My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Cara Menentukan Target ROAS Shopee Biar Nggak Boncos (Berdasarkan Realita Lapangan)

Cara Menentukan Target ROAS Shopee Biar Nggak Boncos (Berdasarkan Realita Lapangan)

Banyak rekan sesama seller yang sering bertanya kepada saya, mengapa saat mereka memasang target ROAS tinggi, iklannya justru tidak jalan alias "mendelep". Sebaliknya, ketika dipasang rendah, hasilnya malah boncos. Pengalaman saya di lapangan menunjukkan bahwa masalah utamanya sering kali karena kita terlalu percaya pada rekomendasi sistem atau salah dalam menghitung "galat" algoritma Shopee.

Kali ini, saya ingin berbagi langkah-langkah menentukan target ROAS yang benar berdasarkan pengalaman saya mengelola toko, agar iklan tetap memberikan keuntungan yang sehat.

1. Jangan Telan Mentah-Mentah Rekomendasi Shopee

Sering kali Shopee memberikan rekomendasi ROAS di angka yang tampak manis, misalnya 4-7x. Padahal, berdasarkan perhitungan margin, mungkin kita butuh ROAS 10x untuk bisa untung. Perlu diingat bahwa sistem Shopee tidak tahu berapa HPP (Harga Pokok Penjualan) dan margin keuntungan bersih kita. Rekomendasi tersebut sering kali bertujuan agar spending iklan terus berjalan, bukan semata-mata mengejar profit kita.

2. Hitung ROAS "Titik Impas" Anda Terlebih Dahulu

Sebelum masuk ke dashboard, saya selalu menyarankan untuk punya hitungan mandiri di luar sistem. Berikut adalah rumus sederhana yang saya gunakan:

  • Hitung Sisa Budget Marketing: Harga Jual - HPP - Biaya Admin/Layanan - Overhead (Packing, Gaji, dll).
  • Hitung ROAS Minimum: Harga Jual ÷ Sisa Budget Marketing.
Contoh: Jika Harga Jual Rp100.000 dan sisa uang yang rela saya alokasikan untuk iklan adalah Rp10.000, maka ROAS minimal saya adalah 10 (100.000 ÷ 10.000). Jika realisasinya di bawah 10, itu artinya saya sedang merugi.

3. Terapkan Rumus "Galat" (Error Margin)

Ini adalah rahasia yang sering saya temukan di lapangan. Algoritma GMV Max memiliki apa yang saya sebut sebagai margin error atau galat. Realisasi ROAS di lapangan biasanya akan meleset (minus) sekitar 2 sampai 4 poin dari target yang kita set di dashboard.

  • Strategi: Jika target impas saya adalah ROAS 10, saya tidak akan memasang angka 10 di dashboard.
  • Tindakan: Saya akan set target di angka 12 atau 13.
  • Alasannya: Jika saya set di angka 12, realisasinya kemungkinan akan turun ke angka 9 atau 10. Namun jika saya set pas-pasan di 10, realisasinya bisa jatuh ke 6 atau 7, yang jelas-jelas membuat saya boncos.

4. Kapan Waktunya Pindah ke Target ROAS?

Saya tidak menyarankan untuk langsung menembak ROAS tinggi pada produk yang baru diunggah. Produk baru belum memiliki data yang cukup untuk dikenali oleh algoritma.

  1. Fase Awal (Bakar Uang/Beli Data): Gunakan GMV Max Auto terlebih dahulu. Tujuannya adalah mencari traffic dan membentuk funnel (orang yang melakukan Add to Cart atau sekadar lihat produk). Di fase ini, saya mengikhlaskan budget harian sebagai "uang sewa lapak".
  2. Fase Pindah: Saya baru akan pindah ke GMV Max ROAS setelah orderan sudah konsisten, minimal 1 order per hari selama seminggu. Jika funnel sudah matang, algoritma ROAS baru bisa bekerja secara efektif.

5. Jangan Terjebak Angka ROAS yang Terlalu Tinggi

Satu hal yang saya pelajari: ROAS tinggi tidak selalu berarti bisnis yang bagus jika volume penjualannya kecil. Lebih baik saya mendapatkan ROAS 10 dengan omzet Rp10 Juta, daripada mendapatkan ROAS 20 tapi omzetnya hanya Rp1 Juta. ROAS yang diset terlalu tinggi sering kali membuat iklan jarang tayang karena algoritma kesulitan mencari audiens yang sesuai dengan target mustahil tersebut.

6. Evaluasi Mingguan, Bukan Harian

Saya selalu mengingatkan diri sendiri untuk tidak panik dan mengubah-ubah target ROAS setiap hari. Iklan GMV Max bekerja dengan sistem retargeting, mengejar orang yang mungkin sudah melihat produk kita beberapa hari lalu. Data harian sering kali tidak akurat. Lakukan evaluasi performa minimal setiap 7 hari atau 30 hari sekali untuk melihat pola yang lebih jujur.


Kesimpulannya, kunci dari iklan yang sehat adalah memahami margin sendiri, menambahkan angka galat saat setting, dan bersabar menunggu data matang. Semoga berbagi pengalaman ini bisa membantu toko Anda tetap cuan!

0 Response to "Cara Menentukan Target ROAS Shopee Biar Nggak Boncos (Berdasarkan Realita Lapangan)"

Posting Komentar