Beberapa waktu lalu, setelah sebulan pengumuman dari Shopee mengenai iklan berbasis CPM (Cost Per Mille), saya mulai mendapati kejanggalan. Konsepnya, biaya iklan akan sama jika impression-nya sama, meskipun jumlah klik berbeda. Misalnya, satu produk mendapat satu klik dan produk lain mendapat seribu klik dengan impression yang sama, seharusnya biayanya setara. Namun, ternyata tidak demikian.
Setelah sebulan berjalan, implementasi CPM ini tampaknya belum jelas atau bahkan tidak jadi. Saya melihat beberapa iklan saya dengan 100 impression tanpa klik sama sekali, namun biayanya sangat rendah, hanya sekitar 100 atau 200 perak. Padahal, perkiraan saya CPM seharusnya sekitar Rp5.000 per 1.000 impression, yang berarti untuk 100 impression, biayanya kurang lebih Rp2.500. Namun, kenyataannya belum begitu.
Saya tidak tahu apakah fitur ini belum terimplementasi dengan baik atau memang tidak jadi. Namun, terlepas dari itu, saya sudah terlanjur fokus mendalami Click-Through Rate (CTR) selama satu setengah bulan terakhir. Dari pengalaman ini, saya menemukan beberapa hal terkait penggantian foto produk untuk meningkatkan CTR. Mari kita bahas melalui studi kasus.
Berapa CTR yang Bagus?
Berapa sebenarnya CTR yang bagus? Secara sederhana, saya mengambil benchmark 2,5%. Angka ini sebenarnya tidak mutlak karena sangat bergantung pada kategori, jenis produk, harga, dan faktor lainnya. Pada dasarnya, CTR sangat dipengaruhi oleh niche produk dan strategi harga. Contohnya, produk-produk herbal seringkali memiliki CTR yang tinggi.
Namun, jika Anda tidak yakin dengan patokan, 2,5% bisa jadi acuan awal. Idealnya, Anda perlu menganalisis data toko sendiri untuk mengetahui rata-rata CTR Anda. Jika CTR produk di atas rata-rata pribadi Anda, itu bagus; jika di bawah, itu perlu perbaikan. Namun, jika masih bingung, angka di atas 2,5% bisa dianggap baik, dan di bawah itu perlu perhatian. Produk dengan CTR yang sudah bagus biarkan saja. Fokuslah pada yang rendah.
Studi Kasus: Meningkatkan CTR Seragam Kementerian Agama
Mari kita lihat studi kasus di salah satu toko saya yang cukup berhasil, dengan produk seragam Kementerian Agama. Produk ini saya baru unggah kurang dari sebulan lalu, tepatnya pada 21 Mei. Awalnya, CTR rata-ratanya kurang baik. Meskipun ada hari-hari dengan CTR tinggi, ada juga hari di mana CTR nol. Jadi, jika dirata-ratakan, CTR di awal-awal itu di bawah 1,5%, yang berarti kurang baik.
Dalam kasus ini, saya melakukan tiga kali penggantian foto. Pertama diunggah, hasilnya kurang baik. Saya ganti foto, masih kurang baik. Saya ganti lagi, dan barulah hasilnya mulai membaik. Setelah itu, saya mulai mengoptimalkan iklannya.
Saya selalu mengevaluasi kinerja toko setiap 7 hari sekali. Di awal, CTR rata-rata masih sekitar 1%, bahkan setelah perbaikan pertama pun masih sekitar 1%, karena seringkali ada hari dengan CTR 0%. Setelah itu, CTR mulai menunjukkan perbaikan, mungkin sekitar 1,5%. Dan di minggu terakhir, CTR benar-benar bagus, sehingga saya langsung mengoptimalkan iklan saya.
Poin utamanya adalah CTR. Saya membutuhkan sekitar tiga kali penggantian foto, yang berarti sekitar 3 minggu, untuk mendapatkan CTR yang bagus.
