My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Pengalaman 1,5 Tahun Bersama Bootcamp Sindikat Dropship: Suka Duka dan Pelajaran Berharga

Waktu berlalu begitu cepat! Saya baru menyadari bahwa kemitraan saya dengan Mas Soni sudah berjalan satu setengah tahun. Kami telah berkolaborasi dalam Sindikat Dropship, khususnya di bootcamp Ternak Toko. Rasanya luar biasa, saya mendapatkan banyak hal, mulai dari rezeki, jaringan, hingga membangun komunitas yang solid. Yang lebih membanggakan, selama ini kami tidak pernah absen dari jadwal Zoom mingguan kami setiap Jumat, dan kadang Senin. Kami selalu on time dan sesuai jadwal.

Dalam perjalanan santai kami di Pekalongan sambil membuat konten, saya bertanya kepada Mas Soni, apa sih hal yang paling menonjol dari bootcamp Sindikat Dropship yang menurutnya wajib diikuti oleh teman-teman? Dengan jujur, tanpa basa-basi, Mas Soni pun berbagi pandangannya.

Mengapa Bootcamp Sindikat Dropship Menonjol?

  • Dua Mentor Berpengalaman: Saya sendiri, kata Mas Soni, sangat disiplin. Selama satu setengah tahun kerja sama, saya selalu menunjukkan komitmen tersebut.
  • Materi Praktis dan Tanpa Klaim Berlebihan: Kelas kami tidak overclaim; materi yang disampaikan adalah apa adanya dan mudah dipraktikkan. Apa yang saya katakan, itu yang saya lakukan dalam materi.
  • Pendekatan Bootcamp, Bukan Kelas Online Biasa: Ini bukan sekadar kelas online yang hanya menyediakan modul untuk ditonton. Kami benar-benar membimbing peserta, memberikan modul, arahan via Zoom, dan sesi tanya jawab langsung jika ada kesulitan saat praktik. Ini adalah poin terpenting menurut Mas Soni.
  • Modul Efisien: Kami hanya memiliki delapan modul, bukan 40 modul yang bisa membuat pusing. Modul-modul ini sudah kami saring untuk fokus pada poin-poin penting dalam "ternak toko".

Saya setuju dengan Mas Soni. Kemudian, giliran saya untuk menyampaikan pandangan saya mengenai hal-hal unggulan dari bootcamp kami. Jujur, saya tidak menyangka bisa sampai 15 batch! Awalnya, ide ini muncul begitu saja. Saya orangnya memang suka langsung eksekusi ide. Saya menghubungi Mas Soni, dan ketika dia merespons, kami coba saja. Alhamdulillah, kini sudah 15 batch berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun.

Kemitraan saya dengan Mas Soni berjalan baik, kami bersama-sama menjadi fasilitator, membimbing dan memfasilitasi para peserta. Tidak disangka, komunitas kami bisa tumbuh sebesar ini. Kami bahkan memiliki kaos sendiri, dan saat ini kami sedang berkumpul di Pekalongan bersama beberapa anggota dari luar kota yang rela datang jauh-jauh. Sungguh bersyukur bisa membangun komunitas yang kuat dan berjamaah seperti ini, apalagi kami juga praktik bareng di sini.

Mas Soni menambahkan, kami sudah memiliki ratusan alumni dan member dari batch 1 hingga 15. Dari survei Google Form yang pernah saya lakukan, hasilnya cukup memuaskan: lebih dari 50% peserta sudah balik modal secara finansial, dan sisanya insyaallah sedang dalam perjalanan menuju sana. Bergabung dengan Sindikat Dropship ini berkelanjutan, bahkan ada yang sampai bosan karena terlalu banyak order atau fokus mengurus bisnis lain.

Suka Duka Menjadi Fasilitator

Saya pun bertanya kepada Mas Soni, apa sih sukanya menjadi fasilitator di bootcamp Ternak Toko atau Sindikat Dropship?

“Yang paling saya suka adalah mendapatkan jaringan, Kang,” jawab Mas Soni. “Kami sebagai fasilitator memang memberikan modul, tapi materi yang kami dapatkan seringkali juga berasal dari member lain. Kami praktikkan, dan jika berhasil, kami jadikan modul. Jadi, kami terus mencari solusi jika ada kebijakan baru dari Shopee, misalnya, lalu kami diskusikan dengan para alumni agar komunikasi tetap terjaga dan semuanya lebih mudah.”

Kalau saya, khususnya dengan Mas Soni, tidak menyangka bahwa saya bisa berpartner dengan seseorang yang begitu cocok. Sebelumnya, saya sudah berpartner dengan sekitar sepuluh orang, namun mayoritas dari mereka akhirnya berpisah. Bahkan yang paling lama pun akhirnya berpisah setelah tiga tahun. Mungkin karena karakter saya dan partner-partner sebelumnya agak sama.

Namun, dengan Mas Soni, rasanya sangat berbeda. Dia adalah orang yang penurut. Jadi, saya harap kemitraan ini bisa terus berlanjut. Saya jadi tahu karakternya, dan alhamdulillah, ini sangat cocok bagi saya karena Mas Soni bisa mengikuti arah saya. Saya yang dominan, Mas Soni tinggal mengikuti.

