Mengupas Strategi Target ROAS Ideal: Cara Saya Mengelola Iklan Shopee Agar Tetap Profit
Dalam mengelola iklan Shopee, khususnya saat menggunakan fitur GMV Max, saya sering melihat Target ROAS (Return on Ad Spend) sering kali dianggap sebagai angka yang harus setinggi mungkin. Padahal, berdasarkan pengalaman saya mengikuti diskusi intensif bersama Kang Ghani dan Mas Soni, ROAS adalah setir kendali. Jika terlalu tinggi, trafik bisa mati; jika terlalu rendah, dompet bisa bocor atau boncos.
Kali ini, saya ingin berbagi pemahaman saya mengenai berapa sebenarnya angka Target ROAS yang ideal. Ternyata, jawabannya bukan sekadar angka acak, melainkan hasil perhitungan matang dari kesehatan finansial toko kita sendiri.
1. Fondasi Utama: Mengetahui Net ROAS (Titik Impas)
Sebelum saya menetapkan target apa pun, saya wajib mengetahui di titik mana saya tidak rugi. Angka ini saya sebut sebagai Net ROAS atau Break Even Point (BEP) iklan.
- Definisi: Net ROAS adalah angka di mana hasil penjualan hanya cukup untuk menutup biaya produk dan iklan tanpa ada sisa keuntungan.
- Cara Saya Menghitungnya: Harga Jual dibagi Profit Bersih (sebelum dipotong biaya iklan).
- Rumus: Harga Jual / (Harga Jual - HPP - Admin Fee - Packing).
Sebagai contoh, jika saya menjual barang seharga Rp100.000 dengan total biaya (HPP, admin, dll) Rp80.000, maka profit kotor saya adalah Rp20.000. Artinya, Net ROAS saya adalah 5 (100rb/20rb). Jika iklan saya mencatat ROAS 5, saya hanya "kerja bakti" karena tidak ada untung yang masuk ke kantong.
2. Menentukan Target ROAS Ideal Saya
Setelah mengetahui Net ROAS, saya masuk ke strategi inti. Berdasarkan diskusi di bootcamp, saya kini menerapkan prinsip bahwa Target ROAS Ideal itu minimal harus mencakup 50% dari Gross Profit. Artinya, saya tidak ingin menghabiskan seluruh keuntungan hanya untuk biaya iklan.
Selain itu, ada satu pendekatan menarik dari Mas Soni yang sering saya terapkan, yaitu rumus Net ROAS + 4 sebagai pengaman (buffer). Mengapa perlu ditambah 4? Karena dalam praktik nya, algoritma Shopee sering kali mengalami "galat" atau selisih antara target di dashboard dengan realita lapangan. Jika saya set di angka 9, sering kali realisasinya hanya menyentuh angka 6 atau 7. Dengan adanya cadangan ini, posisi saya masih aman di atas titik impas.
3. Strategi Saya Berdasarkan Fase Produk
Saya menyadari bahwa angka ideal itu dinamis. Saya tidak bisa memukul rata satu angka untuk semua produk. Berikut cara saya membaginya:
Fase 1: Produk Baru (Mengejar Trafik)
Di fase awal, saya tidak berambisi mencari profit besar. Fokus saya adalah mendapatkan data dan ulasan. Strategi saya adalah memasang target di Net ROAS atau sedikit di atasnya (misal: Net + 1). Saya juga mengaktifkan fitur Akselerasi Performa agar iklan lebih agresif mencari pembeli pertama meskipun margin sangat tipis.
Fase 2: Validasi dan Optimalisasi Profit
Setelah produk mulai stabil (misalnya sudah ada 30 pesanan per bulan), saya mulai menaikkan target ke angka ideal, yaitu minimal 50% gross profit. Di sini saya mulai memantau apakah trafik tetap stabil saat target ROAS saya naikkan. Jika trafik terjun bebas, saya akan menurunkan target sedikit demi sedikit hinga menemukan titik keseimbangan.
Fase 3: Scale Up atau Defensive
Jika budget harian saya selalu habis dan ROAS tetap bagus, saya tidak ragu untuk menaikkan budget. Kadang saya sengaja menurunkan sedikit target ROAS agar volume penjualan melonjak drastis. Sebaliknya, untuk produk pelengkap yang stoknya terbatas, saya memasang Target ROAS yang sangat tinggi (20-30). Iklan memang jarang muncul, tapi sekalinya laku, profitnya sangat tebal.
4. Menghadapi Fenomena Galat Dashboard
Satu hal yang perlu teman-teman ingat (dan ini sering terjadi pada saya), jangan kaget jika realisasi di dashboard berbeda dengan settingan. Tren saat ini menunjukkan adanya selisih minus 2 hingga 4 poin. Itulah alasan mengapa perhitungan matang di luar dashboard sangat penting agar kita tetap memegang kendali atas keuangan toko kita sendiri.
"Iklan itu fokus ke hasil. Mau pakai teknik apapun, kalau profit, lanjutkan. Kalau boncos, evaluasi atau matikan." — Mas Soni.
Kesimpulan
Pada akhirnya, bagi saya ROAS Ideal hanyalah alat bantu. Yang paling penting adalah bagaimana laporan laba rugi saya di akhir bulan. Jangan sampai kita terpesona dengan angka ROAS yang cantik di dashboard, tapi saldo di rekening justru tidak bertambah karena salah perhitungan sejak awal.
Untuk memudahkan teman-teman menghitung Net ROAS dan simulasi profit secara otomatis, saya sangat menyarankan menggunakan template kalkulator yang biasa saya pakai. Anda bisa mendapatkannya melalui tautan di bawah ini:
Dapatkan Template Kalkulator ROAS di sini: Kalkulator Google Sheets Ghani Rozaqi
Semoga berbagi pengalaman kali ini bisa membantu Anda mengelola iklan dengan lebih terukur dan tidak lagi sekadar tebak-tebakan angka.

0 Response to "Mengupas Strategi Target ROAS Ideal: Cara Saya Mengelola Iklan Shopee Agar Tetap Profit"
Posting Komentar