Penyebab Penjualan Saya Turun di Shopee dan Strategi Praktis untuk Mengatasinya
Menghadapi penjualan yang tiba-tiba turun di Shopee adalah salah satu momen paling bikin pusing yang pernah saya alami sebagai seller. Berdasarkan pengamatan saya dan hasil diskusi dengan teman-teman praktisi di forum seller, penurunan drastis ini seringkali bukan cuma soal iklan yang salah setting, tapi kombinasi rumit antara algoritma, perubahan konversi, dan tren pasar yang bergeser.
Kali ini saya ingin berbagi analisis mendalam mengenai kenapa orderan bisa sepi dan apa saja langkah taktis yang saya lakukan untuk memulihkan performa toko.
Protokol Pertama: Saya Selalu Identifikasi Masalah (Traffic vs Konversi)
Sebelum mengambil tindakan yang reaktif, saya biasanya langsung mengecek metrik di Seller Center. Saya harus tahu pasti apakah yang turun itu Traffic (Pengunjung), Tingkat Konversi, atau malah keduanya sekaligus.
- Traffic Turun, Konversi Stabil: Kemungkinan besar toko saya sedang tidak mendapat "jatah" rotasi dari algoritma GMV Max.
- Traffic Stabil, Konversi Turun: Biasanya ada masalah pada produk, misalnya harga kompetitor lebih murah, stok habis, atau ada promo yang lupa saya perpanjang.
- Keduanya Turun Drastis: Ini sinyal terkuat bahwa demand atau permintaan pasar memang sedang anjlok secara keseluruhan.
5 Penyebab Utama Penjualan Shopee Saya Turun Drastis
Berdasarkan pengalaman lapangan saya, berikut adalah beberapa faktor yang sering jadi pemicu anjloknya orderan:
1. Sistem Rotasi Algoritma (Giliran Jatah)
Saya perhatikan algoritma Shopee, terutama pada iklan GMV Max, punya sifat membagi distribusi traffic. Produk saya yang minggu lalu sangat laris bisa tiba-tiba sepi karena algoritma sedang menggilir traffic ke seller atau produk lain. Ini memang bagian dari "permainan" di marketplace.
2. Matinya Fitur Gratis Ongkir dan Promo Ekstra
Dulu saya pernah mencoba menghemat margin dengan mematikan fitur Gratis Ongkir Ekstra. Ternyata itu blunder fatal. Pembeli kita sangat sensitif soal ongkir. Begitu fitur ini mati, konversi dari Add to Cart (ATC) ke Check-out di toko saya bisa anjlok sampai 50%.
3. Kehabisan Stok pada Produk Winning
Membiarkan stok kosong pada produk yang lagi lari-larinya adalah kesalahan besar. Saat stok akhirnya saya isi kembali, butuh waktu lama untuk memancing traffic kembali ke titik semula karena algoritma seolah-olah "kecewa" dengan toko kita.
4. Kenaikan Harga yang Mengejutkan Pembeli
Saya juga belajar bahwa menaikkan harga secara drastis bakal langsung membunuh rasio konversi. Bayangkan pembeli yang sudah simpan barang di keranjang, lalu pas mau bayar harganya naik, pasti mereka akan membatalkan niat belinya.
5. Jebakan Fitur Baru dan Penalti
Beberapa rekan seller bercerita kalau setelah daftar fitur baru seperti Shopee Ekspor Flexi, traffic toko lokal mereka malah turun drastis. Kadang fitur baru ada bug atau mempengarui algoritma utama. Selain itu, poin penalti di atas 3 poin juga terbukti sangat mencekik traffic toko saya.
Strategi Praktis Saya Mengatasi Orderan Sepi
Daripada panik dan menyalahkan budget iklan yang boncos, saya biasanya menerapkan strategi yang lebih terukur seperti ini:
- Jangan Panik Mengubah Settingan Iklan: Jika produk saya sebelumnya sudah terbukti winning, saya tidak akan buru-buru mengubah target ROAS setiap hari. Terlalu sering utak-atik justru merusak fase belajar (learning phase) algoritma. Saya lebih memilih sabar menunggu 7-14 hari.
- Memancing Algoritma dengan Friend Order: Untuk produk yang dulunya laris tapi tiba-tiba "tidur", saya sering meminta bantuan teman untuk transaksi riil (bukan bot). Interaksi organik ini memberi sinyal positif ke sistem agar iklan GMV Max kembali agresif.
- Eksekusi Strategi Ternak Toko: Karena ada sistem gilir traffic, saya merasa tidak aman kalau cuma mengandalkan satu toko. Saya mulai membuka beberapa toko (ternak toko) dengan katalog serupa sebagai jaring pengaman. Kalau Toko A sepi, biasanya tertutupi oleh Toko B yang lagi naik.
- Evaluasi Demand dan Move On: Saya rutin cek volume pencarian di Iklan Pencarian atau Google Trends. Kalau emang minat orang terhadap produk itu sudah turun, saya tidak akan memaksakan iklan. Lebih baik cari produk tren baru daripada buang uang di tempat yang salah.
Kesimpulannya, penurunan omset di Shopee adalah dinamika bisnis yang wajar. Kuncinya adalah jangan mengambil keputusan impulsif. Cari akar masalahnya lewat data, bukan kepanikan semata.

0 Response to "Penyebab Penjualan Saya Turun di Shopee dan Strategi Praktis untuk Mengatasinya"
Posting Komentar