My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Tips Mengatasi Iklan Shopee 'Boncos', Urusan NIB, Hingga Tantangan Pajak Omset Miliaran

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman! Senang sekali bisa kembali menyapa Anda semua di forum harian ini. Setelah dua hari kemarin sempat absen, saya akhirnya kembali lagi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang masuk.

Strategi Mengatasi Iklan Shopee yang 'Boncos' Setelah ROAS Tinggi

Seorang teman, Mas Iqbal Maulana, menanyakan tentang iklan grup Shopee. Ia menggunakan empat produk dalam satu grup iklan dengan budget Rp25.000 per hari. Dalam sepuluh hari, ROAS (Return on Ad Spend) dan targetnya tercapai dengan baik. Namun, belakangan ini, ia melihat iklannya cepat 'nge-spend' karena ada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak. Setelah ia menambah budget, iklannya malah jadi 'boncos' dan spend-nya terasa tidak berkualitas, seperti banyak ATC (Add to Cart) tapi tidak ada pembelian. Kejadian ini sudah berulang selama tiga hari, sehingga ia memutuskan untuk tidak mengisi saldo iklan jika ROAS sudah tercapai.

Saya jelaskan bahwa secara mekanisme, ini memang sering terjadi. Ketika ada pembeli dalam jumlah besar, ROAS akan melonjak tinggi. Shopee secara algoritma tidak ingin ROAS kita terlalu tinggi; mereka akan mencoba menurunkannya mendekati target ROAS yang kita set. Akibatnya, mereka akan mencari audiens lain yang mungkin kualitasnya kurang baik, sehingga ATC rendah dan spend menjadi tidak efektif. Ini adalah pengalaman umum yang dialami banyak seller.

Jika ini kejadian pertama, saya menyarankan untuk ikhlas dan sabar. Biarkan saja iklan berjalan mengikuti strategi sebelumnya. Namun, jika ini berulang, ada beberapa opsi:

  1. Tetap sabar dan ikuti alur.
  2. Coba matikan iklan lalu nyalakan lagi. Ini seperti mereset algoritma dan peluang berhasilnya sekitar 50%. Ada risiko iklan akan berjalan lebih buruk, tapi biasanya tidak sampai 'kebakaran' parah.
  3. Jika Anda memutuskan tidak top up saldo lagi setelah mencapai target karena takut boncos, itu juga merupakan keputusan yang tepat. Biarkan saja iklan berhenti jika saldo habis dan Anda merasa lebih aman.

Jika ingin mencoba meningkatkan budget secara bertahap, seperti menambahkan Rp5.000 menjadi Rp30.000, saya sarankan menunda dulu jika masih ada kekhawatiran boncos. Anggap saja ini sebagai biaya testing. Kadang, ada kalanya iklan yang terlihat 'kebakaran' justru bisa mendapatkan pembelian besar yang menguntungkan. Namun, memang lebih seringnya hasil menjadi jelek. Jadi, keputusan ada di tangan Anda.

Memahami Notifikasi NIB: Perlu Panik atau Abaikan Saja?

Muhammad Rendy Ferdian dari Bandung menanyakan tentang notifikasi untuk membuat NIB (Nomor Induk Berusaha). Ia bingung apakah toko di bawah omset Rp500 juta juga wajib membuat NIB, atau apakah ini bisa diabaikan dulu.

Terus terang, banyak seller yang pusing dengan notifikasi semacam ini. Saran saya, untuk saat ini, abaikan saja. Peraturan mengenai NIB untuk UMKM masih memiliki tenggat waktu yang panjang, dan ada banyak perubahan kebijakan. Jangan terlalu dipusingkan dengan hal-hal yang belum mendesak. Fokus saja pada penjualan.

Ekspansi Merek di Shopee Mall: Strategi dan Risiko

Mas Soni Ramadan bertanya tentang Shopee Mall. Ia berencana mendaftar Shopee Mall menggunakan satu merek utama (merek A) agar prosesnya mudah. Setelah Mall-nya jadi, ia ingin menambah merek lain (merek B dan C) meskipun merek-merek ini mungkin belum memenuhi semua persyaratan verifikasi, tetapi penjualannya bagus. Apakah ini aman atau justru membahayakan Shopee Mall yang sudah ada?

Saya pastikan bahwa hal ini aman. Setelah Shopee Mall Anda disetujui, Anda bebas menambahkan merek lain, bahkan merek yang belum terdaftar atau bahkan brand orang lain. Ini tidak akan memengaruhi status Shopee Mall Anda. Persyaratan awal pendaftaran itu hanya sebagai 'jalur masuk' saja. Banyak juga yang pada akhirnya menjual barang KW di Shopee Mall dan sejauh ini aman-aman saja.

Pendaftaran Shopee Mall ini prosesnya manual, bukan sistem otomatis. Jadi, persetujuan sangat bergantung pada lobi dan komunikasi dengan pihak Shopee. Anda bisa saja menghapus atau mengarsipkan produk merek lain sementara saat pendaftaran awal, lalu meluncurkannya lagi setelah Mall disetujui. Pihak Shopee biasanya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini.

