My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Jualan Ramai tapi Boncos? Waspada Jebakan Biaya Admin Shopee di 2026

Jualan Ramai tapi Boncos? Evaluasi Margin dan Biaya Admin Shopee di 2026

Pernahkah Anda merasa jualan di marketplace sangat ramai, pesanan menumpuk, tapi saldo yang cair ke rekening justru terasa tipis? Apalagi memasuki tahun 2026 ini, di mana sistem permainan atau gameplay sudah berubah total dengan kehadiran fitur seperti GMV Max dan berbagai skema lainnya. Saya ingin berbagi sedikit keresahan sekaligus analisis mengapa banyak seller terjebak dalam fenomena "boncos berjamaah".

Realita Pahit Seller: Margin Setipis Tisu

Kondisi saat ini memang menantang. Efektif per 1 Januari 2024 hingga masuk ke 2026, biaya admin terus mengalami penyesuaian. Bayangkan, jika kita memiliki omzet Rp100 juta dan bisa mengantongi laba bersih Rp10 juta (setelah dikurangi gaji sendiri, operasional, listrik, hingga biaya sekecil galon air), itu sebenarnya sudah termasuk pencapaian yang sangat bagus di era sekarang.

Masalahnya, banyak dari kita yang jualan hanya sekadar "kerja bakti" untuk marketplace. Kita sudah lelah packing siang dan malam, tapi saat dana ditarik, jumlahnya tidak sebanding dengan keringat yang keluar. Jika Anda tidak rajin merekap dan menghitung laporan keuangan, ini bisa menjadi bom waktu bagi bisnis Anda.

Membedah Potongan Wajib di Shopee

Mari kita hitung secara kasar berapa sebenarnya "potongan dasar" yang harus kita relakan saat berjualan di Shopee:

  • Admin Fee Dasar: Rata-rata berkisar di angka 9% sampai 10%.
  • Biaya Layanan Tetap: Ada potongan sekitar Rp1.250 per produk yang terjual.
  • Program Ekstra: Gratis Ongkir Ekstra (~6%) dan Promo Ekstra (~4,5%).

Jika ditotal, sebelum kita mengeluarkan biaya untuk iklan, margin kita sudah terpotong sekitar 20,5%. Angka ini belum termasuk biaya asuransi pengiriman atau fitur baru seperti Shopee Video Extra. Rasanya berat sekali untuk tumbuh secara organik tanpa iklan, namun jika dipaksakan dengan iklan tanpa perhitungan yang matang, profit kita bisa habis tak bersisa.

"Lebih baik menghitung meski hasilnya rugi (agar kita bisa mencari solusi), daripada tidak menghitung sama sekali tapi sebenarnya kita sedang merugi tanpa sadar."

Waspadai "Biaya Siluman" yang Mengintai

Selain potongan di atas kertas, ada beberapa biaya tersembunyi yang sering kali luput dari pantauan para seller:

1. Selisih Ongkos Kirim

Sering kali terjadi perbedaan berat antara input seller dengan timbangan kurir. Meskipun hanya Rp2.000 atau Rp3.000 per paket, jika jumlahnya ratusan pesanan, ini akan sangat terasa. Saya sangat menyarankan penggunaan tools seperti BigSeller untuk melacak selisih ini agar kita bisa melakukan klaim jika terjadi kesalahan.

2. Retur (RTS dan RR)

Barang yang kembali ke penjual (Return to Sender) atau pengembalian dana (Return & Refund) bukan hanya soal barang yang tidak laku, tapi ada biaya operasional dan risiko barang ditukar oleh oknum pembeli yang tidak bertanggung jawab.

3. Biaya Pre-Order (PO)

Perlu diingat bahwa penggunaan fitur Pre-Order sekarang dikenakan tambahan biaya admin sekitar 3%. Jika margin Anda sudah tipis, tambahan 3% ini bisa membuat bisnis Anda minus.

Solusi: Strategi Pricing yang Sehat

Melihat kondisi yang makin "perih" ini, saya menyarankan beberapa langkah konkret untuk Anda:

  • Gunakan Rumus 2x HPP: Untuk aman, usahakan harga jual berada di angka minimal dua kali harga modal (HPP). Paling mentok di angka 1,8 kali HPP agar ada bantalan untuk biaya retur dan iklan.
  • Evaluasi Program Ekstra: Cek secara berkala apakah keikutsertaan di Promo Ekstra memberikan dampak signifikan pada profit atau hanya sekadar menaikkan omzet semu.
  • Disiplin Rekap Data: Hanya seller yang melek data yang akan bertahan di era bakar uang yang sudah lewat ini.

Jika sebuah produk dengan margin sehat tetap tidak laku meski sudah diiklankan, saran saya sederhana: pindah dan cari produk lain. Jangan terlalu lama terjebak dalam zona nyaman jika produk tersebut memang tidak lagi realistis untuk mendatangkan profit.

Bagi Anda yang ingin menghitung target ROAS ideal atau butuh bantuan dalam manajemen stok, saya menyediakan kalkulator gratis di ghanirozaqi.com. Mari kita lebih bijak dalam mengelola angka agar jualan ramai benar-benar berujung pada saldo yang nyata.

Demikian sedikit berbagi pengalaman kali ini. Tetap semangat mengelola toko dan jangan lupa untuk selalu melakukan audit berkala pada bisnis Anda. Smpai jumpa di pembahasan berikutnya.

 

Catatan: Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam mengelola toko di marketplace. Hasil dan perhitungan mungkin berbeda tergantung kategori produk Anda.

0 Response to "Jualan Ramai tapi Boncos? Waspada Jebakan Biaya Admin Shopee di 2026"

Posting Komentar