My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Iklan Shopee Sedang "Bocor": Mengapa Terjadi dan Apa Solusinya?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Iklan Shopee lagi "bocor" parah, saya sedang mengalaminya. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai fenomena ini.

Jadi, apa itu yang saya maksud dengan "bocor"? Artinya, galatnya atau margin errornya sangat besar. Klaim Shopee sendiri, iklan Shopee memiliki galat sekitar 0.8 sampai 1.2, atau 80% hingga 120%. Maksudnya, jika kita mengatur target 10, klaimnya kita bisa mendapatkan hasil antara 8 hingga 12. Namun, realitanya seringkali kita hanya mendapatkan 6 atau 7. Angka ini bisa lebih rendah lagi, sekitar 70% atau 80%, terutama jika akselerasi performa dinyalakan.

Galat itu sendiri adalah error atau simpangan. Intinya, tidak mungkin kita mengatur sesuatu dan hasilnya tepat seperti itu. Dalam hidup ini pun, segala sesuatu pasti memiliki simpangan atau galat. Misalnya, jika kita menargetkan uang 1 miliar, tidak mungkin hasilnya tepat 1 miliar; pasti ada selisih sedikit, entah lebih atau kurang.

Saat ini, saya perhatikan bahwa galatnya semakin besar. Misalnya, saya set 20, ekspektasinya seharusnya 16 sampai 24 (berdasarkan klaim Shopee 0.8-1.2). Jika akselerasi performa dinyalakan, mungkin sekitar 13 sampai 19. Namun, ada yang memasang iklan dengan biaya 20 tapi hanya mendapatkan 2. Ini benar-benar "zong" parah! Saya pribadi mengalami hal ini, mengeluarkan 20 dan hanya mendapatkan 2.

Saya juga melakukan survei di grup-grup saya, dan hasilnya sangat mengejutkan. Dalam sebuah survei dengan pertanyaan 'Apakah Anda merasa selisih ROAS iklan Shopee sekarang tambah lebar?', 61 dari total responden menjawab ya. Itu hampir 80% ke atas! Hanya empat orang yang menjawab tidak, dan 11 orang tidak mengerti. Mayoritas teman-teman yang saya tanyai juga merasakan hal yang sama: simpangan atau galat iklan Shopee sedang sangat besar.

Biasanya saya tidak terlalu khawatir karena memiliki banyak toko. Ini seperti punya laboratorium, saya bisa membandingkan mana yang galatnya besar dan mana yang tidak. Jadi, saya bisa mengidentifikasi apakah masalahnya ada di tren, permintaan, atau hal lain. Apalagi dengan bantuan AI untuk analisis, memiliki banyak toko sangat membantu. Jika Anda tertarik belajar ternak toko, cek di ghanirozaki.com.

Survei ini membuktikan bahwa memang ada perubahan besar pada iklan Shopee yang membuat galatnya membesar.

Penyebab Galat Iklan Shopee yang Membesar

Saya mencurigai beberapa hal sebagai penyebabnya:

1. Matriks ATC (Add to Cart)

Matriks ATC ini baru diluncurkan sekitar sebulan yang lalu. Saya menduga kuat bahwa ini adalah salah satu penyebabnya. Jika ATC rata, meskipun tidak ada pembelian, iklan bisa terus berjalan. Ini cukup mengerikan!

2. CPM Sudah Penuh (Full)

Migrasi ke TCPM yang diluncurkan sekitar 6 atau 7 Mei, sepertinya sekarang sudah penuh. Awalnya saya perhatikan belum semua full CPM, tapi belakangan ini sepertinya sudah. Ini masih dugaan saya dan perlu penyelaman lebih dalam.

3. Daya Beli (Purchasing Power)

Jujur, saya kurang suka menyalahkan daya beli. Mengapa? Karena tidak ada variabel kontrol di sini. Jika kita menyalahkan daya beli yang mungkin memang sedang turun, tidak ada yang bisa kita lakukan. Saya percaya bahwa selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Menyalahkan daya beli menurut saya kurang bijak bagi seorang pebisnis.

Jadi, saya mengerucutkan dugaan penyebab utama pada dua hal pertama, yaitu matriks ATC dan CPM yang sudah penuh.

