Eksperimen Upload Shopee Video Full AI Tanpa Live: Beneran Ngaruh ke Penjualan?
Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman dan hasil eksperimen saya terkait fitur Shopee Video. Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah rajin mengunggah video di Shopee benar-benar berpengaruh ke penjualan? Saya sudah mempraktikkannya sendiri, dan saya akan membongkar laporannya di sini. Silakan ambil sendiri faedahnya untuk strategi toko Anda.
Metodologi Eksperimen: Full AI dan Tanpa Live Streaming
Satu bulan ke belakang, tepatnya untuk menghadapi masa panen raya Lebaran, saya mulai serius mengunggah konten di Shopee Video. Saya melakukan eksperimen ini di tiga toko yang berbeda. Berikut adalah metode yang saya gunakan:
- Full AI: Semua video dibuat sepenuhnya menggunakan teknologi AI. Saya tidak melakukan pengambilan video (take video) secara manual sama sekali.
- Terjadwal (Schedule): Saya mengunggah sekitar lima video per hari dan melakukan penjadwalan hingga H-3 Lebaran.
- Tanpa Live: Ketiga toko saya tidak ada yang melakukan live streaming.
Dulu, Shopee Video dan Shopee Live itu ibarat sepasang mata bola. Kalau videonya mau naik, live-nya harus jalan, begitu juga sebaliknya. Namun sekarang, saya murni mengandalkan video AI tanpa melakukan siaran langsung sama sekali.
Hasil Eksperimen di Tiga Toko Berbeda
Lalu, bagaimana hasilnya? Mari kita bedah performa dari masing-masing toko, mulai dari yang sukses hingga yang tidak membuahkan hasil.
1. Toko Pertama (Berhasil)
Di toko pertama ini, saya berhasil mendapatkan omset Rp1 juta dalam 30 hari terakhir khusus dari Shopee Video. Menghasilkan lima pesanan rasanya sudah cukup lumayan. Produk yang dijual di toko ini adalah sarung.
Apakah penjualan ini murni organik atau ada dorongan iklan? Sangat mungkin terjadi double matrix. Customer journey-nya di Shopee cukup unik dan berbeda dengan TikTok. Di TikTok, orang biasanya melihat video dulu, baru melihat produk dan membeli. Sedangkan di Shopee, alurnya sering kali berawal dari orang melihat iklan, masuk ke halaman produk, mengecek video di sana, lalu baru memutuskan untuk beli. Jadi, pesanan tetap tercatat di metrik Shopee Video.
2. Toko Kedua (Kurang Berhasil)
Dengan gaya dan intensitas upload yang sama (lima video per hari berjenjang), toko kedua ini kurang memberikan hasil maksimal. Dalam 30 hari terakhir, omset yang didapat hanya sekitar Rp150.000. Jadi, usaha di toko kedua ini bisa dibilang kurang berhasil.
3. Toko Ketiga (Gagal)
Toko ketiga adalah yang paling parah. Hasilnya nol. Memang ada video yang mendapatkan sedikit views (sekitar 89 tayangan), tapi kebanyakan videonya nol penonton. Padahal, metodenya sama persis dan terus saya jadwalkan, namun tidak membuahkan omset sepeser pun.
Kesimpulan: Tingkat Keberhasilan dan Opsi Scale Up
Dari eksperimen ini, kesimpulan saya adalah tingkat keberhasilan (success rate) berada di angka 33%. Saya menggeber strategi ini di tiga akun, dan yang benar-benar membuahkan hasil lumayan hanya satu. Saya belum tahu apakah persentasenya akan tetap sama jika saya mencobanya di 5 atau 10 akun sekaligus.
Meskipun tingkat keberhasilannya hanya sepertiga, cara ini sangat layak dicoba karena sangat mudah dilakukan. Di era digital saat ini, membuat video menggunakan AI sangatlah cepat. Satu video bahkan tidak sampai memakan waktu 15 menit. Memang, hasilnya mungkin terkesan artificial dan kurang estetik, tapi saya pribadi lebih suka metode yang "jelek tapi cepat" daripada "bagus banget tapi lama proses launching-nya".
Bagi Anda yang performa produknya sudah mentok, strategi ini bisa menjadi alternatif. Misalnya, Anda sudah menyiapkan budget iklan Rp1 juta sehari tapi spending-nya cuma mentok di Rp200.000. Saat jangkauan iklannya diluaskan malah takut boncos, dan strategi affiliate juga sudah dioptimalkan. Jika Anda berada di fase buntu seperti itu, membuat Shopee Video menggunakan AI adalah salah satu opsi scale up yang patut Anda coba.
Silakan bereksperimen sendiri di toko masing-masing. Sangat mungkin hasil yang Anda dapatkan akan berbeda dengan apa yang saya alami. Semoga catatan pengalaman ini bermanfaat untuk perkembangan bisnis Anda!

0 Response to "Eksperimen Upload Shopee Video Full AI Tanpa Live: Beneran Ngaruh ke Penjualan?"
Posting Komentar