My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Membuka Blind Spot: Memahami Metrik 'Produk Unik Dilihat' di Shopee

Saya baru menyadari adanya matriks baru ini di Shopee. Mungkin bagi sebagian orang bukan hal baru, tapi bagi saya, ini benar-benar membuka pandangan. Inilah pentingnya kita berinteraksi dan mengobrol dengan orang lain, memiliki komunitas. Ibarat spion mobil, kita bukannya tidak mau tahu ada kendaraan di belakang, tapi memang tidak terlihat. Kita butuh bantuan cermin.

Sama halnya dengan berkomunitas atau memiliki teman. Kita mungkin tidak menyadari sesuatu karena teman melihat dari sudut pandang yang berbeda. Saya baru saja diberi tahu oleh member Syndikat Dropship tentang matriks yang disebut Produk Unik Dilihat. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Syndikat Dropship, Anda bisa mencarinya di Google.

Apa sebenarnya 'Produk Unik Dilihat' ini? Terkadang, istilah-istilah metrik seperti ini memang bisa membingungkan, terutama bagi yang belum terbiasa. Mari saya jelaskan tiga metrik 'dilihat-dilihat' yang sering muncul:

1. Produk Dilihat (Impression)

Produk Dilihat adalah istilah kerennya Impression. Metrik ini menunjukkan berapa kali produk Anda disebar di seluruh Shopee, di berbagai halaman marketplace. Ini berarti produk Anda muncul, namun belum tentu diklik. Produk Anda tersebar di halaman pencarian, halaman 'Kamu Mungkin Juga Suka', homepage, atau fitur live shopping. Intinya, produk Anda sudah masuk dalam daftar tampilan, tapi belum ada interaksi klik.

2. Produk Unik Dilihat (Unique Impression)

Ini juga merupakan impression, namun dengan penekanan pada keunikan terhadap individu yang melihatnya. Sebagai contoh, anggaplah produk saya diiklankan dan muncul dua kali di layar seseorang – misalnya, satu kali di halaman 'Kamu Mungkin Juga Suka' dan satu kali di halaman pencarian. Jika orang yang melihatnya adalah orang yang sama, maka 'Produk Unik Dilihat' akan dihitung sebagai satu kali.

Untuk lebih memahami, bayangkan ini: iklan saya tersebar dan tercatat 'Produk Dilihat' sebanyak 1.000 kali. Namun, yang melihat iklan tersebut hanya tiga orang berbeda. Maka, 'Produk Unik Dilihat' tetaplah tiga. Jadi, meskipun penempatannya berbeda-beda, jika audiens atau orangnya adalah individu yang sama, itu tetap dihitung sebagai satu 'Produk Unik Dilihat'. Secara teori, 'Produk Dilihat' pasti akan selalu lebih besar atau sama dengan 'Produk Unik Dilihat'. Tidak mungkin 'Produk Unik Dilihat' lebih besar dari 'Produk Dilihat', kecuali ada kesalahan sistem.

3. Halaman Produk Dilihat

Metrik ini menunjukkan bahwa produk Anda sudah diklik dan dilihat oleh calon pembeli. Namun, untuk artikel ini, saya akan fokus pada dua matriks pertama yang saya baru sadari pentingnya, terutama 'Produk Unik Dilihat'. Sekali lagi, saya tekankan, ini bukan karena saya tidak mau tahu, tapi memang saya baru tahu. Dan alhamdulillah, melalui obrolan dan interaksi dengan sesama manusia, bukan dengan AI, ini membuka blind spot saya.

Mengapa Metrik Ini Penting?

Untuk melihat metrik ini, Anda bisa masuk ke 'Performa Produk', lalu pilih kriteria 'Produk Unik Dilihat'. Saya menyadari metrik ini baru muncul sekitar 2-3 bulan yang lalu, bersamaan dengan CTR di halaman performa produk. Sebelumnya, saya hanya melihat persentase klik dan mengabaikan 'Produk Unik Dilihat'. Sekarang, ketika saya centang, akan muncul perbandingan antara jumlah 'Produk Dilihat' dan 'Produk Unik Dilihat', di mana 'Produk Dilihat' hampir selalu lebih besar.

Lalu, apa pentingnya rasio antara kedua metrik ini? Apakah semakin besar atau semakin kecil rasio ini lebih bagus atau lebih jelek? Ini masih saya coba pahami, karena seperti peribahasa, 'lain ilalang, lain belalang'.

Dulu, saat saya masih gencar-gencarnya bermain Meta Ads (Facebook Ads), ada matriks penting yang disebut frekuensi, yang menunjukkan kejenuhan iklan. Frekuensi dihitung dari impression (Produk Dilihat) dibagi unique impression (Produk Unik Dilihat). Jika hasilnya 100 kali, berarti satu orang melihat iklan 100 kali. Jika 10 kali, satu orang melihat iklan 10 kali secara rata-rata. Ini penting untuk mengetahui apakah calon pembeli sudah jenuh atau 'enek' melihat produk kita berulang kali.

Pada Meta Ads, jika frekuensi sudah tinggi dan iklan jenuh, konversi cenderung menurun karena audiensnya itu-itu saja. Namun, di Shopee, belum tentu demikian. Apakah 100 kali dilihat oleh satu orang berarti lebih jelek? Belum tentu. Bisa jadi ini adalah strategi retargeting atau upaya untuk mendapatkan repeat order. Apalagi algoritma GMV Max saat ini lebih berfokus pada lower funnel.

Saya masih terus memantau dan mengulik matriks ini. Saya mengamati bahwa pada umumnya, rasio 'Produk Dilihat' terhadap 'Produk Unik Dilihat' adalah sekitar dua kali lipat. Misalnya, ada produk dengan 16.000 'Produk Dilihat' dan 8.000 'Produk Unik Dilihat', atau 14.000 'Produk Dilihat' dan 7.000 'Produk Unik Dilihat', dan seterusnya.

Saya masih mengulik apakah frekuensi yang lebih tinggi itu lebih baik atau lebih buruk, atau apakah frekuensi yang lebih tinggi justru menyasar lower funnel atau lalu lintas yang bukan target pasar. Jadi, tunggu kabar selanjutnya dari saya mengenai hasil riset ini.

Jika Anda ingin terus membuka blind spot dan belajar bersama, saya sangat merekomendasikan untuk bergabung dengan komunitas. Di mana pun itu. Jika Anda ingin bergabung bersama saya, Anda bisa cek ghanirozaqi.com untuk informasi lebih lanjut tentang Syndikat Dropship atau Bootcamp Ternak Toko + Syndikat Dropship.

0 Response to "Membuka Blind Spot: Memahami Metrik 'Produk Unik Dilihat' di Shopee"

Posting Komentar