Ini adalah kelanjutan dari pembahasan saya sebelumnya tentang bagaimana menghadapi kondisi pasar yang sedang turun. Jika Anda belum membaca bagian pertama, saya sarankan untuk meninjaunya terlebih dahulu agar Anda mendapatkan konteks penuh dari pembahasan ini.
Terakhir, saya membahas mengenai prinsip penting: jangan melawan gravitasi. Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika mengetahui pasar sedang turun, baik itu secara kategori tertentu atau lintas kategori? Ini adalah tiga poin penting yang saya terapkan:
1. Jangan Lawan Gravitasi
Pastikan Anda memahami prinsip ini. Penting untuk mengetahui mengapa pasar turun, baik secara makro maupun mikro. Validasi ini sangat krusial. Jika saya memiliki banyak toko, proses validasi menjadi lebih mudah. Namun, jika Anda hanya memiliki satu toko, validasi bisa dilakukan dengan berdiskusi bersama teman sesama penjual di kategori yang sama.
Jika Anda menyebut seseorang teman dan dia tidak mau berbagi informasi tentang kondisi pasar (turun atau naik), mungkin dia bukan teman sejati. Teman yang baik akan membuka dashboard dan berbagi informasi apa adanya. Saya sendiri sedang membangun komunitas bernama Kelle Ketek, singkatan dari Komunitas Seller Konkrit dan Praktik. Di ghanirozaki.com, kami telah berkumpul 18 kali, saling membuka dashboard untuk menjadi teman sejati yang saling membangun. Jika tertarik bergabung, kami berkumpul secara offline setiap hari Selasa di Bandung.
Kembali ke validasi pasar. Akan sangat mudah jika Anda memiliki minimal tiga toko seperti saya. Jika ketiga toko saya menunjukkan penurunan penjualan, ditambah lagi Google Trends dan volume pencarian juga turun, ini sudah menjadi konfirmasi bahwa pasar memang sedang dalam tren menurun. Contoh paling nyata adalah fenomena Labubu beberapa waktu lalu; semuanya turun. Dalam kondisi seperti ini, jangan dilawan. Melawan gravitasi hanya akan memperparah keadaan, mungkin omzet Anda terlihat naik, tetapi profit bisa sangat tergerus, bahkan membuat rugi dan kesulitan arus kas.
Jika tiga indikator ini (banyak toko sama-sama turun, Google Trends turun, volume pencarian turun) terpenuhi, jangan melawan gravitasi. Lebih baik bersabar. Namun, jika ada salah satu dari tiga indikator ini tidak terpenuhi (misalnya tiga toko Anda turun, tetapi Google Trends dan volume pencarian naik), berarti ada masalah di toko Anda, bukan di pasar secara umum. Mungkin harga Anda kemahalan atau ada faktor lain di marketplace yang perlu diperbaiki. Berdasarkan pengalaman saya, ketiga poin ini harus terpenuhi sebelum Anda memutuskan untuk tidak melawan gravitasi.
2. Gas Habis-habisan Saat Naik, Defensif Saat Turun
Setelah 10 tahun berjualan online, saya menyimpulkan sebuah prinsip penting: lebih baik tancap gas habis-habisan saat pasar sedang naik, dan bersikap defensif saat pasar sedang turun. Saat pasar turun, lebih baik bersabar dan memperbanyak ikhtiar. Namun, ketika pasar sedang naik, kita harus bekerja lebih keras lagi, baik itu dengan mengoptimalkan iklan, memanfaatkan affiliate, atau strategi lainnya.
Banyak yang justru defensif ketika pasar naik karena khawatir dengan stok dan arus kas. Misalnya, jika omzet sudah mencapai Rp4 miliar di bulan November, ada kekhawatiran untuk terus 'ngegas' karena faktor pajak. Namun, jika Anda memiliki banyak toko, masalah ini dapat terpecah, sehingga lebih mudah dikelola. Setiap penjual pasti akan mengalami fase naik dan turun.
Bagi saya, hikmah yang kini tertanam kuat di benak adalah: gas habis-habisan saat naik, dan defensif saat turun. Tentu saja, 'ngegas' saat naik juga memiliki batasannya dan masalahnya berbeda dengan saat turun. Saat naik, masalahnya bisa berupa pending order, retur, ambang batas pajak Rp4,8 miliar, atau manajemen stok. Sedangkan saat turun, masalahnya lebih kepada iklan yang terus terbebani dan stres. Setiap kondisi memiliki tantangannya sendiri.
Saat pasar di atas, saya bisa 'ngegas' total karena saat ini saya menerapkan sistem full dropship, tidak menyetok atau memproduksi sendiri. Ditambah lagi, saya bermain di banyak kategori, ini adalah salah satu manfaat besar dari memiliki banyak toko. Ketika pasar naik, saya akan memaksimalkan semua cara: affiliate, endorsement, flash sale, iklan, dan lainnya. Sebaliknya, saat pasar turun, saya lebih memilih bersikap defensif. Jika diakumulasikan, keuntungan saat 'ngegas' di kondisi pasar naik biasanya tebal. Sementara saat defensif di kondisi pasar turun, kerugian mungkin terjadi karena adanya biaya tetap seperti gaji karyawan. Namun, jika dibandingkan, strategi ini jauh lebih baik daripada 'ngegas' di kedua kondisi, karena 'ngegas' saat pasar turun, menurut pengalaman saya, akan sangat menyakitkan.
3. Jangan Main Satu Kategori
Sebagai seorang pedagang (saya lebih suka menyebut diri saya pedagang daripada pebisnis, karena Rasulullah SAW juga berdagang), saya tidak peduli jika ada yang menganggap ini belum 'entrepreneurship' dan saya masih sekadar berdagang. Saya fokus pada cuan. Jika fokus Anda adalah cuan, maka jangan hanya terpaku pada satu kategori produk.
Kecuali jika fokus Anda adalah branding. Jika fokusnya branding dan ingin menjadi produk terkeren di Indonesia, maka fokus pada satu kategori adalah pilihan tepat. Namun, jika fokus Anda adalah uang dan cuan, mengapa tidak bermain di banyak kategori?
Banyak orang yang tidak mau keluar dari zona nyaman. Zona nyaman adalah musuh terbesar bagi semua manusia yang ingin produktif, terutama para pebisnis. Pebisnis dituntut dari berbagai sisi: pemerintah, marketplace, pelanggan, retur, dan banyak lagi. Oleh karena itu, saya sarankan: jangan main satu kategori. Ayo dobrak zona nyaman Anda, terutama jika Anda pedagang yang fokusnya adalah cuan.
Semoga artikel ini bermanfaat. Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan komunitas kami di Bandung, yang sedang berjuang bersama untuk bertumbuh, Anda bisa melihat informasinya di ghanirozaki.com. Kami berkumpul setiap Selasa. Selain itu, jika Anda ingin mengecek volume pencarian untuk produk Anda, di ghanirozaki.com juga tersedia tools 'Pembuka Seller' yang bisa Anda gunakan untuk melihat volume iklan di Shopee. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Menghadapi Pasar Turun: Jangan Lawan Gravitasi!"
Posting Komentar