My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Efektif Meningkatkan Penjualan Online: Belajar dari Sesi Q&A!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman! Setiap hari, saya meluangkan sekitar 15 menit untuk sesi tanya jawab singkat yang sangat sederhana. Saya berusaha menjawab pertanyaan dan keluh kesah dari teman-teman seputar dunia penjualan online. Semoga saya bisa memberikan jawaban yang membantu, dan mohon maaf jika ada pertanyaan yang terlewat.

Mengelola Rating Produk dengan Koin

Pertanyaan pertama datang dari Mas Romli. Beliau bertanya mengenai produknya yang memiliki rating 4.4. Mas Romli ingin tahu, apakah memancing pembeli untuk memberikan rating dengan imbalan koin akan berpengaruh terhadap rating produk?

Saya menjelaskan bahwa pemberian koin memang akan mendorong lebih banyak orang untuk memberikan ulasan. Ini secara teori akan meningkatkan jumlah review yang masuk. Namun, untuk memastikan mereka memberikan bintang lima, itu sepenuhnya tergantung pada kualitas produk itu sendiri. Jika produknya bagus, koin bisa menjadi dorongan tambahan untuk mendapatkan ulasan positif. Jika tidak, koin mungkin hanya meningkatkan jumlah ulasan tanpa menjamin rating terbaik.

Optimasi Iklan untuk Produk Tas Anak

Berikutnya, Mas Syarkila berbagi pengalamannya. Beliau memiliki 12 toko tas anak dengan pengaturan iklan ROAS (Return On Ad Spend) 15 dan fitur akselerasi dimatikan. Rata-rata setiap toko mendapatkan dua pesanan. Mas Syarkila bertanya, jika menggunakan fitur boosting dengan akselerasi di ROAS 10, iklannya jadi lebih boros dan pesanan malah seperti 'terbatasi'. Solusi terbaiknya, apakah fokus pada akun lama atau tetap menyebar iklan seperti saat ini?

Saya menanyakan apakah semua toko mendapatkan dua orderan secara merata. Mas Syarkila mengkonfirmasi bahwa itu sekitar 2-3 orderan per toko, dengan total sekitar 30 pesanan sehari, dan margin yang cukup tinggi. Saya menyarankan untuk membiarkan dulu strategi tersebut. Umumnya, dalam skema iklan, akan ada satu atau beberapa akun yang performanya paling tinggi yang kemudian bisa di-scale up. Namun, Mas Syarkila menyatakan semua akunnya memiliki budget rata 25.000.

Saya kemudian menyarankan untuk lebih berani dalam beriklan, terutama karena tas anak akan segera memasuki momen puncaknya dalam 2 bulan ke depan. Daripada 'dicekik' di budget 25.000, ada baiknya bersiap mengejar momentum tersebut. Saya juga menyoroti bahwa di beberapa platform, produk baru seringkali mendapatkan traffic lebih baik sekarang dibandingkan bertahan pada produk lama dengan rating yang sudah ada. Meskipun hal ini bisa berbeda-beda tiap produk, Shopee memang memberikan traffic khusus untuk produk baru dalam jangka waktu tertentu. Penting sekali untuk menangkap momentum tersebut, karena jika terlewat, akan sulit untuk mengembalikannya.

Mengirim Sampel ke Afiliator: Worth It atau Tidak?

Mas Iqbal Maulana bertanya apakah layak atau worth it mengirim sampel produk kepada afiliator. Saya langsung menanyakan harga produknya. Mas Iqbal menyebutkan rentang harga sekitar Rp 40.000. Saya langsung menjawab bahwa untuk harga segitu, menurut saya, tidak worth it.

Alasannya, afiliator yang serius dan sudah menghasilkan biasanya akan membeli produknya sendiri. Mereka mengejar momen dan tren, jadi menunggu sampel yang butuh proses pengiriman dan persetujuan bisa membuat mereka kehilangan momentum berharga. Saya memberikan contoh produk dengan harga lebih tinggi, misalnya TWS ratusan ribu, di mana permintaan sampel lebih wajar dan relevan.

Mas Iqbal juga menanyakan persentase komisi ideal untuk afiliator. Saya menjelaskan bahwa persentase komisi ideal sangat tergantung pada harga produk dan HPP (Harga Pokok Penjualan), yang tentu saja bervariasi antar penjual. Saya menekankan bahwa persentase komisi bukan selalu faktor utama bagi afiliator. Banyak afiliator yang tetap menggarap produk meskipun komisi dari seller hanya 1%, karena mereka juga mendapatkan komisi dari Shopee (misalnya 5% atau lebih) dari penjualan tersebut. Jadi, fokus afiliator lebih pada potensi total komisi.

Sampel Afiliator dan Kategori 'Terjual'

Mas Romli kembali bertanya, melanjutkan topik sampel afiliator, apakah produk yang dikirim sebagai sampel akan masuk ke dalam jumlah produk 'terjual' di Shopee, seperti yang ia duga terjadi di TikTok. Saya menjelaskan bahwa di Shopee, sampel tidak masuk ke kategori terjual karena pengirimannya dilakukan secara manual. Saya juga menyebutkan bahwa saya sudah 'pensiun' dari praktik mengirim sampel secara manual tersebut.

Alhamdulillah, sesi tanya jawab hari ini berjalan lancar. Terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah bergabung dan bertanya. Semoga diskusi kita hari ini bisa memberikan pencerahan dan strategi baru untuk bisnis online Anda.

Jangan lupa, bagi teman-teman di Tangerang, ada kesempatan untuk mengikuti bedah toko offline saya pada tanggal 4. Saat ini hanya tersisa satu slot lagi untuk sesi siang atau malam. Jika berminat, silakan hubungi saya secara pribadi untuk informasi lebih lanjut.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Efektif Meningkatkan Penjualan Online: Belajar dari Sesi Q&A!"

Posting Komentar