Kesimpulan Penting dari Eksperimen Ganti Foto
Butuh Waktu dan Percobaan
Saya tidak menyarankan ganti foto setiap hari. Menurut saya, minimal 3 hari sekali karena algoritma membutuhkan waktu untuk membaca dan menyesuaikan dengan perubahan yang kita lakukan. Jadi, mengganti foto tidak semudah itu.
Success Rate di Bawah 50%
Saya menarik beberapa kesimpulan. Salah satunya, tingkat keberhasilan (success rate) saya untuk mencapai CTR di atas 2,5% melalui ganti foto memang kurang dari 50%. Contoh yang saya tunjukkan sebelumnya adalah kasus sukses yang membutuhkan waktu 3 minggu dan beberapa kali penggantian foto. Jadi, mengganti foto memang tidak mudah. Apalagi jika Anda mengejar momen tertentu, membutuhkan 3 minggu untuk menemukan foto yang pas bisa membuat Anda terlambat.
Pertimbangkan Upload Produk Baru
Namun, ada juga produk yang saya unggah dengan CTR yang langsung bagus. Oleh karena itu, saya berasumsi (meskipun belum sepenuhnya valid, tapi saya cukup yakin) bahwa daripada mengganti foto pada produk lama, lebih baik mengunggah produk baru dengan foto yang menurut Anda memiliki potensi CTR lebih tinggi. Asumsi saya, mengunggah produk baru dengan foto yang potensial memiliki success rate lebih tinggi dibandingkan mengganti foto.
Evaluasi CTR Setelah 1000 Impression
Untuk produk baru, jangan langsung mengevaluasi CTR pada hari pertama. Poin pentingnya bukan berapa lama waktu berlalu, tapi jumlah impression-nya. Saya sarankan evaluasi setelah impression mencapai 1.000. Jika impression baru 50 dan CTR 10%, angka itu masih belum stabil. Bahkan jika impression sudah 1.000, CTR 5% belum tentu bertahan, meskipun bisa juga bagus. Oleh karena itu, saya selalu menunggu sampai 1.000 impression untuk produk baru sebelum melakukan evaluasi. Jika belum mencapai itu, biarkan saja dulu.
Perubahan Foto Harus Drastis
Pada kasus produk yang berhasil saya tingkatkan CTR-nya, perubahan foto pertama, kedua, dan ketiganya sangat berbeda. Perbedaannya signifikan. Misalnya, background awalnya putih saya ubah menjadi suasana pasar atau lainnya. Dari satu model, saya tambahkan menjadi dua model. Intinya, harus ada perubahan yang drastis. Bukan sekadar menambahkan stiker 'COD' pada foto yang sama. Menurut saya, hal itu tidak akan efektif meningkatkan CTR. Jadi, ubahlah foto Anda secara signifikan. Sekarang, tools AI sudah memudahkan proses ini.
Hipotesa: Judul Produk Juga Berperan
Selanjutnya, saya memiliki hipotesa bahwa judul produk juga bisa menjadi masalah. Jika CTR rendah, ada kemungkinan judul produk juga menjadi penyebabnya. Saya belum melakukan eksperimen khusus tentang pengaruh judul terhadap CTR, baru sebatas fokus pada foto. Memang selama ini foto adalah faktor terbesar. Namun, saya curiga judul juga berperan. Contoh kasus seragam Kementerian Agama tadi: dengan adanya kata 'seragam', bisa jadi produk tersebut disebarkan juga ke pencarian 'seragam sekolah'. Tentu saja, orang yang mencari seragam sekolah tidak akan mengklik produk saya, sehingga CTR menjadi rendah. Namun, ini masih hipotesa yang akan segera saya eksperimenkan. Insyaallah, jika sudah ada kesimpulannya, akan saya bagikan.
Demikian pembahasan saya mengenai peningkatan CTR dengan mengganti foto, beserta kesimpulan-kesimpulan penting yang saya dapatkan.

0 Response to "Studi Kasus: Cara Saya Menaikkan CTR Shopee dengan Mengganti Foto Produk"
Posting Komentar