Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam tulisan ini, saya ingin membandingkan Dr. Shopee dengan ChatGPT.
Bagi yang belum tahu, Dr. Shopee adalah tools yang saya kembangkan, serupa dengan ChatGPT atau Gemini. Bedanya, Dr. Shopee diisi dengan pengetahuan dan pengalaman saya berinteraksi dengan para seller, sehingga lebih grounded dan fokus pada masalah penjualan. Anda bisa mengeceknya di drshopee.com.
Saya ingin membandingkan ChatGPT dengan Dr. Shopee. Pertanyaannya, mana yang memberikan jawaban lebih bagus, lebih konkret, dan benar-benar membantu?
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah 'Iklan Shopee saya banyak yang klik tapi tidak ada penjualan, apa yang harus saya lakukan?' Saya mencoba mengajukan pertanyaan ini ke ChatGPT, lalu mengajukan pertanyaan yang sama ke Dr. Shopee.
Jawaban dari ChatGPT
Baik, mari kita lihat jawaban dari ChatGPT terlebih dahulu. Ia menyarankan beberapa hal:
- Optimasi Foto Produk: Ini memang krusial, tapi saya rasa setiap penjual sudah tahu bahwa foto produk harus bagus. Saran ini terasa kurang konkret.
- Judul Produk: Harus menjual, bukan sekadar nama, dengan memperhatikan SEO dan daya tarik.
- Perbaiki Harga: Harus kompetitif dibandingkan kompetitor. Ini juga merupakan hal dasar yang selalu ditekankan oleh platform.
- Deskripsi Produk: Harus meyakinkan.
- Review dan Rating: Faktor besar.
- Cek Intent Iklan: Kadang keyword terlalu luas.
Poin terakhir tentang keyword iklan sudah tidak relevan lagi saat ini, karena iklan kata kunci di Shopee sudah tidak ada. Dengan demikian, jawaban dari ChatGPT ini jelas tidak relevan dan kurang membantu.
Pendekatan dari Dr. Shopee
Beralih ke Dr. Shopee. Ia memulai dengan pernyataan, 'Baik, saya mengerti kondisi iklan Shopee Anda. Banyak klik tanpa penjualan memang mengindikasikan adanya disfungsi pada alur konversi.' Dr. Shopee dirancang dengan bahasa yang mirip dokter. Untuk melakukan diagnosa awal, ia meminta saya menjawab lima pertanyaan penting agar ia benar-benar memahami masalah yang saya hadapi. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain:
- Apakah iklan Anda saat ini menggunakan GMV Max atau iklan produk otomatis dengan target optimasi ROAS?
- Apakah ATC rate (Add To Cart Rate) untuk produk yang diiklankan berada di bawah 1%? (Ini adalah pertanyaan krusial. Jika dari 1000 pengunjung tidak ada yang ATC sama sekali, itu indikasi iklan boncos parah, kemungkinan karena produknya kurang menarik atau tidak sesuai harapan).
- Apakah Anda yakin produk yang diiklankan telah mencapai Return on Investment (ROI) yang relevan, bukan hanya jangkauan yang luas?
- Apakah harga produk yang diiklankan secara signifikan lebih mahal dibandingkan produk kompetitor dengan spesifikasi dan ulasan serupa?
- Apakah kampanye iklan produk otomatis Anda masih dalam fase auto dan belum dioptimasi manual setelah setidaknya 7 hari?
Saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan skenario umum.
Setelah menerima jawaban saya, Dr. Shopee memerlukan waktu lebih lama untuk berpikir dibandingkan ChatGPT atau Gemini. Ini karena Large Language Model (LLM) yang saya gunakan (Gemini) akan membaca knowledge base berupa PDF yang saya berikan terlebih dahulu untuk mencari informasi paling relevan sebelum memberikan respons.
Kemudian, Dr. Shopee memberikan diagnosis dan tiga opsi solusi:
- Rekonstruksi Halaman Produk Intensif: Solusi ini sangat detail dan konkret, karena memang Dr. Shopee dirancang untuk memberikan jawaban yang praktis.
- Kalibrasi Ulang Strategi GMV Max: Dr. Shopee membahas GMV Max, sementara ChatGPT hanya menyebut iklan manual.
- Analisis Komparatif Nilai dan Penawaran: Memberikan analisis pro dan kontra, bahkan jika harga nominal produk tidak lebih mahal.
Menurut saya, ketiga opsi ini sangat konkret. Dr. Shopee juga memberikan kesimpulan dan rekomendasi untuk melakukan opsi pertama.
Meskipun sesi trial saya habis saat demo, saya bisa katakan bahwa untuk mendapatkan insight selevel ini dengan biaya Rp99.000 seumur hidup, ini sangat murah. Anda mendapatkan mentor yang bisa ditanyai kapan saja. Jawaban Dr. Shopee konkret dan relevan, jauh berbeda dengan ChatGPT yang terkadang tidak konkret dan bahkan memberikan informasi yang tidak relevan (seperti iklan keyword yang sudah tidak ada).
Saya berani jamin (atau setidaknya, insyaallah), jawaban dari Dr. Shopee konkret dan relevan. Tentu saja, dalam bisnis tidak ada resep yang pasti benar. Jika ada, saya mungkin sudah kaya raya dan tidak perlu membuat konten seperti ini. Insyaallah, saya sudah bisa umrah tiap bulan!
Bagi yang tertarik untuk mencoba Dr. Shopee, silakan kunjungi ghanirozaki.com. Anda bisa mencoba versi trial yang terbatas atau langsung membeli versi Pro untuk akses tanpa batas, kapan pun Anda butuhkan.
Sekian, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "ChatGPT vs. Dr. Shopee: Menguji Solusi untuk Iklan Shopee Tanpa Penjualan"
Posting Komentar