My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

AI Shopee Bikin Rugi! Pengalaman Saya dengan Retur Otomatis

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman. Saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana AI Shopee bisa menyebabkan kerugian. Mungkin sebagian dari Anda mengalaminya tanpa menyadari. Saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya agar Anda bisa mengevaluasi dan menghindari kejadian serupa, atau jika sudah terjadi, dapat mencegahnya di kemudian hari.

AI Shopee Penyebab Retur

Pengalaman ini baru saya sadari sekitar tiga hari yang lalu. AI Shopee membuat saya rugi karena menyebabkan retur. Mengapa bisa demikian? AI Shopee yang saya maksud adalah asisten chat otomatis yang membalas pesan di toko-toko saya. Ada sebuah kasus retur di mana pelanggan melaporkan 'item missing' atau barang hilang. Pelanggan ini mengira produk yang saya jual adalah setelan, namun yang diterima hanya kemeja.

Produk yang dimaksud adalah kemeja seragam pramuka anak. Saya memang hanya menjual atasannya saja, tidak dengan celananya. Namun, saat pelanggan bertanya, "Ini setelan, Kak?" AI Shopee menjawab, "Iya, Kak, ini setelan lengkap ya. Baju pramuka ini sudah termasuk atasan dengan lengan panjang." Jawaban AI ini membuat pelanggan mengira produk tersebut sudah termasuk baju dan celana. Tentu saja wajar jika mereka komplain, bahkan saya pun akan melakukan hal yang sama jika di posisi mereka.

Pelanggan tidak perlu tahu apakah itu jawaban AI atau bukan; mereka hanya melihat informasi yang diberikan. Kesalahan jawaban AI inilah yang menyebabkan pelanggan mengira produk adalah setelan, padahal saya hanya menjual atasannya, bahkan foto produk pun hanya menampilkan atasan. Akibatnya, produk dikembalikan. Saya baru menyadari kerugian ini karena nominalnya cukup besar. Pelanggan memesan dua produk seharga sekitar Rp250.000 per item, sehingga totalnya sekitar Rp500.000. Saat saya mencari tahu mengapa ada selisih di pembukuan, ternyata ada proses Retur & Refund (RR).

Saya kira kasus pertama hanya insiden tunggal. Namun, pada hari berikutnya, saya melakukan pengecekan acak dan menemukan kasus serupa. Kasusnya hampir sama, hanya saja produknya berbeda. Pelanggan melaporkan bahwa barang yang diterima kurang, hanya ada baju tanpa celana. Pelanggan tersebut juga sudah bertanya sebelum membeli apakah harga tersebut sudah termasuk satu set.

Produknya masih seragam pramuka, tapi kali ini untuk pembina atau guru. Lagi-lagi, AI Shopee memberikan jawaban yang salah, "Harga Rp250.000 Kak sudah untuk satu set celana dan baju." Padahal, produk ini memiliki variasi terpisah antara baju dan celana. Jika ingin satu set, pelanggan harus checkout keduanya. Pengaturan di etalase produk saya sudah jelas menyatakan bahwa harga Rp250.000 adalah untuk satu variasi saja (baju atau celana), bukan setelan. Jadi, AI ini benar-benar kacau dan menyebabkan kerugian bagi saya.

Kerugian yang Saya Alami

Kerugian yang saya alami bukan hanya nominal barang yang diretur. Minimal, saya rugi biaya packing, tenaga, dan potensi iklan yang sudah tercatat sebagai omzet. Selain itu, ada kerugian ongkir. Biasanya, jika terjadi kesalahan atau kelalaian dari pihak penjual, biaya ongkir retur ditanggung oleh penjual. Saya sedang dalam proses banding, semoga berhasil. Berbeda jika kelalaian dari customer (misal berubah pikiran), Shopee yang akan menanggung ongkirnya. Ini adalah upaya marketplace untuk membangun kepercayaan pelanggan. Intinya, AI chat Shopee telah menyebabkan saya rugi karena memberikan informasi yang salah.

Solusi yang Akan Saya Terapkan

Lalu, bagaimana solusinya? Saya sendiri belum menemukan solusi pasti karena kejadian ini masih baru. Namun, saya akan berbagi apa yang berencana saya lakukan. Pertama, saya akan menambahkan bagian 'What's in the Box' di deskripsi produk. Biasanya, ini lebih umum untuk produk elektronik, misalnya saat membeli mouse, penting untuk mengetahui apakah sudah termasuk dongle atau tidak.

Namun, untuk fashion atau barang lainnya, ini menjadi penting untuk menghindari kekacauan informasi dari AI. Jadi, saya akan menuliskan dengan jelas apakah produk tersebut 'baju saja' atau 'setelan', tergantung pada variasi yang dipilih saat checkout.

Kedua, saya akan menambahkan FAQ (Frequently Asked Questions) di deskripsi. Pertanyaan seperti 'Apakah ini setelan?' sudah diajukan berulang kali, jadi sudah 'frequently asked'. Harapan saya menambahkan FAQ ini bukan semata-mata agar customer membacanya. Jujur saja, tidak semua customer membaca deskripsi secara detail. Namun, tujuan utamanya adalah untuk 'memberi makan' atau melatih AI Shopee.

Logika saya, seharusnya AI Shopee mengambil informasi dari deskripsi produk, ulasan, dan judul, bukan dari sumber acak yang bisa menyesatkan. Prioritasnya harus dari deskripsi terlebih dahulu, lalu riwayat chat, ulasan, dan judul. Intinya, AI harus 'grounded' pada atribut produk, bukan pengetahuan umum yang bisa salah konteks. Inilah yang akan saya coba lakukan. Apakah akan berhasil atau tidak, wallahualam. Sulit juga untuk mengeceknya satu per satu dengan mengirim chat ke toko saya dan melihat jawaban AI. Itu akan sangat merepotkan.

Itulah beberapa langkah yang akan saya ambil. Semoga cerita dan pengalaman ini bermanfaat bagi Anda. Ini adalah kasus yang saya alami, dan saya berharap Anda tidak mengalaminya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "AI Shopee Bikin Rugi! Pengalaman Saya dengan Retur Otomatis"

Posting Komentar