My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Membongkar Tren Daster di Shopee: Pelajaran dari Riset Produk yang Mendalam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya ingin berbagi tentang daster yang sedang ramai di pasaran saat ini. Dulu, daster adalah salah satu kategori impian saya. Menjahitnya mudah dan HPP-nya seharusnya murah. Namun, belakangan ini, motif daster semakin aneh dan sulit untuk diikuti, membuat kategori ini semakin menantang.

Pentingnya Riset dan Pengembangan (R&D) Produk

Kini, saya ingin berbagi penemuan saya. Bagi saya, riset dan pengembangan (R&D) produk — atau mencari tahu produk apa yang sedang diminati — jauh lebih penting daripada pusing memikirkan iklan. Mari kita selami daster apa saja yang sedang ramai berdasarkan pantauan saya.

Tren Daster Yeniwa Official

Pertama, saya menemukan satu merek daster yang sedang naik daun di Shopee, yaitu Yeniwa Official. Saya tidak yakin apakah mereka viral di TikTok atau tidak, tetapi pencarian untuk Yeniwa Official terus meningkat. Dalam sebulan terakhir, mulai 19 Agustus dengan 19.000 pencarian, angka ini terus naik hingga mencapai 22.000 pencarian pada 31 Agustus.

Data ini berasal dari volume pencarian iklan toko di Shopee, menunjukkan ada sekitar 22.000 pencarian dalam 30 hari terakhir, dengan kenaikan sekitar 3.000 pencarian. Meskipun satu orang bisa mencari berkali-kali, yang jelas permintaan (demand) untuk produk ini sedang naik. Saya sudah menelusuri produknya dan harganya cukup bagus, misalnya daster one set polkadot seharga Rp100.000. Perkiraan HPP-nya mungkin sekitar Rp50.000-Rp60.000, jadi harga jualnya cukup baik, sekitar dua kali HPP.

Saya menemukan akun Instagram mereka yang sangat ramai, dengan 266.000 pengikut. Mengikuti toko dengan personal branding sekuat ini akan sulit, terutama bagi pedagang seperti saya, karena pembeli tertarik pada persona, bukan hanya produknya. Namun, fakta bahwa merek ini sedang ramai dan keyword pencariannya meningkat adalah tips penting untuk memantau tren merek.

Mencari Daster Manohara Motif Kopi

Selanjutnya, saya menemukan tren 'Daster Manohara Motif Kopi'. Daster Manohara sendiri sudah menjadi istilah generik, mirip dengan jilbab Bella Square yang awalnya populer karena dipakai oleh aktris tertentu, lalu menjadi nama umum. Saya mencari 'Daster Manohara Motif Kopi' dan menemukan volume pencariannya lumayan.

Namun, saat mencoba mencari produk baru yang laris dengan motif kopi ini, hasilnya kurang memuaskan. Produk yang muncul seringkali bukan motif kopi asli, melainkan hanya 'warna kopi' atau produk obral dengan ulasan buruk dan harga sangat rendah (Rp17.000, Rp7.000), yang tidak masuk akal untuk diikuti. Alat yang saya gunakan (GRN, tersedia di ghanirozaki.com seharga Rp500.000 seumur hidup) menunjukkan produk terlaris di kategori daster ini sudah terjual ribuan dalam beberapa bulan, namun bukan karena motif 'kopi' secara spesifik.

Ternyata, tren 'motif kopi' ini lebih seperti kata kunci generik di Shopee, di mana pencarian 'kopi' akan menampilkan daster terlaris secara umum. Produk 'Manohara Motif Kopi' yang saya temukan laris dengan penjualan 10.000+ adalah produk lama, atau 'recycle', yang sudah umum dalam industri fashion. Meskipun volume pencarian untuk 'Manohara Motif Kopi' naik sekitar 20% (dari 7.500 menjadi 8.900 dalam sebulan), saya belum menemukan produk spesifik dengan motif ini yang baru dan sedang booming.

Daster Kekinian dan Grosir Klambi

Pencarian lain yang menarik adalah 'Daster Kekinian Terbaru 2026' yang melonjak hingga 40.000 pencarian dalam sebulan. Saat saya telusuri, banyak daster dari Pekalongan, Yogyakarta, dan Tasik mendominasi. Namun, mencari produk baru yang langsung laris (minimal 30 terjual dalam sebulan atau satu per hari) cukup sulit. Banyak yang terlaris justru produk lama dengan harga sangat murah, bahkan ada yang Rp20.000-an. Ini menunjukkan persaingan harga yang sangat ketat di kategori daster.

Saya mencoba memfilter harga minimal Rp100.000, tetapi kebanyakan adalah paket bundling. Lalu saya menemukan 'Daster Lowo' dari toko Grosir Klambi, yang dalam 25 hari sudah terjual 213 unit. Grosir Klambi ini memang sering masuk radar saya, mereka punya kekuatan pasar yang luar biasa.

Menurut pengamatan saya, toko Grosir Klambi sangat kuat dalam live selling dan memiliki pengelolaan media sosial yang bagus. Saya melihat gudang mereka sangat besar, menunjukkan skala bisnis yang sudah masif. Sulit untuk bersaing dengan pemain sebesar ini. Saya mencari pedagang biasa yang sukses dan laris, namun sayangnya belum menemukan. Oleh karena itu, pasar daster saat ini menurut saya kurang menarik bagi pemain baru.

Meskipun demikian, dua merek yang patut dipantau adalah Yeniwa dan Grosir Klambi. Grosir Klambi sudah lama saya kenal, sedangkan Yeniwa baru saya sadari, dan sepertinya mereka sukses entah dari mukbang yang jual daster atau sebaliknya. Wallahualam.

Kesimpulan: Fokus pada Produk, Bukan Hanya Iklan

Sebagai penutup, saya ingin menekankan kembali pentingnya fokus pada R&D produk daripada iklan. Pada akhirnya, keberhasilan bisnis ada pada produk itu sendiri. Jika produk bagus (kualitas fisik sesuai harga, permintaan ada, dan sedang naik), produk tersebut bisa 'menjual dirinya sendiri' tanpa terlalu banyak bergantung pada iklan.

Saya sudah membuktikan ini dengan tingkat keberhasilan sekitar 90%. Satu-satunya kegagalan saya baru-baru ini adalah saat mencoba tren Agustusan 2026, penjualan saya sangat buruk. Untuk membantu riset, Anda bisa menggunakan dua jenis tools di ghanirozaki.com: tools R&D yang tadi saya gunakan (yang berwarna biru) dan tools volume search iklan Shopee untuk memantau tren keyword dari waktu ke waktu.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Membongkar Tren Daster di Shopee: Pelajaran dari Riset Produk yang Mendalam"

Posting Komentar