My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Cara Mendapatkan Penjualan dari Iklan Shopee: Wawasan Praktis dari Forum Seller

Cara Mendapatkan Penjualan dari Iklan Shopee: Wawasan Praktis dari Forum Seller

Beriklan di Shopee seringkali menjadi sumber frustrasi bagi banyak penjual, termasuk saya sendiri di awal memulai. Mulai dari keluhan "anggaran habis tanpa pesanan" hingga kebingungan mengatur Return on Ad Spend (ROAS). Berdasarkan dinamika diskusi harian antar penjual yang saya amati, kali ini saya ingin berbagi beberapa tema praktis dan wawasan lapangan untuk merubah iklan yang "boncos" menjadi mesin pencetak penjualan.

1. Realita Lapangan: Mengubah Mindset "Bakar Uang" Menjadi "Beli Data"

Banyak penjual pemula masuk dengan harapan iklan langsung menghasilkan pesanan di hari yang sama. Namun, realitas di lapangan yang saya temui menunjukkan hal yang berbeda.

  • Iklan Sebagai Uang Sewa: Mengandalkan trafik organik saat ini menurut saya sudah tidak realistis. Kita harus menyepakati bahwa iklan, terutama di fase awal, adalah biaya untuk "membeli data" dan membangun funnel (corong penjualan), bukan semata-mata mencari untung instan.
  • Evaluasi Bukan Harian: Miskonsepsi terbesar yang sering memicu kepanikan adalah mengevaluasi iklan GMV Max secara harian. Sistem iklan ini sangat bergantung pada retargeting—pembel yang mengklik hari ini mungkin baru akan check-out 3 hingga 7 hari ke depan. Mengutak-atik budget atau target ROAS setiap hari justru akan merusak fase belajar algoritma. Saya menyarankan evaluasi ideal dilakukan per 7 atau 30 hari.

2. Strategi Transisi: Dari GMV Max Auto Menuju ROAS

Pendekatan teknis yang paling sering saya temukan dalam forum untuk produk baru adalah tidak langsung menembak target ROAS yang tinggi.

Pertama, panaskan dengan Auto. Gunakan GMV Max Auto dengan budget harian yang direlakan (misal Rp25.000) untuk membiarkan algoritma mencari audiens. Fase ini saya gunakan untuk mengumpulkan data Add to Cart (ATC) dan klik.

Jangan pindah ke pengaturan ROAS sebelum produk "matang". Kematangan diukur dari konsistensi pesanan atau tingginya rasio ATC. Setelah data cukup, barulah iklan digeser ke Target ROAS untuk mengejar profitabilitas yang lebih baik.

3. Diagnosa Iklan Boncos: Jangan Salahkan Iklan Jika Konversi Rendah

Ada masalah klasik yang berulang kali muncul: "Klik banyak, traffic tinggi, tapi tidak ada penjualan." Di sini kita harus jeli melihat angkanya.

"Jika ATC rate sangat rendah (misal di bawah 2% untuk kategori fashion), maka masalahnya bukan pada iklan, melainkan pada produk itu sendiri."

Praktisi di lapangan menyarankan untuk fokus pada metrik ATC. Jika klik banyak tapi tidak ada yang masukkan ke keranjang, mungkin harga kurang bersaing, foto kurang menarik, atau tren sudah habis. Algoritma Shopee sangat mengapresiasi tingkat konversi. Mesin akan terus memberikan traffic pada produk yang terbukti menghasilkan interaksi. Jika sudah banyak klik tapi konversi nihil, algoritma akan menilai produk tersebut tidak relevan.

4. Taktik "Tebar Jala" (A/B Testing Masif)

Seringkali penjual terlalu perfeksionis pada satu tautan produk saja. Di lapangan, pendekatan kuantitas justru terbukti lebih efektif melalui strategi duplikasi produk.

Saya biasanya mengunggah satu produk fisik yang sama ke dalam beberapa etalase berbeda dengan judul dan foto sampul yang dibedakan, lalu mengiklankan semuanya secara bersamaan. Biarkan algoritma Shopee yang menguji mana yang paling disukai pasar. Setelah terlihat satu atau dua etalase yang menyerap budget dengan konversi baik, segera matikan iklan pada tautan yang jelek.

5. Intervensi Manual: Membangunkan Iklan yang "Tidur"

Siklus wajar di marketplace adalah produk yang laris tiba-tiba kehilangan traffic secara drastis karena sistem rotasi jatah. Untuk produk yang terbukti pernah winning namun tiba-tiba iklannya loyo, komunitas penjual sering menggunakan taktik pancingan Friend Order (FO).

Meminta kerabat untuk mencari produk secara organik dan melakukan check-out terbukti menjadi sinyal kuat bagi algoritma untuk kembali mendistribusikan iklan produk tersebut ke calon pembeli potensial lainnya.

Kesimpulan Pokok

Mendapatkan penjualan dari iklan Shopee bukan sekadar urusan menemukan "tombol rahasia" di dashboard. Keberhasilan ditentukan oleh kesiapan modal untuk membeli data di awal, kesabaran menahan diri dari kebiasaan mengubah pengaturan setiap hari, dan kemampuan mendiagnosa strateg pemasaran kita sendiri. Apakah masalahnya berasal dari salah targeting iklan, atau penawaran produk yang memang ditolak oleh pasar?

0 Response to "Cara Mendapatkan Penjualan dari Iklan Shopee: Wawasan Praktis dari Forum Seller"

Posting Komentar