My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Mengatasi Tantangan Jualan di Shopee: Dari Margin Tipis hingga Iklan Otomatis yang "Salehah"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman Ghanirozaqi.com!

Pada sesi forum harian kali ini, saya kembali berkesempatan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan keluh kesah teman-teman seputar berjualan online, khususnya di Shopee. Semoga jawaban yang saya berikan bisa bermanfaat untuk strategi bisnis Anda ke depan. Mari kita simak beberapa poin penting dari diskusi kita!

1. Strategi Margin Tipis dan ROAS untuk Pemula

Seorang teman yang baru memulai berjualan di Shopee menanyakan tentang produk sabun kosmetik dengan margin yang sangat tipis, hanya sekitar Rp3.000-Rp4.000 per produk. Dengan ROAS yang dipasang di 50, dia bingung apakah lebih baik menaikkan harga jual dan menurunkan ROAS, atau menjaga ROAS tetap tapi menurunkan harga jual.

Saran saya: Untuk produk yang berasal dari distributor dengan merek yang sudah terkenal dan banyak reseller, ini tidak terlalu newbie-friendly. Tingkat keberhasilannya sangat kecil. Jika memang harus memilih, saya lebih menyarankan untuk menaikkan harga jual dan menurunkan ROAS. Namun, jika memungkinkan, mempertimbangkan untuk mengganti produk mungkin adalah pilihan yang lebih baik.

2. Masalah Pengiriman Produk Cair (Terindikasi Berbahaya)

Pertanyaan berikutnya datang dari teman yang mengalami masalah pengiriman produk cair. Pesanan tidak bisa dikirim karena jasa pengiriman tidak mendukung atau produk terindikasi berbahaya, terutama untuk pengiriman antar-pulau.

Tanggapan saya: Terus terang, saya belum memiliki pengalaman menindaklanjuti masalah ini secara spesifik. Ini memang peraturan baru yang perlu kita pelajari bersama solusinya.

3. Mengatasi Return To Sender (RTS) Akibat Pembeli yang "Ngaco"

Seorang penjual herbal yang baru saja winning produknya menghadapi masalah RTS yang tinggi karena pembeli membatalkan pesanan dengan alasan yang kurang jelas (misalnya, "tidak sengaja terpencet" atau "anak yang memesan"). Dia bertanya berapa persen RTS yang masih bisa ditoleransi, dan apakah sebaiknya mematikan COD.

Saran saya: Pertama, cek terlebih dahulu berapa tingkat RTS produk Anda menggunakan tools yang tersedia. Secara umum, tingkat RTS yang baik adalah di bawah 5%, idealnya sekitar 3%. Jika sudah 10%, itu terlalu tinggi.

Untuk masalah COD, Anda bisa mengakali dengan mematikan fitur COD hanya untuk opsi pengiriman "Hemat", tetapi tetap mengaktifkannya untuk pengiriman "Reguler" atau standar. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol risiko RTS sambil tetap menawarkan COD kepada pembeli.

4. Pengaruh Perubahan Deskripsi Produk terhadap Traffic

Seorang teman bertanya apakah mengubah deskripsi produk dapat memengaruhi traffic toko. Dia mengamati bahwa setelah mengubah deskripsi, traffic tokonya justru menurun.

Tanggapan saya: Berdasarkan pengalaman saya, perubahan deskripsi produk tidak berpengaruh signifikan terhadap traffic. Deskripsi lebih memengaruhi tingkat konversi pembeli. Jika traffic menurun, mungkin ada faktor lain yang berperan.

5. Dampak Perubahan Alamat Toko terhadap Penjualan

Seorang pemilik toko baru menceritakan bahwa setelah memindahkan alamat tokonya dari Bekasi ke Pemalang, penjualan organiknya anjlok, bahkan iklan pun menjadi boncos. Dia bertanya apakah ini disebabkan oleh perubahan alamat.

Saran saya: Meskipun terdengar seperti bercanda, ada kalanya mengembalikan alamat ke kota besar seperti Bekasi bisa membantu. Pengalaman saya, perpindahan antar kota besar (misal: Bogor ke Bandung) tidak terlalu berpengaruh. Namun, Shopee saat ini memang menempatkan pentingnya geotagging. Coba juga periksa apakah fitur COD Anda tidak sengaja mati setelah perubahan alamat, karena ini sering terjadi.

6. Kapan Sebaiknya Memulai Iklan untuk Toko Baru?

Pertanyaan menarik dari seorang teman yang baru membuka toko dengan dua produk saja: kapan waktu yang tepat untuk mulai beriklan? Apakah setelah memiliki 10 produk atau bisa langsung?

Saran saya: Saya pribadi selalu memulai iklan sejak produk pertama diunggah. Tujuannya bukan untuk langsung ngegas dan dapat penjualan besar, tetapi untuk mempercepat proses evaluasi. Tanpa iklan, traffic organik mungkin ada, tapi evaluasi menjadi lambat. Dengan iklan, kita bisa segera melihat data seperti CTR (Click-Through Rate) dan performa lainnya. Intinya, cepat mulai, cepat evaluasi, dan jika gagal, cepat cari tahu alasannya.

Untuk permulaan, saya biasanya menggunakan iklan produk otomatis (auto). Ini sangat membantu untuk melihat impresi dan mendapatkan gambaran awal performa produk.

7. Efektivitas Iklan Produk Otomatis di Shopee

Pembahasan berlanjut tentang iklan produk otomatis. Apakah iklan otomatis benar-benar berdampak besar pada transaksi atau konversi?

Pandangan saya: Iklan produk otomatis tidak selalu menjamin volume penjualan yang besar, namun menurut saya, saat ini iklan otomatis adalah yang paling "salehah" (aman dan cukup dapat diandalkan). Artinya, jika boncos, tidak akan boncos terlalu parah, dan jika bagus, hasilnya pun lumayan. Kelemahannya adalah kita tidak bisa memilih produk mana yang akan diiklankan secara spesifik.

Jika Anda memiliki budget iklan yang cukup dan yakin dengan produk otomatis, saya sangat merekomendasikannya. Namun, jika Anda adalah seorang operator yang tidak tahu profit margin produk, penting untuk bertanya langsung kepada pemilik barang berapa ROAS yang diinginkan agar strategi iklan bisa lebih terarah.

Demikian rangkuman dari sesi tanya jawab kita kali ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua yang sedang berjuang di dunia e-commerce. Sampai jumpa di forum berikutnya!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Mengatasi Tantangan Jualan di Shopee: Dari Margin Tipis hingga Iklan Otomatis yang "Salehah""

Posting Komentar