman mengalami penurunan impression iklan Shopee yang cukup signifikan, bahkan sampai 15.000 viewer hilang dari rata-rata harian, padahal ia tidak mengubah setelan iklan seperti ROAS atau budget. Ia menduga apakah Shopee mengalihkan traffic ke kompetitor yang banting harga atau memiliki performa lebih baik.
Sangat mungkin Shopee mengutamakan toko dengan conversion rate yang lebih tinggi. Ini adalah logika sederhana dari sisi server Shopee. Jika Toko A memiliki conversion rate 10% dan Toko B 1%, maka Shopee akan lebih 'untung' mengalihkan 100 traffic ke Toko A karena menghasilkan 10 orderan dan 10 kali admin fee, dibandingkan Toko B yang hanya menghasilkan 1 orderan. Dan faktanya, harga murah seringkali meningkatkan conversion rate.
Namun, ada juga kasus toko yang tetap 'manteng' di harga tinggi namun tetap laris dan tidak terganggu kompetitor. Ini sangat tidak aneh di era GMV Max. Kenapa? Karena GMV Max itu audience-based, bukan keyword-based atau interest-based. Ini mirip dengan fitur lookalike audience di Meta Ads.
Jadi, jika sebuah toko menargetkan audiens dengan daya beli menengah ke atas (misalnya pengguna iPhone), mereka akan terus menerima traffic dari audiens tersebut, meskipun harga produknya mahal. Sebaliknya, jika target audiensnya adalah 'pasukan nasi bungkus' (dengan daya beli terbatas), mereka tidak akan pernah bertemu dengan toko berharga tinggi itu di hasil pencarian atau rekomendasi. Di era GMV Max, strategi 'main mahal' dengan menargetkan audiens yang tepat justru lebih realistis daripada di era keyword max.
Meskipun demikian, jika impression iklan memang turun, dan kita merasa sudah di luar kendali, apa yang bisa dilakukan? Sebenarnya tidak sepenuhnya di luar kontrol, namun inilah salah satu alasan mengapa Ghani Rozaqi (saya sendiri) mengelola banyak toko. Jika satu toko sedang mengalami penurunan, toko lain masih bisa tetap hidup dan stabil.
Demikian beberapa pembahasan yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. Sampai jumpa di sesi berikutnya! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Membahas Tantangan Penjual Shopee: Dari Penalti hingga Strategi Iklan Efektif"
Posting Komentar