Halo teman-teman! Selamat datang kembali di sesi tanya jawab harian saya. Setiap hari, saya mencoba menjawab pertanyaan dari Anda semua selama sekitar 15 menit. Semoga bisa membantu, ya!
Menjawab Pertanyaan Seputar Pajak Toko Online
Saya memulai sesi hari ini dengan pertanyaan dari Mas Ahmad Zaki mengenai pajak toko online, khususnya bagi mereka yang omzetnya di bawah 500 juta Rupiah. Mas Zaki menanyakan teknis pendaftaran dan persiapannya.
Ini adalah pertanyaan yang cukup teknis. Untuk mendaftar, Anda bisa mencarinya di profil toko Shopee Anda, khususnya di bagian pengaturan profil toko yang berkaitan dengan data KTP. Biasanya ada di bagian bawah.
Penting untuk diingat bahwa yang ditargetkan sebagai wajib pajak adalah orangnya, bukan toko Shopee-nya. Jadi, jika omzet bisnis Anda secara keseluruhan (dari semua toko dan bisnis) belum mencapai 500 juta, Anda bisa mengklaim status tersebut. Mas Zaki juga menanyakan apakah NPWP pribadinya sebagai pegawai kantor akan terakumulasi. Ya, ini akan terakumulasi, jadi Anda harus berhati-hati, terutama jika gaji Anda cukup besar.
Saran saya, lebih baik dipisah saja, karena ada PPH 21 dan PPH 22. Saya menyarankan Mas Zaki untuk segera mengganti NIK yang digunakan untuk tokonya. Masih bisa diubah di Shopee. Jika istri Anda memang sudah fokus berjualan online, Anda bisa menggunakan NIK istri Anda.
Tidak harus istri Anda memiliki NPWP. Cukup NIK-nya saja dulu. Perihal NPWP terkait Shopee ini masih simpang siur, jadi saya sarankan fokus pada PMK 37 ini. Saya belum membuat tutorialnya, tapi ini sangat mudah ditemukan di bagian profil toko. Terima kasih Mas Zaki!
Strategi 'Ternak Toko' dengan Produk Serupa
Selanjutnya, Mas Aziz Nurramdadi bertanya tentang rencananya untuk membuat toko kedua dengan produk yang sama persis (gamis anak), hanya berbeda model atau gambar. Ia khawatir akan terjadi rebutan traffic atau tokonya kena banned.
Untuk produk seperti gamis anak, pasarnya sangat luas, berjuta-juta pembeli di luar sana. Jadi, jangan khawatir akan bersaing dengan toko Anda sendiri. Untuk level dua atau tiga toko, ini masih sangat aman. Tidak akan ada rebutan traffic. Namun, jika Anda sudah berbicara tentang 15, 20, 50, atau bahkan 100 toko, nah, itu ada trik-trik khusus yang saya ajarkan di Bootcamp Ternak Toko (yang sedang open batch 16 ini). Jadi, Mas Aziz, silakan saja gas!
Mengenai kekhawatiran kena banned karena menggunakan satu WiFi, untuk dua toko masih aman. Anda bisa melanjutkan. Terima kasih, Mas Aziz!
Isu Maintenance Shopee dan Dampaknya pada Penjualan
Mas Rifki berbagi pengalamannya tentang adanya maintenance Shopee yang dirasakannya memengaruhi penjualan. Ia melihat banyak voucher yang tidak bisa diklaim, iklan berjalan tapi penjualan sepi, bahkan ada keluhan dari pembeli yang tidak bisa checkout, terutama setelah tanggal kembar.
Memang, hari ini (saat sesi ini berlangsung) sudah jelas bahwa banyak sekali yang membicarakan Shopee sedang bermasalah. Namun, untuk masalah yang terjadi sebelum hari ini, itu mungkin kasus per kasus. Saya tidak bisa mengatakan semua seller terdampak, karena justru toko saya pribadi (yang berjualan jersey Piala Dunia, produk trending) sangat ramai setelah tanggal 7/7 hingga kemarin.
Saya tidak tahu persis mengapa ada masalah klaim voucher atau checkout yang Mas Rifki alami. Mungkin ada faktor lain atau masalah spesifik pada akun tertentu. Terima kasih, Mas Rifki.
Mengoptimalkan Iklan Shopee dengan ROAS yang Bagus
Mas Cici bertanya mengenai strategi iklan. Jika budget iklan 25 ribu Rupiah habis dan ROAS (Return on Ad Spend) tercapai, apakah harus meningkatkan budget atau menaikkan target ROAS?
Untuk sekarang, saran saya jangan dulu. Biarkan saja. Tunggu Shopee stabil dulu, apalagi baru saja terjadi error. Kalau ada error seperti ini, biasanya ada perubahan infrastruktur atau sistem yang bisa memengaruhi performa. Untuk saat ini, jika budget 25 ribu Rupiah sudah bagus, biarkan saja dulu, sabar.
Pada umumnya, jika ROAS sudah bagus, langkah selanjutnya adalah menaikkan budget iklan. Berapa kelipatannya? Itu bebas, suka-suka Anda, tergantung kekuatan budget Anda. Kasus Mas Cici ini bagus karena ROAS-nya tercapai dan penjualan tidak boncos, malah untung. Yang repot itu yang budget 25 ribu saja tidak ada penjualan, itu yang harus dievaluasi lebih lanjut. Tapi untuk 2-3 hari ke depan, saya menyarankan untuk defensif dulu. Terima kasih, Mas Cici!
Bagaimana Penjualan Saya Saat Shopee Error?
Menanggapi isu error Shopee yang sedang terjadi, ada yang bertanya apakah saya masih punya penjualan. Ada, tapi memang tidak bisa diproses. Saya lihat penjualan saya sempat turun, tapi kembali normal. Saat ini, saya sudah bisa memproses pesanan lagi. Terima kasih atas pertanyaannya.
Detail Bootcamp Ternak Toko
Terakhir, Mas Demas HP menanyakan mengenai Bootcamp Ternak Toko. Bootcamp ini berbeda dengan kelas biasa. Formatnya adalah 8 minggu, di mana kita melakukan Zoom dan di Zoom itu hanya sesi tanya jawab. Materi dibagikan H-4 atau H-7 sebelum Zoom agar peserta bisa praktik terlebih dahulu.
Biayanya adalah 2 juta Rupiah untuk bulan pertama dan 1,5 juta Rupiah untuk bulan kedua. Pembayaran bisa sekaligus atau per bulan. Banyak yang memilih per bulan karena terkadang tidak semua modul bisa langsung dipraktikkan dalam sebulan karena kesibukan masing-masing.
Mas Demas juga bertanya apakah masalah perpajakan akan dibahas. Di materi modul tidak ada, tetapi kami baru saja mengadakan sesi Zoom khusus untuk seluruh anggota di mana kami membahas topik perpajakan. Karena ini adalah komunitas tematik yang fokus pada 'ternak toko', jika ada kasus yang bersinggungan dengan 'ternak toko', pasti akan kami bahas di sesi-sesi Zoom komunitas, meskipun tidak ada di modul utama.
Kami akan memulai Zoom pertama untuk batch ini pada tanggal 27. Jika Anda tertarik, silakan daftar di ghanirozaqi.com. Waktu sudah habis untuk sesi ini. Terima kasih semuanya, sampai jumpa di sesi berikutnya!

0 Response to "Tanya Jawab Seputar Pajak Toko Online, Ternak Toko, dan Isu Shopee Terkini"
Posting Komentar