Mengatasi Poin Penalti Akibat Keterlambatan Pengiriman

Seorang teman menanyakan cara mengajukan banding poin penalti akibat pengiriman terlambat, yang disebabkan oleh ekspedisi di lokasinya yang sering menampung paket 1-2 hari. Ia baru mendapatkan dua poin penalti.

Dua poin penalti itu sebenarnya tidak perlu dipusingkan. Angka sekecil itu tidak akan terlalu memengaruhi toko Anda. Daripada membuang energi untuk banding yang prosesnya ribet dan belum tentu berhasil (CS seringkali tidak memahami kondisi di lapangan), lebih baik fokus mencari solusi lain, seperti mencari agen ekspedisi lain yang lebih responsif. Saya tidak punya ramuan pasti agar banding diterima, karena memang sulit.

Keterlambatan pengiriman seringkali terjadi jika Anda mengirimkan paket di sore hari. Karyawan ekspedisi, terutama agen SPX, gajinya kecil dan bekerja 7 hari seminggu. Wajar jika kinerja mereka tidak selalu optimal, apalagi jika paket tidak terlalu banyak. Saran saya, jangan terlalu diambil pusing untuk penalti kecil. Lebih baik cari cara agar pengiriman lebih lancar.

Menghadapi Pajak untuk Omset di Atas Rp4,8 Miliar: Langkah Selanjutnya

Mas Alzaelani memiliki beberapa toko di berbagai platform (TikTok, Shopee) dengan omset gabungan yang sudah tembus di atas Rp4,8 miliar. Ia tahu bahwa omset ini digabung per satu KTP. Meskipun sudah memisahkan beberapa toko, ada dua toko yang tetap melewati batas tersebut. Ia bertanya apa yang harus dilakukan, terutama terkait pembukuan.

Pembukuan itu adalah hal sangat penting, bukan hanya untuk pajak tetapi untuk kesehatan bisnis Anda secara keseluruhan. Jadi, langkah pertama yang argen adalah beresin pembukuan. Setelah itu, lakukan simulasi:

  1. Apakah Anda masih sanggup dan kompetitif jika harus membayar PPN?
  2. Apakah Anda sanggup membayar tunggakan pajak tahun-tahun sebelumnya (jika ada)?

Jika perhitungan menunjukkan Anda tidak sanggup atau bingung, segera cari konsultan pajak profesional. Masalah pajak itu kompleks, bisa menyangkut histori pekerjaan Anda sebelumnya, SPT pribadi, dan lain-lain. Konsultan pajak akan membantu Anda merunut semuanya.

Jika omset Anda sudah Rp4,8 miliar, itu angka yang sangat besar. Jika Anda tidak sanggup membayar pajak, berarti ada yang salah dengan bisnis Anda—profit mungkin terlalu kecil dibandingkan omset. Konsultan akan membantu menganalisis ini.

Ada saran untuk membuat PT atau CV. Ini memang bisa membedakan entitas hukum, tetapi perlu diingat bahwa omset sebelumnya yang sudah tercatat atas nama pribadi sangat mungkin tetap terlacak. Laporan pajak harus jujur dan wajar, biasanya dirunut 3-5 tahun ke belakang.

Untungnya, Mas Alzaelani baru tembus omset sebesar itu di tahun ini. Ini membuat situasinya lebih mudah ditangani. Langkah terbaik adalah hitung dulu omset dan profit Anda. Simulasi pembayaran PPN dan tunggakan pajak (jika ada). Setelah punya data ini, baru bawa ke konsultan pajak. Konsultan tidak bisa membantu optimal tanpa data yang jelas dari Anda.

Jangan panik sampai ingin "suntik mati" toko Anda jika tidak nutup. Selalu ada jalan untuk diperjuangkan. Intinya, hitung dulu. Karena jika Anda datang ke konsultan tanpa data, mereka juga akan meminta Anda menghitungnya terlebih dahulu.

Meskipun Anda merasa pembukuan belum rapi, laporan pembukuan pajak itu sebenarnya cukup simpel dan ada template-nya dari DJP. Anda tidak harus melaporkan secara real, kok. Banyak pengusaha yang tidak melaporkan secara real.

Jangan Lewatkan Webinar Pajak!

Berbicara tentang pajak, saya, Ghani Rozaqi, ingin mengingatkan teman-teman semua. Besok ada webinar pajak yang bisa sangat membantu Anda memahami lebih dalam. Pajak itu seperti olahraga: kita tidak akan merasakan sakitnya sampai sudah terlambat. Daripada nanti Anda kena surat cinta dari pajak, lebih baik belajar dari sekarang.

Webinar ini terjangkau dan diisi oleh istri saya. Beliau mungkin bukan ahli pajak dengan pengalaman puluhan tahun, tetapi beliau sangat paham bagaimana dinamika online shop bekerja. Ini berbeda dengan konsultan pajak yang jago aturannya tapi kurang 'ngeh' dengan realitas bisnis online. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi ghanirozaqi.com. Link webinar akan saya berikan nanti.

Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu. Insyaallah, kita akan kembali di sesi selanjutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

0 Response to "Tips Mengatasi Iklan Shopee 'Boncos', Urusan NIB, Hingga Tantangan Pajak Omset Miliaran"

Posting Komentar