" " Cashflow Quadrant - Chapter I (bagian 2) | GAROBLOGZ inline_google_font_css example
Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Cashflow Quadrant - Chapter I (bagian 2)

Artikel ini adalah lanjutan review saya dari buku Cashflow Quadrant (Robert T. Kiyosaki), Cashflow Quadrant - Chapter 1 (bagian 1)

Sebenarnya dalam buku ini, Kiyosaki ingin mengajak pembaca untuk pindah dari kuadran kiri (E & S) ke kuadran kanan (B & I).



Menurutnya, orang yang berada di kuadran sebelah kiri merupakan orang-orang yang takut resiko. Mereka ingin hidup mereka aman, sehingga penghasil yang tetap tiap bulan merupakan kegemaran mereka. Sebaliknya, orang yang berada di kuadaran sebelah kanan adalah orang-orang yang
berani akan resiko, atau bahkan memang menyukai bermain dengan resiko.

Percaya atau tidak, sebenarnya resiko itu dapat dihilangkan. Anggaplah ini suatu permainan, semakin handal anda bermain semakin anda mengerti bagaimana memenangkan permainan. Kuadran kanan yang penuh resiko ini sama halnya dengan kuadran kiri, diperlukan keterampilan khusus agar dapat mendiaminya dengan mantap. Keterampilan tersebut sangat bisa dipelajari jika anda bersedia meluangkan waktu untuk mempelajarinya.

Mengenai resiko ini, Kiyosaki menekankan bahwa investor bukanlah penjudi. Penjudi menentukan kemana uang mereka mengali berdasarkan pendapat subjektif pribadi, sedangkan investor adalah orang yang mempelajari dengan cermat uang mereka akan dialirkan kemana, melalui tahap analisis yang mendalam. Jadi jika anda melakukan investasi tanpa melakukan cross-check yang komperhensif, mungkin anda tergolong penjudi.

Bisnisman Sejati

Jack Ma

Saat ini terdapat ambigu dalam perkataan bisnisman. Menurut Kiyosaki, seorang bisnisman sejati adalah orang yang mampu meninggalkan bisnisnya selama satu tahun atau lebih tetapi uang tetap mengalir terus ke rekeningnya. Jadi seorang bisnisman sejati harus mempu membuat sistem yang baik agar bisnisnya dapat berjalan sendiri, dan harus pandai memperkerjakan orang yang lebih pandai (secara akademis) daripada dirinya.

Jika anda adalah orang yang tidak dapat meninggalkan bisnis anda karena khawatir akan merugi, berarti anda bukanlah bisnisman sejati menurut Kiyosaki. Anda bisa saja tergolong sebagai orang yang di kuadran S, self employed.

Sering saya melihat contoh seperti ini di rumah makan padang, sang pemilik biasanya menjadi kasir di rumah makan padang tersebut. Apakah karena sang pemiliki tidak mempercayai karyawannya dalam mengelola pemasukan dari pelanggan? Yang jelas jika ini terjadi terus menerus, bisa dipastikan tidak ada orang lain yang bisa menangani pekerjaannya, meskipun hanya sebagai kasir. Disini sang pemilik rumah makan sebenarnya bukan berbisnis, tapi ia memperkerjakan dirinya sendiri di rumah makan miliknya.

Terperangkap Hutang

Alasan utama sebagian besar orang berada di sisi kiri kuadran adalah karena sisi itulah yang mereka pelajari di sekolah. Di sekolah kita dikondisikan untuk mendapatkan pekerjaan setelah berhasil menyelesaikan pendidikan formal. Selain itu, saat sekolah kita tidak begitu baik diajarkan mengenai uang, banyak orang berpendidikan yang tidak mengerti bagaimana ia mengolah uang dengan baik. Perlu kedewasaan berpikir dalam mengolah uang, bukan hanya logika yang baik.

Orang yang memiliki penghasilan tetap, akan mudah mendapatkan "fasilitas" berhutang. Semakin kita memiliki hutang, semakin sulit bagi kita untuk mengambil resiko untuk pindah ke sisi kanan kuadran.

Hal ini logis terjadi, jika anda berhutang dalam jangka panjang, anda dituntut untuk terus bekerja dalam masa itu. Dan ketika masa hutang telah habis, anda akan hilang gairah untuk berpindah ke sisi kanan kuadran, anda pun mengambil hutang yang lebih fantastis, dan anda harus semakin giat bekerja.

berhutang --> giat bekerja --> semakin takut mengambil resiko --> berhutang lagi --> bekerja semakin giat --> dst

Kiyosaki menyarankan agar kita berhutang untuk membeli aset, bukan membeli liabilitas. Contohnya adalah jika anda berhutang untuk membeli mobil. Mobil adalah liabilitas, karena anda perlu melakukan perawatan dan tidak dapat menghasilkan uang yang produktif buat anda, ditambah lagi jika masa hutang sudah habis, harga mobil akan jauh turun di bawah harga hutang kita. Contoh berhutang untuk aset adalah jika anda berhutang untuk membeli rumah kontrakkan, kontrakkan tersebut akan memberikan anda pemasukan yang dapat meringankan beban hutang anda, dan ketika masa hutang sudah habis, kontrakkan masih tetap bisa memberikan pemasukan buat anda.

