Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Setiap hari, saya mencoba menjawab pertanyaan atau keluhan teman-teman. Semoga saya bisa membantu, dan mohon maaf jika jawabannya kurang memuaskan atau tidak berhasil. Mari kita mulai dengan sesi konsultasi ini.
Mengatasi ROAS Iklan yang Turun Drastis
Seorang teman, Mas Budi Holi, menyampaikan keluhannya. ROAS (Return On Ad Spend) iklannya yang awalnya bagus tiba-tiba turun drastis. Ia bingung apakah harus dijeda atau diubah, serta apakah beralih ke otomatis akan memperburuk keadaan.
Saya bertanya seberapa signifikan penurunannya. Mas Budi menjelaskan bahwa orderan yang biasanya 10 per hari untuk satu produk winning, kini hanya dua atau tiga saja, dan ini sudah berlangsung hampir seminggu. Produk lainnya tetap stabil, hanya produk ini saja yang mengalami penurunan drastis.
Melihat kondisi ini sudah berjalan seminggu, saya menyarankan untuk mengaktifkan mode 'auto' terlebih dahulu daripada terus menaik-turunkan ROAS secara manual. Mas Budi kemudian teringat bahwa saldo iklannya sempat habis sebelum penurunan ini terjadi. Saya menjelaskan bahwa saldo iklan yang habis memang bisa menghilangkan momentum, namun dampaknya seharusnya tidak sampai seminggu menjadi sangat sepi.
Saya menyarankan untuk mencoba mode otomatis. Jika budget harian, misalnya Rp25.000, tidak habis terpakai di mode otomatis, kemungkinan besar produk tersebut memang sedang 'disembunyikan' atau performanya lagi turun. Dalam kondisi seperti itu, mungkin lebih baik menurunkannya dulu.
Ketika Iklan Otomatis Tidak Efektif
Selanjutnya, Kang Kecap Official juga mengalami hal serupa. Ia sudah mencoba mode otomatis, namun rekomendasinya sangat rendah, hanya sekitar 1-2. Ini menunjukkan bahwa keseimbangan pasar untuk produk tersebut memang sudah di titik itu, dan kita tidak bisa memaksakan lebih.
Dengan budget Rp25.000, iklannya cepat sekali habis. Ia bertanya apakah harus menambah budget atau membiarkannya dulu agar orderan naik. Saya tegaskan untuk tetap menggunakan budget Rp25.000 dan bersabar. Meskipun traffic tinggi dan spending besar, belum tentu akan kembali winning, apalagi jika rekomendasinya sudah sangat rendah. Anggap saja ini sebagai 'uang panjer' agar produk tidak sepenuhnya tenggelam, sambil menunggu pasar membaik. Jika dipaksakan, kemungkinan besar akan boncos.
Memahami Fitur Fleksi Shopee
Kemudian, Mas Ayuda bertanya tentang fitur 'Fleksi' di Shopee. Saya menjelaskan bahwa fitur ini umumnya positif, namun sangat tergantung pada kategori produk. Untuk fashion muslim, fashion anak, dan sport, fitur ini cenderung bagus. Untuk kategori lain, saya belum memiliki data yang cukup.
Mas Ayuda juga menanyakan perbedaan antara program 'Fleksi' dengan 'Shopee International Platform' (SIP) yang pembelinya dari luar negeri. Saya menjelaskan bahwa perbedaannya ada di sisi pelanggan. Program Fleksi menawarkan pengiriman door-to-door langsung dari kita ke customer. Sementara itu, untuk SIP, kita mengirimkan produk ke sorting center Shopee (di Cakung, Bogor, atau Surabaya), yang berarti proses pengirimannya akan lebih lambat bagi pelanggan. Dari sisi penjual, kita tidak bisa memilih atau melakukan intervensi.
Sebelum mengakhiri, saya ingin mengingatkan bahwa bootcamp Ternak Toko batch 17 sedang dibuka. Pelatihan ini akan dimulai akhir September, dengan sesi Zoom setiap Jumat selama 8 minggu.
Jika tidak ada lagi pertanyaan, terima kasih banyak atas partisipasinya. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Mengatasi ROAS Iklan yang Turun Drastis dan Fleksi Shopee"
Posting Komentar