My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Cara Menghitung Target ROAS Shopee yang Sehat agar Jualan Tidak Boncos

Cara Menghitung Target ROAS Shopee yang Sehat agar Jualan Tidak Boncos

Bagi saya, berjualan di Shopee bukan hanya soal mengejar omzet besar, tapi bagaimana memastikan setiap rupiah yang saya keluarkan untuk iklan kembali menjadi keuntungan yang nyata. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di forum seller adalah, "Berapa sih angka ROAS yang ideal?"

Banyak seller pemula terjebak hanya melihat angka besar di dasbor iklan tanpa menghitung kesehatan finansial toko mereka sendiri. Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman dan panduan praktis dalam menentukan target ROAS (Return on Ad Spend) yang sehat berdasarkan diskusi dan praktik yang saya lakukan sehari-hari.

1. Jangan Terpaku pada Rekomendasi Shopee

Kesalahan umum yang dulu sering saya lakukan adalah mengikuti angka ROAS rekomendasi dari sistem Shopee. Perlu diingat, sistem Shopee tidak mengetahui berapa HPP (Harga Pokok Penjualan) kita, biaya operasional, atau margin keuntungan bersih kita. Angka tersebut seringkali tidak sesuai dengan kondisi dompet toko. Fokuslah pada perhitungan internal bisnis Anda sendiri, bukan angka yang disarankan algoritma.

2. Rumus Menghitung Target ROAS Minimal (Break-Even)

ROAS yang "baik" bagi saya adalah ROAS yang menghasilkan profit, bukan sekadar angka tinggi di layar. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menghitung Break-Even ROAS.

Berikut adalah rumus sederhana yang selalu saya gunakan:

Target ROAS (BEP) = Harga Jual ÷ (Harga Jual - HPP - Admin Fee - Biaya Operasional)

Contoh Kasus:

  • Harga Jual: Rp425.000
  • HPP: Rp330.000
  • Admin Fee (misal 10%): Rp42.500
  • Gross Profit (Margin Kotor): Rp52.500

Maka Break-Even ROAS Anda adalah 425.000 ÷ 52.500 = 8,09. Artinya, jika realisasi ROAS saya di bawah angka 8, saya merugi. Jika di atas 8, saya baru mulai mendapatkan untung.

3. Strategi Setting ROAS di GMV Max

Setelah tahu angka Break-Even (misal 8), jangan langsung memasang angka tersebut di pengaturan iklan. Berdasarkan pengamatan saya, algoritma GMV Max memiliki error margin atau selisih yang seringkali minus 2 hingga 3 poin dari target yang kita set.

Strategi saya adalah menambahkan Buffer (Cadangan):

Jika target aman saya adalah 8, maka di sistem iklan saya akan memasang target ROAS di angka 10 atau 11. Ini memberikan ruang napas agar jika algoritma meleset ke bawah, posisi toko saya tidak langsung boncos.

4. Mitos "Semakin Tinggi ROAS, Semakin Bagus"

Banyak seller mengejar ROAS setinggi langit, misalnya sampai 20x atau 30x. Padahal menurut saya, ada risiko di balik itu:

  • Iklan Tidak Agresif: Jika target terlalu tinggi, iklan cenderung "irit" dan tidak menyebar luas.
  • Kehilangan Potensi Omzet: ROAS yang sangat tinggi seringkali berarti iklan Anda tertahan. Lebih baik ROAS 9 tapi orderan mengalir deras, daripada ROAS 20 tapi orderan sepi.

5. Fase Transisi: Dari Auto ke ROAS Manual

Saya tidak menyarankan langsung menggunakan fitur target ROAS pada produk baru. Gunakan tahapan ini:

  1. Fase Learning (Auto): Gunakan mode GMV Max Auto dulu untuk mencari data pengunjung dan Add to Cart.
  2. Fase Scale Up (Manual): Setelah orderan konsisten (misal minimal 1 order/hari selama seminggu), baru pindahkan ke mode Target ROAS dengan angka yang sudah kita hitung tadi.

6. Evaluasi Berkala, Jangan Harian

Iklan GMV Max bekerja dengan cara retargeting. Orang yang klik hari ini mungkin baru akan checkout tiga hari lagi. Jika Anda mengecek performa setiap jam atau setiap hari, Anda mungkin akan panik melihat fluktuasi angka.

Saran saya, lakukan evaluasi mingguan atau bulanan (data 7 hari atau 30 hari terakhir). Ini memberikan gambaran tren yang lebih akurat daripada sekadar data harian.

7. Waspada Fitur "Akselerasi Performa"

Terakhir, hati-hati dengan fitur "Akselerasi Performa". Fitur ini secara otomatis menurunkan target ROAS Anda demi mengejar trafik. Jika margin Anda tipis, fitur ini bisa jadi ranjau yang membuat toko boncos dalam sekejap. Saya pribadi lebih memilih mematikan fitur ini untuk menjaga profitabilitas tetap stabil.

Semoga tips ini membantu teman-teman seller dalam mengoptimalkan iklan di Shopee. Menghitung dengan teliti adalah kunci utama agar bisnis kita tetap sehat dan berkelanjutan.

0 Response to "Cara Menghitung Target ROAS Shopee yang Sehat agar Jualan Tidak Boncos"

Posting Komentar