My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Membandingkan Saran Pindah Iklan: GMV Max Auto ke ROAS dengan ChatGPT vs. Dr. Shopee

Dalam artikel ini, saya akan membahas sebuah pertanyaan penting bagi para pengiklan di Shopee: kapan waktu yang tepat untuk pindah dari iklan GMV Max Auto ke iklan ROAS? Secara umum, saya selalu menyarankan untuk produk baru, apalagi toko baru, agar beriklan terlebih dahulu menggunakan GMV Max Auto.

Mengapa demikian? Jika Anda langsung menggunakan iklan ROAS, biasanya iklan tidak akan berjalan optimal, bahkan seringkali hanya diam saja. Situasi ini bisa membuat Anda bingung dan tergoda untuk melakukan banyak eksperimen yang tidak perlu, seperti menaik-turunkan target ROAS tanpa dasar data yang kuat. Lebih baik kumpulkan data yang cukup dulu dengan GMV Max Auto.

Kapan Sebaiknya Beralih ke ROAS? Mencari Jawaban dengan AI

Setelah fase pengumpulan data dengan GMV Max Auto, kapan kita sebaiknya beralih ke ROAS? Saya mencoba mencari jawaban atas pertanyaan ini dengan bertanya kepada dua AI: ChatGPT dan Dr. Shopee.

Bagi Anda yang belum tahu, Dr. Shopee adalah alat AI berbasis chat yang saya kembangkan. Fungsinya mirip ChatGPT, namun saya latih khusus dengan pengetahuan dan pengalaman saya tentang Shopee. Anda bisa mencoba Dr. Shopee di drshopee.ghanirozaki.com.

Jawaban dari ChatGPT

Saya mengajukan pertanyaan yang sama kepada keduanya: "Kapan waktu yang tepat untuk pindah dari iklan GMV Max Auto ke ROAS di Shopee?"

ChatGPT memberikan jawaban yang cukup baik. Menurutnya, pindah dari GMV Max Auto ke ROAS bukan soal waktu, melainkan soal data dan kontrol. Ia membagi fase GMV Max Auto sebagai fase eksplorasi dan ROAS sebagai fase optimasi dan profit.

ChatGPT menyarankan untuk pindah ketika produk sudah memiliki data penjualan dari iklan, Anda sudah tahu Cost Per Acquisition (CPA) produk Anda, dan ketika Anda mulai merasa iklan boncos atau tidak stabil. Selain itu, Anda juga harus sudah mengetahui margin profit aman Anda. Sebagai contoh, jika margin profit Anda 30%, maka target ROAS minimal bisa sekitar 3 sampai 4 kali.

Meskipun begitu, ada beberapa poin yang saya rasa kurang tepat atau terjadi miskomunikasi dengan ChatGPT. Misalnya, ia menyarankan untuk mencari produk pemenang terlebih dahulu baru pindah, seolah menganggap GMV Max Auto adalah iklan produk otomatis yang mengiklankan banyak produk sekaligus. Padahal, pertanyaan saya lebih spesifik tentang GMV Max Auto sebagai strategi awal untuk satu produk atau beberapa produk utama.

Namun, analogi yang diberikan ChatGPT cukup menarik: GMV Max Auto seperti menebar jaring, sedangkan ROAS memilih ikan yang sudah terbukti laku. Alur idealnya, menurut ChatGPT, adalah memulai dengan GMV Max Auto, mendapatkan data 3-7 hari, mengidentifikasi produk bagus, menghitung margin ROAS aman, lalu beralih ke GMV Max ROAS. Ini cukup masuk akal, meskipun saya pribadi berpendapat margin profit sebaiknya sudah diketahui sebelum beriklan.

Jawaban dari Dr. Shopee (Pendekatan Diagnostik)

Berbeda dengan ChatGPT yang langsung memberikan jawaban, Dr. Shopee akan bertanya balik, alias mendiagnosis atau probing kondisi Anda terlebih dahulu. Ini sesuai dengan namanya, Dr. Shopee, yang bekerja layaknya seorang dokter yang tidak langsung memberi obat sebelum mengetahui riwayat kesehatan pasien.

Sebelum memberikan analisis, Dr. Shopee akan menanyakan lima pertanyaan sederhana seperti: "Apakah kampanye Anda sudah melewati fase auto optimal?", "Apakah data ATC rate produk Anda sudah stabil di atas 20%?", "Apakah Anda mengalami galat ROAS saat ini?", dan "Apakah omset produk Anda sudah konsisten minimal Rp5 juta selama 7 hari terakhir?" Jawaban yang dibutuhkan hanya 'Ya', 'Tidak', atau 'Mungkin'.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Dr. Shopee akan memproses dan memberikan tiga opsi jawaban yang konkret, lengkap dengan pro dan kontranya untuk setiap opsi. Dr. Shopee juga akan memberikan 'final verdict' atau rekomendasi terbaik menurutnya, meskipun keputusan akhir tetap ada di tangan Anda.

Saat saya mencoba, Dr. Shopee memberikan opsi seperti: 'Pertahankan dan optimasi iklan produk otomatis' (lagi-lagi ini menganggap iklan produk otomatis, mirip ChatGPT), 'Prioritaskan peningkatan ATC dan stabilitas omset harian', dan 'Tindak lanjut terhadap Galat ROAS dan potensi ranah iklan'.

Yang menarik dari opsi kedua adalah saran untuk mengatasi masalah fundamental produk, seperti foto yang terlalu clickbait atau harga yang terlalu mahal, yang dapat menghambat konversi meskipun iklan memiliki CTR (Click-Through Rate) tinggi.

Pada 'Final Verdict', Dr. Shopee secara tegas menyatakan: "Berdasarkan kondisi saat ini, sangat tidak disarankan untuk pindah ke GMV Max ROAS." Ia menyarankan untuk fokus pada opsi satu dan dua secara simultan: mengoptimalkan iklan produk otomatis untuk mengumpulkan data solid, sambil secara agresif meningkatkan ATC dan omset.

Perbandingan dan Kesimpulan

Setelah melihat kedua jawaban, saya menyimpulkan bahwa meskipun ChatGPT memberikan jawaban yang bagus, ia sedikit "ngacau" dalam memahami konteks GMV Max Auto, menganggapnya sebagai iklan produk otomatis.

Dr. Shopee pun mengalami miskomunikasi yang sama, namun keunggulannya terletak pada diagnosis awal. Dengan lima pertanyaan diagnostik tadi, Dr. Shopee mampu memberikan saran yang jauh lebih konkret dan personal, disesuaikan dengan kondisi yang saya "berikan". Ia langsung bisa mengatakan "jangan pindah dulu" berdasarkan hasil diagnosis tersebut.

Jadi, jika Anda mencari saran yang lebih terpersonalisasi dan konkret untuk strategi iklan Shopee Anda, saya sangat merekomendasikan untuk menggunakan Dr. Shopee. Anda bisa mencobanya di drshopee.ghanirozaki.com.

Demikian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

0 Response to "Membandingkan Saran Pindah Iklan: GMV Max Auto ke ROAS dengan ChatGPT vs. Dr. Shopee"

Posting Komentar