My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Berurusan Dengan Tukang Bangunan

Berurusan dengan tukang bangunan itu susah susah gampang, dan lebih sering ngeselinnya. hehe. Saya juga pernah nulis ide START UP tentang masalah ini, silahkan baca dulu: https://www.garoblogz.com/2020/01/ide-bisnis-tukang-bangunan-panggilan.html
ilustrasi keran proyek bangunan
ilustrasi keran proyek bangunan

Kenapa ngeselin?

1. Kerjaan Simple selalu jadi ribet

Punya masalah di rumah yang simple, kalau panggil tukang tuh kok malah jadi ribet. Misal bocor 1 titik, setelah abang nya cek, eh ternyata harus ganti ini lah itu lah, harus beli ini lah itu lah, dan seterusnya. Apa anda pernah mengalami?

Karena saya sering mengalami hal ini, saya jadi suudzon, para tukang itu sengaja membuat masalah menjadi ribet supaya kita pakai jasa dia lebih lama, dan dia dibayar lebih besar. Ini logis sekali, karena toh bukankah dokter juga melakukan hal yang sama?

Dan yang bikin kesel lagi, kita itu tidak ada waktu untuk mengerjakan hal simple tersebut. Sebagai contoh di rumah saya ada masalah dengan pompa air, sebenernya saya bisa bisa saja mengerjakannya, tapi membutuhkan waktu lama dan saya sibuk dengan hal lain. Hasilnya ya lagi lagi panggil tukang deh.

Makannya kalau anda sudah menemuka tukang bangunan yang bisa dipercaya, iket terus! simpan no WA nya. Bukankah lebih baik ngasih bonus daripada si tukangnya "membuat-buat" masalah?

2. Harian tidak pernah kurang dari 1 hari

Agak nyambung dengan poin no 1, karena pekerjaan simple jadinya dibikin ribet dan kompleks. Tadinya kita yang memperkirakan pekerjaan bisa diselesaikan 1 hari, hasilnya molor jadi 2 hari. Bahkan sampai 3 hari.

Ini biasanya kalau perjanjian di awalnya adalah pekerjaan harian. Jadi kalau si tukang dibayar per hari. Wajar dong sebagai yang lagi cari uang, daripada kerjaan selesai dan dibayar seharga 1 hari, mending dibikin 2 hari aja, atau lebih. Ini sangat lumrah sekali terjadi.

Buat kita yang budget pas-pas-an ini bikin susah, maju kena mundur kena. Ngerjain sendiri ga bisa, nyuruh tukang pasti mahal.

3. Borongan malah cepat

Berkebalikan dengan poin 2, jika di awal sudah perjanjian bahwa si tukang dibayar borongan alias lumpsum dibayar penuh sepanjang proyek, wah ini kerjaannya bisa cepet bener. Kalau perlu dilemburin!

Melihat hal ini satu sisi kesel, satu sisi ya pasti beginilah aturan mainnya.

4. beliin uang rokok? kasih makan atau ngga? uang kopi?

Hal lain yang selalu bikin bingung  ketika menyepakati kerjasama dengan tukang. Dapet uang rokok ga? dapet uang kopi? nyediain kopi? nyediain makan?

baiknya anda menyepakati hal ini dari awal untuk hal hal itu. Kalau saya sih lebih suka ALL IN aja, ga ada lagi uang roko atau kopi, ga ada lagi nyediain kopi, kalau air putih boleh lah, ga ada lagi nyediain makan. Suruh tukang bangunan itu nyari sendiri kopi dan makan nya dia.

Sebenernya ini jatohnya jadi lebih mahal sih, misalkan gini: ongkos tukang = 175rb, beli kopi di warung + air nya = 5rb, total kan harusnya 180rb. Tapi tukang bangunan ga akan mau dengan perhitungan sederhana kaya gini, ujung ujungnya dibuletin jadi 200rb kalau ga disediain kopi. Overprice kan?

ya meski overprice, kita jadi ga ribet, toh udah tau mahal masa harus mikirin juga nyediain perintilan perintilan

5. Tidak ada standard harga

Nah saya bingung soal harga tukang, apalagi kalau dipanggil harian ke rumah kita. Kalau Googling dan lihat Buku Harga Satuan Pekerjaan, harganya selalu lebih murah daripada yang tukang minta. Sebagai contoh di Bandung itu terakhir saya cek harga tukang per hari itu sekitar 175rb, tapi selalu saja tukang minta di atas 200rb.

Saya jarang sekali nawar harga, karena saya tau "perih" nya berdagang mempertahankan harga, jadinya ya seringnya saya terima aja bulat bulan penawaran si tukang.

6. Kesimpulan

Jadi tips dan saran buat anda yang mencari tukang bangunan untuk keperluan apapun:

1. Tanya pak RT! pa RT pasti tau tukang bangunan yang terpercaya

2. Selalu bikin kesepakatan di awal, meski tidak ada hitam di atas putih

3. Jika ada waktu, beli material sendiri atau delivery

4. kalau bisa awasi secara langsung kerjaan tukang bangunan

0 Response to "Berurusan Dengan Tukang Bangunan"

Posting Komentar