Lebih baik lagi jika hutang anda dibayar oleh orang lain. Contohnya jika anda berhasil membeli rumah lalu dikontrakkan, dan orang yang mengontrak membayar anda lebih besar daripada nilai cicilan anda. Nikmat bukan?

Semakin Punya Waktu


Orang yang berada di sisi kanan kuadran akan semakin banyak memiliki waktu luang ketika ia semakin berhasil, sebaliknya orang yang berada di sisi kiri kuadran akan semakin tidak memiliki waktu luang ketika pekerjaannya semakin berhasil.

Orang yang berada di sisi kiri kuadran, penghasilannya akan bertambah seiring dengan tanggung jawab pekerjaan yang bertambah. Dengan kata lain jika anda ingin mendapatkan semakin banyak uang, anda harus semakin giat bekerja. Ganjaran dari giatnya anda bekerja adalah waktu anda yang semakin berkurang, padahal penting bagi kita untuk mendidik anak kita secara langsung.

Sedangkan orang yang berada di sisi kanan kuadran, akan semakin luang waktunya ketika bisnis atau investasinya berkembang. Semakin baik bisnis anda, semakin baik pula orang yang bisa anda gaji agar bekerja lebih baik. Semakin melonjaknya nilai investasi anda, uang anda bisa anda distribusikan lagi ke investasi lain. Maka jangan heran, orang yang berada di sisi kanan kuadran adalah orang-orang yang mudah untuk berlibur bersama keluarga.

Menurut ayah kayanya Kiyosaki, perbedaan dari orang miskin dan orang kaya adalah apa yang mereka lakukan di waktu luang mereka.Orang kaya akan meluangkan banyak waktu untuk mempelajari banyak hal-hal baru, sedangkan orang miskin hanya akan menghabiskan waktu luang mereka untuk hal-hal yang tidak produktif secara jangka panjang. Jika anda berada di sisi kiri kuadran yang memiliki sedikit waktu luang, apakah anda masih bisa untuk melakukan ekspansi ilmu pengetahuan?

Keberhasilan adalah guru yang buruk


Kebanyakan orang takut berpindah ke sisi kanan kuadran adalah dikarenakan takut gagal. Banyak pula kejadian ketika sudah berhasil loncat ke sisi kanan kuadran, kegagalan total lah yang mereka temui. Hal ini menyebabkan mereka trauma dan kembali mendiami sisi kiri kuadran. Andai saja orang tersebut berhasil dalam loncatan pertamanya, kelak dia pasti akan menemui kegagalan. Belum tentu ia mampu menahan kegagalan tersebut.

Kenyataanya, menjadi pebisnis atau investor sejati membutuhkan ketrampilan dan ilmu pengetahuan yang cukup, dan kegagalan akan mengasah kemampuan tersebut. Sedangkan keberhasilan hanyalah membuat kita terbuai sehingga lupa untuk terus belajar.

Jadi jika anda terus menerus berhasil dalam berbisnis dan investasi, sehebat apapun anda, siapkanlah mental untuk menghadapi kegagalan. Sedangkan jika anda terus menerus mendapatkan kegagalan, bersyukurlah, karena anda sudah dekat dengan keberhasilan. Untuk berhasil anda harus belajar menaklukkan rasa takut dan berhenti mencemaskan apa yang akan orang lain katakan.

Kebanyakan orang berpikir, tapi tidak bertindak. Hal itu terjadi karena mereka terlalu takut dengan resiko yang terpikirkan. Jika kita melakukan suatu hal, wajar jika melakukan kesalahan, dari kesalahan-kesalahan itulah kita belajar. Banyak hal-hal penting yang hanya dapat kita pelajari dari pengalaman bertindak dan membuat kesalahan, hal-hal tersebut akan mengarahkan kita untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan. Pernahkah anda melihat anak kecil yang tidak pernah jatuh dalam belajar jalan?

Melek finansial

Pengetahuan finansial adalah pengetahuan yang mutlak dimiliki jika anda ingin bertahan di sisi kanan kuadran, begitu Kiyosaki menekankan. Percuma jika anda ingin bermain dengan uang, tapi anda tidak mengenal uang dengan baik.

Pengetahuan yang ia maksud adalah pengtahuan teknis tentang finansial, bagaimana anda membaca laporan keuangan, istilah-istilah dalam keuangan, dampak buruk jika pasar uang sedang turun, dlsb.

Dengan kuatanya dasar ilmu pengetahuan finansial kita, kita tidak dapat dibodohi oleh media atau sales kredit. Kita akan bijaksana dalam menentukan permainan uang kita. Keputusan-keputusan yang kita ambil tidak akan berdasarkan kepada pendapat orang lain, tapi berdasarkan pendapat kita sendiri.

Beruntunglah orang-orang yang mengenyam pendidikan formalnya di bidang finansial atau akuntansi, karena pasti mereka sudah faham betul soal ini. Dan bagi anda yang tidak berpendidikan formal finansial, anda lebih beruntung! karena saat ini sudah ada internet yang dapat memudahkan anda belajar sendiri.


--------------------

Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa di Chapter 2: Membangkitkan Kemampuan Anda (belum terbit)


sumber gambar:
vulcanpost.com
hindarihutang.blogspot.com
lesprince.com
www.forbes.com
arbyansenkbaw.blogspot.com