Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah, malam ini cukup banyak yang bergabung.
Insyaallah, saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan dalam waktu singkat. Jika ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, mohon maaf sebelumnya. Mari kita mulai dengan pertanyaan pertama.
Worth Itkah Menggunakan Jasa Konsultan Pajak?
Ada pertanyaan seputar pajak. Apakah menggunakan jasa konsultan pajak itu worth it? Menurut saya, jika ada *budget*, tentu sangat *worth it*. Saya pribadi mengurusnya sendiri, tapi saya tidak membuka jasa pengurusan pajak. Saya hanya menyediakan edukasi dan kelas pajak bulanan bagi yang ingin belajar lebih dalam.
Mengatasi Penalti Toko dan Aktivitas Mencurigakan di Shopee
Selanjutnya, ada pertanyaan menarik tentang pengalaman berjualan di Shopee. Seseorang bercerita bahwa ia pernah membuka toko sembako, lalu karena ulasan yang kurang baik, ia membalasnya dengan kurang sopan sehingga tokonya terkena penalti. Kemudian, ia membantu beberapa UMKM membuat dan mengelola akun Shopee, sampai empat akun sekaligus, menggunakan perangkat yang sama.
Ini menyebabkan indikasi aktivitas mencurigakan, membuat voucher iklan tidak berfungsi. Solusi untuk unban atau mengembalikan performa toko yang sudah terkena masalah seperti ini memang cukup sulit. Biasanya, materi mendalam tentang hal ini dibahas di *bootcamp* saya.
Namun, saran saya adalah membuat akun baru yang 'steril'. Gunakan perangkat dan koneksi internet yang berbeda, seolah-olah Anda adalah orang lain yang baru membuat akun.
Strategi Iklan Produk Winning: Grouping vs. Individual
Pertanyaan berikutnya datang dari seseorang yang berhasil menemukan produk winning dari 10 produk yang diiklankan menggunakan metode *grouping*. Ia bertanya apakah aman jika produk winning tersebut dikeluarkan dari *grouping* untuk diiklankan secara individual. Saran saya, biarkan saja produk tersebut tetap dalam *grouping*.
Sistem iklan *grouping* cukup pintar untuk 'memberi makan' produk-produk yang *winning*. Bahkan, ada kasus di mana produk *winning* yang dikeluarkan dari *grouping* malah performanya menurun. Lebih baik hapus saja produk-produk yang tidak perform dengan baik dari *grouping* iklan tersebut.
Sebagai informasi, bootcamp 'Ternak Toko' batch 16 akan segera dimulai. Bagi yang tertarik, bisa menghubungi saya secara personal.
Kerja Sama dengan Agensi Optimasi Toko, Worth Itkah?
Pertanyaan selanjutnya masih berkaitan dengan penggunaan jasa pihak ketiga. Kali ini tentang *agency* optimasi toko (iklan, foto produk, dll.). Apakah *worth it*? Saya rasa *worth it* jika Anda ingin fokus sepenuhnya pada produksi atau pengadaan barang. Namun, jika Anda menggunakan *agency* tapi masih sering memantau detail iklan atau terlalu banyak ikut campur, justru tidak akan *worth it*.
*Agency* membutuhkan keleluasaan. Jika klien terlalu rewel, sering bertanya atau membanding-bandingkan, kerja sama cenderung tidak berhasil. Jadi, kuncinya adalah memberikan kepercayaan penuh. Masalah berhasil atau gagal adalah hal yang wajar dalam bisnis, tidak ada yang 100% berhasil.
Masa Depan Form PMK dan Pajak UMKM Shopee
Selanjutnya, ada pertanyaan krusial mengenai Form PMK terkait pajak bagi *seller* Shopee, khususnya yang beromset di bawah Rp500 juta. Penanya memiliki dua toko atas nama pribadi dan satu atas nama istri, namun memiliki NIK yang sama untuk pengajuan form tersebut. Ini menjadi perdebatan karena perhitungannya (penghasilan kotor atau bersih) masih simpang siur, bahkan orang Shopee sendiri pun masih bingung.
Saran saya, bagi yang omsetnya di bawah Rp4,8 miliar per tahun, sebaiknya bersabar dulu dan tunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak Shopee. Kebijakan ini masih terlalu 'panas' dan belum ada informasi yang pasti. Mengurus hal yang belum jelas demi menyelamatkan 0,5% mungkin tidak sebanding dengan kebingungan yang timbul.
Lain halnya jika omset sudah di atas Rp4,8 miliar per tahun, maka memang sudah harus berbenah dan mungkin mencari konsultan pajak.
Iklan Produk Otomatis vs. Iklan Individual
Ada juga yang bertanya tentang hipotesa saya bahwa iklan produk otomatis bisa lebih baik daripada iklan individual. Ini adalah hasil uji coba yang saya lakukan di beberapa toko, dan memang ada indikasi demikian. Namun, hasilnya masih *fifty-fifty* dan belum cukup valid untuk ditarik kesimpulan pasti. Saya sendiri sedang mencari strategi iklan lain karena belakangan ini performa iklan sedang kurang baik.
Membangkitkan Toko Vakum: Membandingkan Metrik KPI
Pertanyaan terakhir datang dari seseorang yang memiliki dua toko: satu toko berjalan organik dengan baik, dan toko kedua yang sudah lama vakum namun penjualannya rendah meskipun diiklankan. Ia bertanya bagaimana cara mendongkrak penjualan toko kedua ini.
Kunci utamanya adalah membandingkan metrik KPI proses (seperti CTR dan tingkat penambahan ke keranjang) antara kedua toko. Jika metriknya terlalu jauh berbeda, sebaiknya pertimbangkan untuk mengunggah ulang produk. Namun, jika metriknya mirip, cukup bersabar karena performa toko yang vakum memang membutuhkan waktu untuk kembali naik, apalagi di era sekarang kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan *push* iklan.
Waktu kita terbatas malam ini. Sebagai penutup, saya ingin mengingatkan kembali bahwa bootcamp 'Ternak Toko' batch 16 akan segera dimulai pertengahan bulan ini. Bagi yang ingin bergabung, silakan hubungi saya di ghanirozaqi.com atau melalui kontak pribadi. Terima kasih telah bergabung, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Tanya Jawab Seputar Pajak, Iklan Shopee, dan Optimasi Toko Online"
Posting Komentar