My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Main Sama Ayah

Main sama ayah, nangis pengen sama ibu...

Senangnya kalau setiap anak request ke saya, "mau main sama ayah..." senang sekali rasanya. Tapi emang ga mungkin setiap request saya ikuti, karena yang namanya anak mainnya seharian.. Masa saya juga main seharian?

Tapi kalau lagi sedih (misal: jatoh), larinya langsung ke ibu.... "mau sama ibuuu..", saya nawarin diri untuk meluk sang anak, tetep aja ngotot pengennya sama ibu..

Ya begitulah.. Ada teori yang bilang, katanya..... cinta sesungguhnya adalah ketika kita mau berbagi kesedihan, bukan berbagi kebahagiaan. Anak kecil ini natural banget, dia mau berbagi kesedihan hanya dengan ibunya, tapi kebahagiaan mau sama ayahnya (sama ibunya juga sering sih)

Oleh sebab itu, rasanya saya tidak mungkin ngurus anak saya seharian penuh. Karena anak kan ada sedih dan senangnya, kalau ketika sedih mau lari ke siapa? untunglah kami (ayah ibunya) adalah couple-preneur, alhamdulillah dimudahkan bisa kapan saja bertemu anak, dan bisa bekerja kapan saja, di mana saja. baca juga: https://www.garoblogz.com/2020/03/indahnya-berbisnis-dengan-istri.html

--

Main sama anak itu kudu dijadwalkan, harus fokus.

Saya pernah denger ceramah Aa Gym, dulu banget, katanya dia nolak tamu dateng ke rumah gara2 lagi main sama anaknya...

Main sama anak harus agenda tersendiri, bukan karena ada waktu luang lalu main sama anak. Tapi dibalik! mencari waktu untuk bisa main sama anak..

Kalau saya sih hampir ga ada waktu luang, kalau ada, mending dipake tidur. hehe..

Cuman jujur aja, sayang sekali, meski saya sudah mulai rutin menjadwalkan main sama anak, tapi ketika main,, pikiran saya kadang tetep terpaut terus ke kejaan. fuh... jadi kadang mainnya kurang maksimal..

--

Waktu yang paling pas buat saya main sama anak adalah bada Maghrib sampai Isya. Waktunya sempit, tapi kalau full penuh dicurahkan main sama anak, rasanya nikmat sekali loh. silakan dicoba!

0 Response to "Main Sama Ayah"

Posting Komentar