My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Its not for money

beberapa kali saya posting tentang jam kerja saya (sebagai pebisnis) yang jauh di atas orang pada umumnya, setidaknya ada di 2 post ini:


Beberapa keluarga dekat saya mengidentikkan kerja saya = cari uang. padahal ga itu loh!

Orang pada umumnya menganggap kerja = cari uang, padahal ga melulu itu loh, khususnya buat sy.

Alhamdulillahnya saya ga punya gaya hidup yang glamour, emang ga nafsu liat yang mahal mahal. Saya lebih menghargai price to function daripada price to value/brand. Jadi kalaupun saya kerja minimalis jam kerjanya, insya Allah kebutuhan keluarga sih terpenuhi terpenuhi aja.

Trus kerja buat apa dong? saya ga bilang 100% bukan untuk uang loh ya...

1. kerja buat prestasi

Saya masih penasaran sekali men-scale-up perusahaan saya untuk masuk ke perusahaan besar, omset 50M setaun. alhadmulillah skg udah 1/6 nya lah. 

Kalau saya ga punya ambisi ini, sebenernya saya udah ga perlu pusing pusing mikirin bisnis. Sistem udah ada, pasar udah kebentuk, loyal customer udah banyak, alhamdulillah. Jadi dengan effor minimal pun, bisnis saya bisa bertahan, insya Allah. tapi ya gitu gitu aja, ga bisa memenuhi ambisi saya.

Apakah ambisi saya ini salah? Rata2 sih pebisnis umur 30an kaya saya masih punya ambisi yang gede banget, tapi kalau udah masuk 40+, pebisnis mungkin lebih pragmatis, yang penting kehidupan sendiri terhidupi, dan yang penting karyawan bisa hidup. itu aja.

2. kerja buat karyawan

Nah ini yang kadang bikin saya ga bisa tidur. Ketika kita nambah karyawan, "hutang" atau liabilitas kita bertambah, otomatis omset juga harus bertambah. Bisa aja sih se-enaknya bongkar pasang karyawan tergantung cashflow, tapi ya kasian. Kalau karyawan yang kerja ga bener sih ya ga kasian, tapi kalau yang udah berjuang gmn? yang udah mati2an gimana? yang kerja serius gmn? apalagi kalau si karyawan udah punya tanggungan..

berat ini berat..

Udah 6 bulan ke belakang, saya ga digaji loh oleh perusahaan saya sendiri. Saya mengandalkan usaha sampingan pribadi saya dan tabungan untuk hidup. Saya lebih memikirkan gaji karyawan ketimbang gaji diri sendiri.

Alhasil, bisnis harus inovasi terus supaya omset bertambah terus, karyawan aman, kalau perlu ditambah.

3. kerja karena hobi

Saya suka sekali buat sistem, saya suka sekali menyelesaikan masalah dengan sistem. Saya kerja untuk memenuhi ke-suka-an saya tadi.

Kalau saya ga punya "ke-suka-an" itu dan kerja dengan minimalis, mungkin kerjaan saya hanya nonton TV, nonton film, nongkrong2, main main, liburan dan lain sebagainya. Tapis aya ga gitu.

Jujur aja, menyelesaikan masalah di bisnis lebih menyenangkan buat saya daripada liburan ke luar kota. hehe. Makannya istri saya suka komplain kalau kami liburan, karena kami malah banyak berantem, Ya iya lah, karena saya udah bad mood duluan kalau diajak liburan. hehe

--

ya beigutlah secuil curhatan dari pebisnis dengan 20 karyawan di pelosok Cimahi ini. bagaimana dengan anda?

0 Response to "Its not for money"

Posting Komentar