My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Mengatasi Tantangan Bisnis Online: Dari Shopee Ads hingga Pajak Baru

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Senang sekali bisa kembali menyapa Anda dalam forum harian ini. Setiap hari, saya berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman, dan selalu ada dinamika menarik yang kita hadapi.

Dinamika Bisnis Online: Tantangan dan Peluang "Ternak Toko"

Dunia seller online memang sedang penuh tantangan. Banyak sekali tekanan dari berbagai sisi. Ada yang bertanya, "Bagaimana strategi 'ternak toko' sekarang?" Jujur, saya justru menyukai kondisi yang lebih sulit ini. Mengapa? Karena persaingan menjadi lebih sedikit. Namun, menghadapi ini sendirian tentu tidak akan kuat. Saya sendiri pun tidak akan sanggup jika harus berjuang sendirian.

Inilah mengapa kolaborasi sangat penting. Kebetulan, kami sedang membuka Bootcamp Ternak Toko Batch 16. Jika Anda tertarik untuk bergabung dan berdiskusi bersama para peternak toko lainnya, silakan langsung japri saya. Tadi pagi, kami bahkan baru saja selesai rapat seru membahas strategi penjualan jersey Piala Dunia—bukan tentang siapa juaranya, tapi bagaimana mengumpulkan modal dan berjualan secara efektif. Bersama-sama, kita pasti bisa!

Update Mengenai MBL Jumat Sore

Ada yang menanyakan tentang sesi MBL Jumat sore yang sempat absen beberapa minggu terakhir. Terima kasih atas perhatiannya! Alhamdulillah, ternyata ada yang menunggu. Minggu lalu saya memang sengaja tidak mengadakan sesi tersebut karena pemicunya adalah sesi dua minggu sebelumnya yang saya isi terlalu singkat, hanya sekitar lima menit. Ada yang berkomentar, "Lima menit saya dan lima menit orang lain tentu beda harganya." Betul juga, saya setuju. Jadi, saya coba hentikan dulu sementara.

Namun, antusiasme di grup Telegram cukup tinggi, jadi insyaallah besok akan kami lanjutkan. Untuk teman-teman di WhatsApp khusus Bandung, responsnya sepertinya kurang, jadi mungkin untuk wilayah Bandung tidak akan dilanjutkan dulu. Insyaallah, sesi profesional akan terus berlanjut.

Fenomena ROAS Iklan Shopee yang 'Jauh Banget'

Seorang peserta menanyakan tentang kinerja iklan Shopee yang Return on Ad Spend (ROAS)-nya terasa sangat jauh, dan apakah proteksi atau kompensasi ROAS sudah tidak ada lagi. Saya bisa konfirmasi, memang gap-nya sedang sangat tinggi. Buktinya? Saya yang biasanya berjualan jersey Piala Dunia dengan iklan trending bisa otomatis tidak boncos, sekarang malah boncos. Bahkan, ketika saya set ROAS pun, hasilnya tetap tinggi. Saya targetkan 20, yang didapat hanya 10. Ini memang sedang parah.

Saya curiga, ini semua karena keberadaan fitur voucher spesial toko. Saya sudah mencoba mematikan voucher spesial toko di beberapa toko, namun belum melihat ada signifikansi perubahan yang berarti. Saya sendiri masih bingung mencari solusinya. Jika ROAS dinaikkan lagi, traffic justru tidak jalan. Mari kita pantau bersama-sama, saya pun masih mencari solusi terbaik untuk masalah ini.

Memahami Pajak Baru untuk Seller Online

Pertanyaan berikutnya mengenai peraturan pajak baru. Informasi ini memang masih simpang siur, dan saya pun belum melihat bentuk faktur atau detail implementasinya. Namun, dari apa yang saya pahami setelah membaca lebih detail, semua seller akan terkena pajak, baik dari skala kecil hingga besar. Akan tetapi, bagi yang omsetnya di bawah 500 juta, bisa tidak dikenakan dengan mengajukan surat pernyataan.

Sistemnya sederhana: semua dikenakan tarif 0,5%, namun bagi yang di bawah 500 juta rupiah, diperbolehkan membuat pernyataan (ada formnya) untuk tidak dikenakan 0,5% tersebut. Itulah pemahaman saya sejauh ini tentang batas 500 juta rupiah. Lantas, bagaimana jika kita punya banyak toko, terutama bagi para peternak akun?

Saya pribadi justru senang dengan kondisi ini karena banyak yang akan "tumbang". Ini adalah peluang! Sekali lagi, jika ingin bergabung dengan bootcamp, karena sendirian menghadapi ini sangat berat dan tidak akan kuat. Ini memang masanya yang berat.

