My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Kompetisi Bisnis Online Makin Berat? Ini Strategi Saya Agar Tetap Bertahan dan Profit

Kompetisi Bisnis Online Makin Berat? Ini Strategi Saya Agar Tetap Bertahan dan Profit

Belakangan ini, saya sering mendengar keluhan dari sesama rekan pedagang online. Mulai dari biaya admin marketplace yang makin mencekik, iklan yang sering "boncos", hingga kompetisi yang rasanya makin tidak masuk akal. Saya pribadi pun merasakannya; meskipun omzet saya berada di angka 200 jutaan per bulan, saya tetap harus waspada karena tantangan di depan mata memang nyata.

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana saya menghadapi situasi ini. Kita tidak perlu takut berlebihan, asalkan kita mau bergerak secara konkret dari sisi mindset, strategi, hingga teknis. Mari kita bedah satu per satu secara jujur dan apa adanya.

Pentingnya Mindset Adaptif dan Move On

Salah satu pelajaran terbesar dalam perjalanan bisnis saya adalah saat mengelola brand Baju Yuli. Antara tahun 2016 hingga 2020, saya merasa sangat jago jualan karena permintaan jilbab syari anak sedang tinggi-tingginya. Namun, saya sempat terjebak dalam fase naif ketika tren mulai turun. Saya terus menambah stok dan biaya iklan dengan harapan pasar akan kembali seperti dulu, padahal kenyataannya tidak.

Poin utamanya adalah kita harus adaptif. Di awal 2023, saya memutuskan untuk "move on" dan melakukan pivot karena pasar syari sudah mulai jenuh. Terlalu perih jika kita memaksakan diri di market yang sudah tengkurap. Jika Anda merasa strategi lama sudah tidak menghasilkan profit kecuali di masa Lebaran saja, mungkin itu tandanya Anda harus segera beradaptasi.

"Iklan itu mudah, tapi produk adalah kunci. Fokuslah pada produkmu, produkmu, dan produkmu sebelum memusingkan teknis iklan."

Sekarang, fitur iklan seperti GMV Max di berbagai platform sudah sangat memudahkan kita. Settingannya hampir sama untuk semua orang. Itulah mengapa saya selalu menekankan agar fokus kembali ke produk dan konten dasar terlebih dahulu, seperti foto dan judul produk yang optimal, sebelum menggelontorkan dana besar untuk iklan.

Strategi: Profit adalah Keutamaan

Bagi saya, omzet besar itu bagus, tapi profit itu nikmat. Dengan profit yang sehat, saya bisa menyekolahkan diri saya lagi menggunakan dana bisnis, berinvestasi rutin di emas, hingga mengembangkan unit bisnis ke cakrawala yang lebih luas. Ada tiga pilar strategi yang saya terapkan:

  • Pahami Laporan Keuangan: Ini adalah bahasa bisnis. Jangan sampai kita tidak tahu apakah bisnis kita sebenarnya untung atau rugi. Segeralah belajar memahami arus kas Anda.
  • Dedicated R&D: Luangkan waktu atau sumber daya khusus untuk riset dan pengembangan. Jangan hanya buat produk menurut selera pribadi, tapi risetlah apa yang diinginkan pasar dan apa yang disediakan supplier.
  • Branding untuk Repeat Order: Lupakan definisi branding yang sekadar keren atau mewah. Orientasikan branding Anda agar orang mau beli lagi dan lagi. Itulah fondasi bisnis yang kuat.

Teknis yang Memudahkan Hidup

Di era sekarang, teknologi harus menjadi kawan, bukan lawan. Saya sangat terbantu dengan penggunaan alat manajemen seperti BigSeller. Fitur seperti laporan keuntungan real-time sangat memangkas waktu daripada harus mengolah data manual. Selain itu, masalah sepele seperti retur dan selisih ongkir yang seringkali menjadi "vampir" bagi profit, kini bisa dikelola dengan jauh lebih efisien.

Selain itu, jangan ragu memanfaatkan AI untuk pembuatan konten. Saya sendiri sering menggunakan AI untuk membuat foto produk. Hasilnya cepat, nyaris tanpa biaya, dan sangat membantu efisiensi operasional bisnis saya di ghanirozaqi.com.

Jangan Menghadapi Badai Sendirian

Terakhir, saya ingin berpesan: jangan berbisnis sendirian. Di tengah perubahan sistem seperti CoreTax dari DJP atau kenaikan admin fee, memiliki komunitas adalah penyelamat mental dan bisnis. Bergabunglah dengan komunitas seperti TDA atau grup networking lainnya.

Tips saya sederhana: jadilah kontributif di grup tersebut dan usahakan minimal terjadi tiga kali jumpa darat dengan rekan bisnis. Pertemuan tatap muka membangun kepercayaan yang jauh lebih kuat daripada sekadar chat di WhatsApp. Dengan memiliki jejaring yang kuat, kita tidak akan merasa takut menghadapi perubahan apa pun di masa depan.

Tetap semangat, teruslah melakukan R&D meski hanya 15 menit sehari, dan jangan lupa untuk tetap berbagi kebaikan kepada sesama pedagang. Sampai jumpa di catatan saya berikutnya!

0 Response to "Kompetisi Bisnis Online Makin Berat? Ini Strategi Saya Agar Tetap Bertahan dan Profit"

Posting Komentar