My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Laporan Keuangan vs. Laporan Keuntungan: Tools Odoo dan BigSeller Pilihan Saya untuk Bisnis Online

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman. Akhir-akhir ini, saya sering mendapatkan banyak pertanyaan dan permintaan mengenai tools laporan keuangan. Oleh karena itu, saya ingin membahasnya secara detail di sini.

Memahami Perbedaan Laporan Keuangan dan Laporan Keuntungan

Sebelum kita terlalu jauh membahas tools, mari kita pilah definisi terlebih dahulu. Ada laporan keuangan dan ada laporan keuntungan. Keduanya memiliki fungsi dan tingkat kedetailan yang berbeda.

Laporan keuangan adalah laporan yang sangat detail. Di dalamnya mencakup omset, modal, beban operasional, depresiasi, dan lain sebagainya. Ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan finansial bisnis Anda. Namun, yang seringkali membuat bingung bukanlah tools-nya, melainkan pemahaman dasar tentang laporan keuangan itu sendiri.

Sedangkan laporan keuntungan, seperti namanya, lebih fokus pada berapa banyak keuntungan yang Anda dapatkan. Laporan ini mungkin tidak sedetail laporan keuangan; misalnya, tidak mencakup depresiasi aset, biaya overhead, atau pembayaran gaji. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa menguntungkan penjualan produk Anda secara garis besar.

Pilihan Tools Saya

Untuk Laporan Keuangan: Odoo

Jika Anda mencari tools untuk laporan keuangan yang detail, saat ini saya menggunakan Odoo. Saya pernah mencoba Accurate, namun tidak saya lanjutkan karena biayanya cukup mahal. Odoo ini gratis, dan menurut pengalaman saya, cukup mudah digunakan.

Namun, perlu saya tekankan, meskipun tools-nya gratis dan mudah, akan percuma jika Anda tidak memahami dasar-dasar laporan keuangan. Tools itu ibarat kalkulator. Jika inputnya salah, hasilnya pun akan salah. Kita harus memahami apa yang ingin kita hitung dan mengapa. Setelah paham, proses input di Odoo menjadi sangat mudah.

Saya tidak akan membahas tutorial penggunaan Odoo secara panjang lebar di sini karena ada banyak sekali tutorial yang tersedia secara online, bahkan Odoo juga memiliki fitur AI yang bisa membantu Anda jika bingung. Jadi, fokuslah pada pemahaman konsepnya terlebih dahulu.

Untuk Laporan Keuntungan: BigSeller

Nah, jika tujuan Anda hanya ingin mengetahui keuntungan dari penjualan produk tanpa perlu detail laporan keuangan yang kompleks, saya sangat merekomendasikan BigSeller. Ini super duper mudah digunakan, bahkan jika Anda hanya memiliki satu toko saja.

BigSeller sangat membantu saya dalam melihat laporan keuntungan. Sebagai contoh, laporan keuntungan saya dari BigSeller untuk bulan Agustus tahun ini menunjukkan keuntungan sekitar 14 juta Rupiah dengan margin 12%. Angka ini sudah dikurangi biaya iklan dan harga pokok penjualan (HPP).

Meskipun begitu, penting untuk diingat bahwa angka ini menurut saya belum 'keuntungan bersih' seutuhnya. Misalnya, biaya PPN iklan mungkin belum dikurangi, dan saya juga belum memasukkan biaya gaji karyawan. Jadi, ini lebih tepat disebut keuntungan kotor sebelum operating expenses (OPEX) seperti gaji.

Definisi 'keuntungan bersih' memang bisa berbeda-beda tergantung mazhab masing-masing. Bahkan platform seperti Shopee pun bisa punya definisinya sendiri yang tidak selalu sama dengan standar akuntansi umum.

Kemudahan BigSeller

Salah satu keunggulan BigSeller adalah perhitungannya yang otomatis. Anda tidak perlu repot menginput data penjualan satu per satu. Kuncinya hanya ada di awal, yaitu memasukkan modal atau HPP (Harga Pokok Penjualan) setiap produk.

Memang, jika Anda memiliki 500 SKU, proses input awal ini bisa terasa cukup ribet. Itu adalah investasi waktu di awal. Namun, setelah HPP semua produk terinput, data keuntungan akan langsung muncul dan terhitung secara otomatis. Jika ada peluncuran produk baru, Anda hanya perlu menginput HPP untuk SKU baru tersebut, yang tentunya lebih sedikit.

Laporan keuntungan dari BigSeller ini sangat saya gunakan untuk evaluasi, terutama dalam melihat efektivitas iklan. Jika profit terlihat sehat di BigSeller, saya merasa tenang, bahkan terkadang tidak perlu terlalu detail melihat performa iklan di platform masing-masing. Ini sangat membantu saya dalam mengambil keputusan cepat.

Laporan ini menunjukkan omset penjualan produk setelah dikurangi biaya admin, kemudian dikurangi lagi dengan HPP produk dan biaya iklan. Jadi, ini adalah gambaran yang sangat baik tentang seberapa menguntungkan penjualan produk Anda.

Jadi, jika Anda belum mencobanya, saya sangat merekomendasikan BigSeller. Meskipun ada keribetan di awal untuk input HPP, itu adalah investasi yang sangat berharga untuk mendapatkan laporan keuntungan yang jelas dan otomatis ke depannya. Segera coba BigSeller untuk mendapatkan gambaran keuntungan bisnis Anda.

0 Response to "Laporan Keuangan vs. Laporan Keuntungan: Tools Odoo dan BigSeller Pilihan Saya untuk Bisnis Online"

Posting Komentar