Potensi Solusi Menghadapi Galat Iklan Shopee

Sejujurnya, saya juga masih mencari solusi yang stabil dan belum menemukannya secara utuh. Ini beberapa bank solusi yang masih bersifat teori, karena saya belum sepenuhnya berhasil mempraktikkannya:

1. Kunci Ada di ATC ke CO (Checkout)

Tantangan terbesar adalah bagaimana mengubah ATC menjadi CO. Beberapa hal yang bisa dicoba:

  • Live Streaming: Saya sendiri sudah pensiun dari live streaming. Namun, bagi teman-teman yang aktif live, ini mungkin kuncinya.
  • Broadcast Chat Shopee: Menurut saya kurang efektif, tapi patut dicoba.
  • Voucher Shopee: Saya menduga Shopee akan bermain di voucher. Saya perhatikan, seiring dengan lebarnya galat iklan Shopee, voucher yang diberikan semakin besar. Shopee mengakali ini dengan memberikan voucher besar kepada pembeli yang melakukan ATC pada produk kita, terutama yang mengeluarkan spending iklan besar. Jadi, jika Anda bermain dengan iklan tipis-tipis berharap untung besar, itu akan semakin sulit. Arahnya Shopee sepertinya "pay to win". Jika kita mengeluarkan uang lebih besar untuk iklan, kita akan mendapatkan benefit lebih besar, penjualan lebih besar, dan mungkin profit lebih besar. Saya melihat toko-toko saya yang iklannya agresif mendapatkan voucher yang besar, sedangkan yang santai-santai vouchernya kecil. Jadi, yang melakukan ATC akan "diserang" habis-habisan dengan voucher iklan Shopee (bukan voucher beli saldo iklan). Ini akan diberikan kepada mereka yang berani mengeluarkan spending besar dan kuat menahan kerugian di awal. Kuncinya adalah kuat mental. Jadi, jika Anda berani, biarkan saja iklan Anda "boncos" di awal, nanti akan "diserang" oleh voucher Shopee. Saya pribadi masih belum sekuat itu.

2. CTR (Click-Through Rate) Harus Prima

Artinya, semua harus bagus. Saya punya produk winning yang CTR dan conversion rate-nya bagus. Tapi ada juga produk "mendang-mending" yang terjual seminggu sekali atau sebulan sekali, CTR-nya rendah tapi ROAS-nya bagus dan profit. Saya menduga, produk-produk seperti itu harus dihentikan atau dioptimalkan habis-habisan agar CTR-nya prima.

3. Tinggikan ROAS Target

Jika galat semakin lebar, misalnya menjadi 40% (lempar 10 dapat 4, lempar 20 dapat 6), dan kita merasa "boncos" dengan 6, maka tinggikan saja target ROAS agar ROAS aktualnya mencapai 10. Misalnya, lempar 40. Namun, hati-hati, jika target terlalu tinggi, iklan bisa tidak jalan, sehingga penjualan tidak ada sama sekali. Strategi saya adalah: lebih baik tidak jualan sama sekali daripada tidak untung. Jadi, saya mungkin akan menargetkan ROAS 40, berharap dapat 10. Kalau tidak jalan, ya sudah, lebih baik tidak jualan daripada merugi.

4. Bersabar dan Cari Komunitas

Perubahan ini sangat cepat. Saran saya, teman-teman harus punya komunitas yang satu visi, satu frekuensi, dan sesama penjual online yang paham dan satu level. Komunitas yang setara akan lebih mudah untuk saling bahu-membahu dan diskusi mendalam. Saya sendiri sedang membangun dua komunitas: Sindikat Dropship untuk dropshipper berjamaah, dan Keleketek (Kelas Konkrit dan Praktik) di Bandung, sebuah komunitas offline yang bertemu setiap minggu. Sensasi diskusi offline berbeda dan bisa menghasilkan solusi, diskusi yang lebih dalam, dan potensi bisnis paralel.

Jadi, untuk saat ini, bersabar, pantau terus, cari komunitas, dan diskusikan bersama. Jika Anda ingin bergabung, bisa cek Sindikat Dropship atau Keleketek di ghanirozaki.com.

Itu saja yang bisa saya sampaikan. Semoga ada manfaatnya. Solusi-solusi ini masih teori, karena saya belum mempraktikkannya secara utuh dan belum begitu yakin sepenuhnya. Saya sedang cukup "gemes" dengan kondisi ini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Iklan Shopee Sedang "Bocor": Mengapa Terjadi dan Apa Solusinya?"

Posting Komentar