Definisi 'Iklan Jalan' dan Strategi CTR/ATC

Seorang peserta bertanya, "Apa definisi 'iklan jalan'?" Ia menyebutkan iklannya sudah berjalan 4 hari dengan biaya Rp 73.000, CTR 3.5%, dan impression 2.500. Menurut saya, itu sudah jalan. Definisi "iklan jalan" bagi saya adalah ketika ada impression, artinya iklan Anda sudah menyebar dan dilihat orang.

Namun, ia mengeluhkan bahwa iklannya yang dulu CTR-nya jelek (misal 2%) justru ada konversi, sementara sekarang CTR-nya bagus tapi sulit mendapatkan konversi. Namun, Add-to-Cart (ATC)-nya ada. Jika ATC ada dan CTR oke, saya sarankan untuk bersabar saja. Saya pernah mengalami hal serupa, di mana selama sebulan tidak ada penjualan sama sekali, akhirnya saya kill produknya. Tapi, kasus seperti ini jarang terjadi, sekitar 80% kasus dengan CTR dan ATC bagus, hanya butuh kesabaran.

20% sisanya memang gagal. Jika sudah sebulan tidak ada penjualan, mungkin memang ada yang salah dengan produknya, dan sebaiknya di-kill saja. Ia juga bertanya, "Berapa persen ATC yang bagus?" Itu tergantung pricing dan jenis produk Anda. Untuk produk parfum dengan harga jual Rp 50.000 - Rp 80.000, biasanya ATC bisa mencapai 30%.

Perubahan CPM Shopee dan Penurunan Average Order Value (AOV)

Peserta lain mengeluhkan bahwa setelah Shopee mengubah sistem iklan ke CPM, produk kaos polosnya yang berharga Rp 30.000 - Rp 40.000 malah lebih ramai dibandingkan kaos sablonan yang harganya Rp 70.000 - Rp 80.000. Akibatnya, Average Order Value (AOV) tokonya jadi turun, meskipun jumlah order meningkat. Ia khawatir algoritmanya malah mengenali tokonya sebagai toko kaos polos.

Jika produknya masih dalam satu kategori, saya rasa algoritmanya tidak akan menyangka toko Anda sebagai "toko kaos polos" secara spesifik. Namun, jika algoritmanya menyangka bahwa ini adalah "toko yang bermain murah", saya berani bilang, ya. Jadi, menurut saya, jika produk di rentang harga murah sedang ramai, fokuslah di sana. Untuk produk dengan rentang harga mahal, sebaiknya dipindahkan ke toko lain. Pengalaman saya, mencampur rentang harga yang terlalu jauh dalam satu toko itu tidak bagus.

Meminimalkan Biaya Rp1.250 Per Pesanan

Seorang peserta menanyakan tentang biaya proses Rp 1.250 yang dikenakan pada setiap pesanan (invoice). Jika menjual barang seharga seribuan, tentu ini akan merugikan. Solusinya, berikan minimum order. Misalnya, minimum order 20 buah. Dengan begitu, Anda bisa menghindari kerugian jika ada yang hanya membeli satu pieces. Bisa dibilang, lakukan bundling atau set minimal pembelian lebih dari satu.

Mengatasi Traffic Toko yang Tiba-tiba Nol

Seorang peserta bernama Ridan mengeluhkan bahwa tokonya yang omsetnya sudah besar dan iklannya berjalan baik selama berbulan-bulan, tiba-tiba mengalami penurunan traffic drastis hingga nol dalam seminggu terakhir. Iklannya pun tidak jalan.

Jika traffic praktis nol, itu jelas mengindikasikan bahwa toko Anda terkena band atau pembatasan. Apalagi jika penurunan itu berangsur dari 13.000 ke 10.000, lalu ke 500, ke 100, hingga akhirnya nol dalam dua hari. Jika sudah nol total, itu bukan lagi masalah iklan, melainkan masalah akun.

Coba tanyakan langsung ke CS (Customer Service) untuk mengetahui apakah ada masalah dengan akun Anda. Salah satu cara mengeceknya adalah dengan mencoba mencari nama toko Anda menggunakan HP lain yang belum pernah terkoneksi dengan WiFi yang sama. Jika toko Anda tidak terlihat, kemungkinan besar memang terkena band.

Kesimpulan dan Ajakan Kolaborasi

Baik, itu saja untuk sesi hari ini. Sekali lagi, jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan Bootcamp Ternak Toko Batch 16. Justru karena makin susah, menurut saya peluangnya makin besar. Di luar sana, para peternak toko masih tercerai-berai. Belum ada perkumpulan yang solid selain di bootcamp kami bersama Mas Soni Kurniawan. Sendirian itu berat, tapi kalau bareng-bareng akan seru dan saling mendukung.

Bootcamp ini sedang pre-open, jadi masih ada diskon menarik karena tanggal resminya belum fix. Jika Anda tertarik, silakan langsung japri saya.

Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Mengatasi Tantangan Bisnis Online: Dari Shopee Ads hingga Pajak Baru"

Posting Komentar