My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Insight Bisnis Online: Dari ROAS Iklan hingga Momentum Marketplace

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam kesempatan kali ini, saya mencoba menjawab beberapa curhatan dan pertanyaan dari teman-teman seputar strategi bisnis online. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat.

Menganalisis ROAS Iklan

Seorang teman bercerita bahwa ia sudah lama tidak beriklan. Baru-baru ini ia mulai beriklan dengan saldo Rp100.000. Iklannya cepat habis dan menghasilkan beberapa orderan. Pada hari kedua, ia mengisi saldo lagi Rp100.000 dan kembali mendapatkan orderan, namun hanya tiga. Setelah menambah Rp50.000, ia baru mendapat satu orderan lagi, sehingga totalnya ada delapan orderan dari total pengeluaran Rp250.000.

Ia bingung dengan hasil ini, berharap bisa mendapatkan 10 orderan dengan ROAS (Return on Ad Spend) di angka 4. Saya tanyakan, berapa ROAS ideal yang diinginkan?

Bagi saya, ROAS ideal adalah ROAS yang menguntungkan. Saya sarankan untuk menggunakan kalkulator ROAS yang ada di grup WhatsApp untuk menentukan angka pastinya. Setelah dihitung, ROAS idealnya sekitar 3.2.

Jika ROAS yang didapatkan saat ini adalah 2.13, sementara ROAS ideal yang ingin dicapai adalah 3.2, itu berarti masih ada ruang untuk perbaikan. Meskipun orderan masih sedikit, tidak masalah. Teruslah beriklan dan biarkan sistem mencoba beradaptasi.

Jika saldo iklan terus terpakai, tidak apa-apa untuk terus mengisinya, asalkan ROAS yang diinginkan tercapai. Set ROAS ideal seharusnya di sekitar 5, dengan harapan mendapatkan 4. Ini adalah strategi yang bisa diterapkan agar iklan lebih efektif. Jangan langsung berharap mendapatkan 10, 100, atau bahkan 1.000 orderan dalam waktu singkat. Bersabarlah dan biarkan proses berjalan.

Strategi Berjualan di Website vs. WhatsApp

Pertanyaan selanjutnya datang mengenai biaya iklan di marketplace yang semakin tinggi. Banyak edukator yang menyarankan untuk beralih ke website sendiri. Lalu, bagaimana pandangan saya tentang ini?

Jika Anda berencana membangun website, pastikan produk Anda memiliki unique selling point (USP) yang jelas. Jika Anda hanya menjual jilbab polos, jangan berharap banyak dari website, karena produk serupa sudah sangat banyak di Shopee. Apa alasan orang harus pindah dari Shopee ke website Anda?

Kecuali jika produk Anda sangat unik, misalnya jilbab dengan motif sapi terbang yang tidak ada di Shopee, itu bisa memaksa pembeli untuk mengunjungi website Anda. Jadi, pastikan USP produk Anda kuat.

Saran saya, daripada langsung ke website, lebih baik bangun dulu basis audiens melalui WhatsApp. Membangun website memang mudah sekarang, bahkan tanpa coding. Namun, Anda bisa terjebak dalam hal-hal teknis yang belum tentu membuat website Anda ramai. Mulailah dengan WhatsApp secara manual. Jika sudah ramai, barulah pikirkan untuk membuat website. Bahkan, terus menggunakan WhatsApp pun sebetulnya tidak masalah, karena bisa membangun hubungan yang lebih intim dengan audiens Anda.

Memanfaatkan Momentum di Marketplace

Diskusi berlanjut tentang Shopee Video. Seorang teman bercerita bahwa setelah mencoba mengunggah video di beberapa toko, ia berhasil mendapatkan penjualan. Ini adalah hasil yang sangat baik!

Saya sendiri juga pernah mencoba strategi mengunggah Shopee Video. Dari empat toko yang saya coba, hanya satu yang berhasil mendapatkan penjualan, jadi hasilnya tidak terlalu menggembirakan bagi saya.

Penting untuk diingat, bermain di marketplace sangat bergantung pada momentum. Contoh yang sering terjadi pada brand-brand besar adalah ketika afiliatornya sedang FYP (For Your Page) dan stok produk habis, momentumnya hilang. Untuk membangkitkannya lagi sangat sulit. Jadi, manfaatkan momentum saat Anda mendapatkannya, jangan sampai kendor. Itu saran umum saya.

Waspada Fitur Otomatis dan Shopee Flexi

Seorang teman lain berbagi pengalaman tentang ROAS iklannya yang stabil di angka 10, namun tiba-tiba drastis turun menjadi 6 setelah ia tidak sengaja menekan sebuah tombol di pengaturan iklan. Ini adalah salah satu jebakan yang perlu diwaspadai.

Ada dua kemungkinan: pertama, iklan GMV (Gross Merchandise Value) yang ROAS-nya bisa diacak-acak oleh Shopee. Kedua, fitur budget otomatis. Fitur budget otomatis memang tidak akan mengubah ROAS, tetapi akan mengubah budget Anda. Jika Anda mengalami hal serupa, coba cek pengaturan budget otomatis, biasanya ada tombol untuk menonaktifkannya.

Kemudian, ada pertanyaan tentang fitur Shopee Flexi, yang memungkinkan toko untuk menjual ke Singapura, Filipina, Malaysia, dan negara lain. Saya pribadi belum pernah mencoba fitur ini. Namun, dari pengalaman di forum ini, ada dua orang yang mengatakan bahwa ketika Shopee Flexi aktif, toko mereka di Indonesia justru menjadi sepi. Ini perlu diwaspadai dan hati-hati sebelum mengaktifkannya.

Penting untuk berhati-hati dengan setiap fitur baru atau perubahan pengaturan yang ada di marketplace. Bergabung di forum seperti ini dapat memberikan banyak insight berharga dari pengalaman teman-teman lain.

Demikian sesi kali ini. Terima kasih. Sampai jumpa lagi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Insight Bisnis Online: Dari ROAS Iklan hingga Momentum Marketplace"

Posting Komentar