Apakah Anda merasa sedang 'juggling' antara kerugian (boncos) dan keuntungan (profit)? Bulan ini rugi, bulan depan untung, lalu rugi lagi, dan seterusnya. Ini adalah pola yang berbahaya.
Dari 'Boncos-Profit' Menuju Profit Stabil
Saya, Ghani Rozaqi, pernah mengalami fase di mana bisnis saya terus berputar antara boncos dan profit. Namun, alhamdulillah, dalam satu atau dua tahun terakhir, saya sudah berhasil beralih ke pola 'juggling' antara profit besar dan profit kecil. Atau lebih tepatnya, saya sering mendapatkan profit kecil, tapi stabil. Ini adalah kondisi yang jauh lebih baik.
Bagi Anda yang masih berada di posisi 'boncos-profit', saya ingin berbagi pengalaman. Saya berhasil keluar dari pola tersebut karena saya menyadari satu hal penting. Ketika saya mencoba skema kedua, yaitu 'juggling' antara profit kecil dan profit besar, ternyata secara nominal rupiah yang saya dapatkan hampir sama. Namun, bonus kejiwaannya luar biasa: saya menjadi lebih tenang, lebih waras, dan lebih produktif, sehingga bisa mengerjakan banyak hal lain.
Bayangkan saja, di tengah mengelola jualan online, saya juga masih bisa membuat konten, bahkan mengembangkan tools (saya coding sendiri, dibantu AI seperti ChatGPT dan Gemini!), serta mengantar anak. Ini menunjukkan bahwa fokus saya tidak hanya terpaku pada jualan online saja. Saya punya fleksibilitas dan ketenangan pikiran yang tidak saya dapatkan saat masih 'juggling' boncos-profit.
Risiko Profit Tipis dan Pentingnya Depresiasi
Kembali ke masalah 'boncos-profit'. Seringkali saya mendengar seller berkata, 'Ah, masih profit kok.' Biasanya, ini berarti profitnya sangat tipis. Profit tipis memiliki risiko besar yang mungkin tidak Anda duga, yaitu bisa habis seketika.
Misalnya, tanpa kita duga, terjadi kegagalan produksi atau kesalahan produksi. Profit tipis Anda bisa langsung lenyap karenanya. Atau, vendor kabur. Semua itu bisa menghabiskan keuntungan karena margin Anda terlalu kecil.
Selain itu, ada satu hal lagi yang selalu saya kampanyekan dan ini sangat menggerogoti profit jika tidak diperhitungkan: depresiasi. Depresiasi adalah penyusutan nilai aset seiring waktu. Setiap aset memiliki masa pakai. Ambil contoh pensil: setelah arangnya habis, kita harus membeli yang baru.
Jika kita tidak memperhitungkan penyusutan nilai ini sebagai biaya, kita tidak akan memiliki dana cadangan untuk membeli aset pengganti. Ini pernah terjadi pada saya, dan saya tidak ingin Anda mengalaminya. Saat profit tipis dan tiba-tiba perlu ada peremajaan aset seperti mesin, komputer, atau bahkan printer, Anda akan kebingungan mencari dananya.
Jadi, berhati-hatilah jika Anda masih 'juggling' antara rugi dan profit, atau merasa 'masih profit' dengan margin tipis. Ada risiko kegagalan produksi total dan depresiasi yang mungkin belum Anda sadari. Pengalamanlah yang mengajarkan ini. Jika belum punya pengalaman, carilah mentor.
Masa Sulit Mengontrol Bisnis dan Pentingnya Diversifikasi
Mengapa kontrol di era sekarang sangat sulit? Akun bisa tiba-tiba di-banned. Dulu, sekitar 3-4 tahun lalu, strategi saya adalah: 'boncos' sedikit demi menjaga traffic, terus 'boncos' lagi menjelang Lebaran, lalu saat Lebaran penjualan meroket tinggi sekali. Semua kerugian terbayar lunas.
Namun, ini hanya jika berhasil naik. Jika Anda hanya mengandalkan penjualan di platform seperti Shopee tanpa branding, risikonya sangat besar. Akun bisa terkena banned atau Anda tiba-tiba tidak mendapat traffic sama sekali. Pengalaman beriklan saat ini, jika tidak diberi traffic, ya memang tidak diberi. Orang lain ramai, kompetitor ramai, kita sepi. Lalu panik, menurunkan ROAS, melakukan berbagai cara, dan belum tentu berhasil, sungguh perih. Padahal, seringkali kuncinya adalah bersabar. Tapi jika kesabaran Anda tak berujung dan penjualan tak kunjung naik, kerugiannya bisa sangat parah.
Sekarang, saya beralih ke skema 'profit kecil-profit besar'. Jika saya memperkirakan akan merugi, saya lebih memilih untuk tidak berjualan, diam, membiarkan iklan saya, atau bahkan tidur dan melakukan hal lain. Ini karena saya, alhamdulillah, punya alternatif lain, seperti menjual kelas atau tools. Jika Anda tidak punya alternatif lain, saya tidak bisa menyarankan ini secara mentah-mentah.
Namun, saya sangat menyarankan Anda untuk mencari alternatif lain. Menggantungkan bisnis hanya pada satu platform seperti Shopee itu tidak bijak. Kita tidak punya bargaining power, semuanya tergantung Shopee. Bahkan pemerintah pun seolah tidak peduli dengan kita saat ini.
Satu lagi alasan saya lebih memilih untuk tidak berjualan jika merugi adalah karena sekarang saya sepenuhnya melakukan dropship. Saya tidak punya kewajiban untuk menghabiskan stok. Jika produk tidak laku, saya tinggalkan saja, sesederhana itu, mirip affiliator yang bisa beralih ke produk lain jika satu produk sudah tidak winning.
Jika Anda tertarik dengan dunia dropship dan ingin belajar lebih lanjut, cek saja di website saya, ghanirozaqi.com.
Final Takeaways
Intinya, bagi Anda yang masih 'juggling' antara rugi dan profit:
- Perhatikan baik-baik risiko bisnis.
- Perhitungkan depresiasi aset.
- Pertimbangkan untuk mencari alternatif dan diversifikasi bisnis Anda.
Itu saja yang ingin saya sampaikan. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Menghindari Jebakan 'Boncos-Profit': Strategi Bertahan di Tengah Ketidakpastian Bisnis Online"
Posting Komentar