Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman. Kali ini saya ingin berbagi rangkuman dari sesi forum harian kita, di mana saya mencoba menjawab berbagai pertanyaan seputar dinamika berjualan di e-commerce, khususnya terkait iklan dan penurunan orderan. Banyak pertanyaan menarik yang muncul, dan mudah-mudahan rangkuman ini bisa memberikan pencerahan untuk Anda.
Kategori Fashion Lagi Turun Drastis?
Salah satu pertanyaan yang sering saya terima belakangan ini adalah soal penurunan orderan yang drastis, bahkan sampai 50%. Mas Hamzah Arsyaka, salah satu teman kita, merasakan hal ini khususnya di kategori fashion setelan anak dan dewasa. Memang, ini bukan kejadian tunggal. Rata-rata, saya melihat kategori fashion sedang mengalami penurunan. Meskipun ada toko yang stabil, namun banyak juga yang mengalami penurunan performa signifikan.
Ketika ada toko yang stabil tapi toko lain drop, pertanyaan yang muncul adalah: kenapa? Kunci utamanya ada pada conversion rate. Jika traffic ada dan conversion rate-nya sama, biasanya ini hanya butuh kesabaran. Namun, jika kedua-duanya (traffic dan conversion rate) turun, itu baru sinyal bahaya. Jadi, penting untuk selalu memantau angka konversi Anda.
ROAS Melempem, Haruskah Langsung Auto Ads?
Topik lain yang tak kalah sering dibahas adalah iklan. Mas Reza Rahmat bertanya, “Kang, kalau iklan ROAS melempem, kan saya sering menyarankan untuk di-auto dulu ya?” Memang, saya sering menyarankan demikian. Saat iklan ROAS melempem, beralih ke iklan auto seringkali mampu mendatangkan traffic.
Namun, masalahnya adalah ketika iklan dikembalikan ke ROAS, traffic-nya bisa hilang lagi. Mengapa demikian? Secara global, ketika toko kita melempem, kemungkinan besar di market sedang jenuh pada ROAS yang kita set. Banyak seller yang menurunkan ROAS-nya atau beralih ke auto, atau memang marketnya sedang turun.
Auto ads berfungsi untuk menjaga agar toko kita tetap muncul di market dan algoritma, meskipun seringkali boncos. Saya sarankan menaikkan ROAS lagi jika Anda sudah 'ikhlas' dengan boncosnya, atau jika sudah ada kenaikan performa signifikan di auto ads, terutama dari sisi impression. Ini adalah masalah 'timing' kapan kita kembali ke ROAS, terutama untuk produk yang pernah 'winning'.
Mas Reza juga heran mengapa produk resellernya yang sama persis bisa laris manis sementara miliknya melempem. Ini hal yang umum terjadi. Tidak mungkin dua toko dengan produk yang sama akan selalu berbarengan performanya. Akan ada masanya toko Anda naik dan toko reseller Anda turun, dan sebaliknya. Ini lebih pada masalah 'sabar' dan waktu.
Bagi saya pribadi, jika produk sudah pernah winning dan market sedang turun, saya lebih memilih 'sabar' daripada langsung beralih ke auto. Namun, jika Anda memiliki stok banyak dan hanya bermain di satu kategori, mungkin memang perlu menjaga agar iklan tetap 'panas' dengan auto ads agar tetap muncul di permukaan saat market naik.
Iklan Auto Habis Cepat, ROAS Tidak Terserap: Indikasi Red Ocean?
Mas Kang Kecap Official menyampaikan keluhan menarik. Iklan ROAS dengan budget Rp75.000 per hari hanya terserap Rp50.000, tapi begitu di auto ads dengan budget Rp25.000, 2-3 menit langsung habis! Rekomendasi ROAS Shopee untuk auto-nya bahkan 1-2, sementara dia mencoba set di 3.6.
Ini adalah tanda pasar yang 'berdarah' banget, terutama untuk kategori fashion anak seperti celana anak. Rekomendasi ROAS 1-2 di auto ads dari Shopee mengindikasikan bahwa kategori tersebut adalah 'red ocean' atau pasar yang sangat kompetitif. Saran saya, coba upload ulang produk dan perhatikan grouping iklan untuk melihat ROAS yang lebih 'jujur' di market. Jika memang di 1-2, saya pribadi akan mempertimbangkan untuk ganti kategori karena profitabilitasnya akan sangat rendah.
Meskipun traffic naik cepat di auto ads, penjualan tidak ada. Ini poin penting. Mas Ivan menyebutkan conversion rate 13-15% dengan harga jual Rp50.000-Rp60.000. Untuk harga segitu, kita harus mengejar conversion rate di atas 20%. Jika produk winning Anda hanya mencapai 13-15%, saya sebut itu 'winning sakit'. Lebih baik cari winning baru, entah dengan upload produk baru, daripada memaksakan produk lama dengan risiko boncos terus-menerus.
Alternatif Selain Auto Ads: Akselerasi Performa dan Iklan Produk Otomatis
Mas Hamzah Arsyaka juga menanyakan tentang 'Akselerasi Performa' sebagai alternatif saat iklan melempem. Menurut saya, ini patut dicoba. Akselerasi performa tidak 'senyeram' auto ads dalam hal boncos. Namun, inti dari masalah ini seringkali adalah kurangnya kesabaran.
Saya melihat, saat ini iklan produk otomatis seringkali lebih 'santun' hasilnya dibandingkan iklan individual. Mas Hamzah bahkan mencoba 'Iklan Toko Plus' untuk produk winning-nya dan merasakan peningkatan, meskipun di awal sempat boncos. Ini menunjukkan bahwa eksplorasi jenis iklan lain bisa menjadi solusi, terutama untuk toko yang sudah stabil.
Mas Brebro punya produk winning (singlet running harga Rp120.000) dengan ROAS 8 selama 3 bulan, namun tiba-tiba anjlok jadi 2 dan ATC hanya satu dalam 3 minggu. Persentase ATC sangat penting di sini. Jika masih di kisaran 10% (untuk harga Rp120.000, ini wajar), saya pribadi akan membiarkannya. Jangan buru-buru menyalahkan iklan!
Penting untuk diingat, jika produk pernah winning dan tiba-tiba jelek, jangan langsung menjadikan iklan sebagai 'kambing hitam'. Cek faktor lain seperti harga coret, voucher, stok, atau pengaturan ongkir. Jarang sekali masalahnya ada di iklan jika sebelumnya sudah winning. Paniknya seller yang langsung 'autoin' seringkali justru memperburuk market. Kuncinya memang adalah 'sabar'.
Itulah beberapa insight dari diskusi kita mengenai strategi iklan dan menghadapi dinamika pasar e-commerce. Kunci utamanya adalah pemahaman akan kondisi market, kesabaran, serta keberanian untuk mencoba strategi baru atau justru mempertahankan yang sudah ada jika produk Anda memang pernah winning. Saya Ghani Rozaqi, semoga rangkuman ini bermanfaat untuk perjalanan Anda di e-commerce. Jangan ragu untuk berbagi pengalaman atau pertanyaan di blog saya, ghanirozaki.com, atau di forum-forum diskusi kita. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

0 Response to "Strategi Iklan E-commerce: ROAS Melempem, Auto Boncos, Apa yang Harus Dilakukan?"
Posting Komentar