Lalu, saya bertanya lagi, “Kalau dukanya apa, Mas Soni, selama di Sindikat Dropship sebagai fasilitator?”

“Dukanya adalah, karena ini online, ada peserta yang tidak pernah ikut Zoom, padahal sudah membayar,” Mas Soni menjelaskan. “Kami menyediakan modul dan Zoom, tapi ada saja member yang tidak pernah hadir di sesi Zoom. Kami jadi tidak tahu apakah mereka praktik atau tidak. Padahal, saat Zoom, kami selalu menanyakan progres setiap member. Jika tidak ikut Zoom, kami tidak tahu apakah member tersebut sudah menerima yang sesuai kami janjikan atau tidak. Ini kekhawatiran kami, jangan sampai mereka merasa kecewa karena tidak pernah hadir di Zoom.”

Untungnya, kami kadang menghubungi mereka secara pribadi untuk menanyakan kabar. Kadang ada yang punya alasan seperti ada hajatan, dan sebagainya. Dari sini, saya jadi belajar bahwa, ini tips juga buat teman-teman, kalau menjual produk digital seperti kelas bootcamp, meskipun format kami sudah yang terbaik karena praktik bareng, ada saja yang sudah membayar tapi tidak ikut Zoom. Saya sendiri tidak begitu mengerti mengapa, mungkin setiap orang berbeda-beda. Kejadian ini hampir ada di setiap batch.

Kenapa Jauh-Jauh ke Pekalongan?

Selanjutnya, saya bertanya mengapa Mas Soni rela datang jauh-jauh dari Gresik ke Pekalongan dengan biaya sendiri.

“Yang pertama, saya ingin melihat langsung alur kerja gudang di Pekalongan, khususnya Mas Ferdian dari Rayon Jumbo,” jawab Mas Soni. “Tim packing saya sering salah, jadi saya ingin tahu langsung alur packing mereka.”

“Yang kedua, saya ingin bertemu langsung dengan Kang Ghani. Satu setengah tahun ini kita benar-benar hanya bertemu virtual via Zoom. Saya sudah sering punya teman virtual dari game, tapi ingin juga bertemu teman bisnis. Apalagi Kang Ghani sudah punya tiga anak,” ujarnya sambil tertawa.

Memang benar, kami Zoom dua kali seminggu karena ada dua batch yang berjalan, dan belum pernah bertemu sama sekali secara fisik. Mungkin sudah lebih dari 200 kali kami Zoom, termasuk saat promosi bootcamp. Pertemuan kali ini adalah yang pertama kalinya. Kami pun melanjutkan perjalanan kami di sekitaran Pekalongan.

Nasihat untuk Para Penjual Online

Terakhir, saya meminta Mas Soni untuk memberikan kata-kata atau nasihat bagi teman-teman yang baru mau jualan online, atau yang sudah lama berkecimpung di dunia seller.

“Buat yang baru mau mulai jualan, sebenarnya boleh saja langsung terjun,” kata Mas Soni. “Tapi akan lebih susah. Saran saya, daripada langsung jadi seller, coba mulai dari affiliate dulu sekarang. Jadi seller itu susahnya karena sekarang mencari barang sudah sulit. Dulu mungkin kita jual baju pertama kali, belum banyak yang jual. Sekarang, mau jual apapun pasti sudah banyak kompetitor. Jadi lebih susah untuk laku bagi pemula karena butuh modal untuk iklan. Penjual baru tanpa iklan tidak akan laku, itu pasti lebih susah.”

“Kalau teman-teman masih memaksa, boleh-boleh saja, saya tidak melarang. Tapi ya lebih susah saja,” lanjutnya. “Nah, buat yang sudah berjalan, menurut saya pertahankan, jangan sampai tumbang. Karena justru sekarang ini makin susah, banyak yang kena seleksi. Jika kita masih bertahan, kita akan panen karena kompetisi berkurang.”

Giliran saya memberikan pandangan. “Kalau teman-teman produknya biasa saja, tidak usah lah, berat,” saya menimpali. “Kecuali kalau Anda adalah desainer terkenal, atau dokter yang bisa bikin skincare bagus, itu lain soal. Tapi kalau produk biasa saja, mulai jualan sekarang, menurut saya janganlah.”

“Untuk yang sudah berjalan, dari saya adalah, pembukuan profit itu penting banget agar bisa bertahan. Banyak yang saya lihat paketnya banyak, tapi profitnya tidak tahu berapa. Itu bahaya sekali. Tidak tahu apakah jualan itu menguntungkan atau tidak,” tutup saya.

Begitulah cerita perjalanan kami. Terima kasih, Mas Soni, untuk waktu dan diskusinya!

Salam sukses,
Ghani Rozaqi
ghanirozaqi.com

0 Response to "Pengalaman 1,5 Tahun Bersama Bootcamp Sindikat Dropship: Suka Duka dan Pelajaran Berharga"

Posting Komentar