My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Pengalaman Retur Pengiriman Cepat: Barang Hilang dan Pentingnya Cek Retur

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang retur pengiriman cepat yang barangnya entah ke mana. Saya rutin mengecek status retur setiap hari Senin untuk memastikan barang sudah kembali atau belum.

Menurut saya, pengecekan retur lebih mudah menggunakan BigSeller, bahkan jika Anda hanya memiliki satu toko. Bagi yang belum mendaftar BigSeller, saya sangat merekomendasikannya. Proses pendaftarannya mudah, dan ada banyak tutorial yang tersedia, jauh lebih praktis dibandingkan menggunakan Seller Center langsung.

Kasus Retur Pengiriman Cepat yang Bermasalah

Saya ingin berbagi pengalaman tentang retur pengiriman cepat yang barangnya tidak jelas keberadaannya. Jujur, saya jarang sekali menggunakan opsi pengiriman cepat. Sepertinya ada beberapa pesanan yang terkirim secara tidak sengaja menggunakan metode ini, dan kemudian diretur karena tidak terjadi penjualan. Yang menjengkelkan adalah barangnya kini entah di mana.

Ini adalah salah satu contoh retur tersebut. Ciri khas pengiriman cepat adalah nomor pesanannya yang panjang. Produk yang diretur adalah sepatu wanita. Pengembalian terjadi karena tidak ada pesanan dari pembeli.

Intinya, jika Anda menggunakan pengiriman cepat, produk Anda akan disimpan sementara di gudang Shopee (bisa di Surabaya, Bogor, Jakarta, atau lokasi lain). Jika ada pembeli yang memesan produk tersebut (mungkin bersamaan dengan produk lain atau tidak), barang bisa langsung dikirim bahkan di jam-jam pagi. Konsepnya memang pengiriman yang cepat dan bisa dikombinasikan dengan produk lain. Namun, kita tidak bisa mengontrol apakah barang tersebut akan dibeli atau tidak. Ibaratnya, kita memiliki 'dua gudang', yang berarti stok barang harus lebih banyak.

Saya memeriksa, dan biasanya retur normal memiliki bukti pengiriman. Namun, untuk pengiriman cepat, bukti pengiriman ini tidak ada. Statusnya 'pesanan dikembalikan ke agen atau pengirim'. Saya sudah cek di alamat toko saya, juga di supplier, bahkan di gudang pribadi dan gudang karyawan, tidak ada barangnya. Ini berarti saya harus menghubungi CS Shopee atau CS SPX, yang tentu saja merepotkan.

Proses pengembalian sudah dilakukan, namun tidak ada detail koordinat atau gambar yang jelas mengenai lokasi pengembalian, tidak seperti retur normal. Saya sudah mencari barangnya di alamat toko, supplier, dan gudang saya, namun tidak ditemukan. Akhirnya, saya harus menghubungi Customer Service, sebuah proses yang rumit.

Pelajaran Penting dari Pengalaman Ini

Ada beberapa pelajaran penting dari pengalaman ini:

1. Pengiriman Cepat: Risiko Lebih Besar dari Benefit

Menurut saya, benefit pengiriman cepat jauh lebih rendah dibandingkan risikonya. Apa saja benefitnya? Pertama, jika Anda sering mendapatkan pesanan dengan pengiriman cepat dan beruntun, ini bisa menjadi indikasi bahwa produk Anda sedang 'dilirik' oleh algoritma dan berpotensi laris. Namun, ini tidak mutlak, karena banyak produk lain yang juga laris tanpa pengiriman cepat. Kedua, dari sisi penjual, algoritma bisa 'lebih menyukai' toko Anda jika sering menggunakan pengiriman cepat. Bagi pembeli, keuntungan utamanya tentu adalah pengiriman yang lebih cepat, yang juga menguntungkan platform e-commerce seperti Shopee karena pembeli menjadi lebih senang.

Namun, benefit-benefit tersebut menurut saya jauh lebih rendah dibanding risikonya. Apa saja risikonya? Yang utama adalah cash flow harus sangat kuat. Jika tiba-tiba ada 500 pesanan pengiriman cepat, dana tersebut tidak akan cair dengan cepat. Mekanismenya lebih lambat dari pengiriman normal. Jika pengiriman normal membutuhkan 7-10 hari untuk dana cair, pengiriman cepat mengharuskan barang sampai ke gudang Shopee dulu, menunggu ada pesanan, baru dikirim ke pembeli, dan akhirnya dana cair ke kita. Ini berarti prosesnya lebih panjang.

Risiko cash flow sangat besar, seolah-olah Anda harus memiliki dua gudang. Jika cash flow tidak kuat, ini bisa menjadi beban tambahan dan bahkan merugikan. Oleh karena itu, saya tidak merekomendasikan pengiriman cepat karena risikonya jauh lebih besar daripada benefitnya.

2. Retur Harus Ditangani dengan Serius

Pelajaran kedua adalah retur harus ditangani dengan serius. Meskipun secara rasio jumlahnya kecil, ini adalah hak Anda sebagai penjual. Jika dibiarkan, ekosistem e-commerce bisa memburuk, mengingat sudah banyak kasus kurir yang mengambil barang seller. Jika kita diam, praktik semacam ini akan semakin menjamur.

Memang berat, terutama jika volume paket banyak, karena mungkin memerlukan orang khusus untuk mengecek retur. Ini berarti ada biaya tambahan, apalagi jika profit margin sudah tipis. Namun, ini adalah hal yang harus dilakukan dengan serius, bagaimanapun caranya. Salah satu cara yang saya rekomendasikan adalah menggunakan BigSeller. Dengan BigSeller, saya merasa sangat mudah mengecek retur, cukup seminggu sekali untuk memastikan barang sudah kembali atau belum. Fitur ini tersedia di BigSeller.

Jika Anda tertarik, bisa mendaftar BigSeller dan jika ada pertanyaan tentang penggunaannya, jangan ragu untuk bertanya kepada saya di ghanirozaqi.com atau tim BigSeller. Semoga artikel ini bermanfaat. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Pengalaman Retur Pengiriman Cepat: Barang Hilang dan Pentingnya Cek Retur"

Posting Komentar