My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Mengungkap Omset Dropship Saya & Peringatan untuk Produsen Skala Kecil

Halo, teman-teman! Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang omset dari bisnis dropship saya. Mungkin ini bisa dibilang Part 2 karena video sebelumnya terpotong dan saya malas mencari filenya lagi, jadi saya putuskan untuk membuat yang baru.

Perjalanan Dropship Saya: 99% Tanpa Stok

Saya sudah menjalankan model bisnis full dropship ini baru sekitar setahun ke belakang. Sebenarnya saya belum 100% full dropship, masih sekitar 99% karena saya masih punya sisa stok lama yang entah kapan akan habis. Sebagian sudah saya donasikan, tapi sisanya saya biarkan saja terjual santai, mungkin hanya satu seminggu. Jadi, bisa dibilang mayoritas pendapatan saya kini berasal dari dropship.

Lalu, berapa omset saya dari 99% dropship ini? Mari saya tunjukkan. Untuk periode 1 Januari sampai 30 Maret tahun ini, omset saya mencapai sekitar 900-an juta rupiah. Keuntungan yang saya dapatkan dari angka tersebut sudah dikurangi biaya iklan, namun belum termasuk overhead operasional lainnya. Saya menggunakan laporan keuntungan dari BigSeller, yang otomatis sudah memotong admin fee dan iklan.

Menariknya, biaya overhead saya sangat kecil. Saya hanya memiliki dua karyawan, dan keduanya adalah freelancer. Ini berarti saya tidak perlu menyediakan fasilitas kantor seperti kopi, air galon, dan sebagainya. Model bisnis ini memungkinkan saya untuk fokus pada penjualan tanpa beban operasional yang besar.

Besar atau Kecil? Itu Relatif!

Angka omset yang saya sebutkan tadi, apakah besar atau kecil? Tentu saja relatif. Ada banyak pebisnis yang omsetnya jauh lebih besar, tapi juga ada yang lebih kecil. Jadi, tidak ada ukuran mutlak untuk menilai apakah ini hebat atau tidak. Ini adalah realitas dari apa yang saya dapatkan dengan menjalankan 99% model bisnis dropship.

Peringatan Serius untuk Anda yang Produksi Sendiri dengan Omset Kecil

Namun, ada satu hal yang menurut saya sangat gawat. Mohon maaf jika Anda merasa tersinggung. Jika Anda memiliki omset jauh lebih kecil dari angka saya tadi, padahal Anda memiliki gudang dan melakukan produksi sendiri, Anda berada dalam posisi yang berbahaya. Kenapa?

Ketika Anda produksi sendiri, pasti ada banyak "barang nyangkut" di sana sini. Mulai dari:

  • Deadstock: Barang yang tidak laku dan menumpuk di gudang.
  • Barang Setengah Jadi: Bahan yang sudah diproses tapi belum menjadi produk akhir.
  • Gagal Produksi: Barang yang tidak memenuhi standar kualitas.
  • Nyangkut di Konveksi atau Vendor: Proses produksi yang tertunda.
  • Nyangkut di Perjalanan: Kendala logistik pengiriman bahan baku atau produk jadi.

Saya tahu betul betapa pusingnya mengelola ini semua. Proses produksi bisa menimbulkan banyak friksi, mulai dari debat dengan konveksi hingga memikirkan barang yang menumpuk. Jika Anda mengalami semua kerumitan ini dan omset Anda masih jauh di bawah saya, tanyakan pada diri sendiri: "Untuk apa saya capek-capek?" Uang Anda bisa menguap begitu saja tanpa hasil yang sepadan.

Mungkin Anda belum pernah impor, tapi saya yakin kerumitannya mirip dengan memiliki gudang produksi sendiri. Minimal, Anda harus memilah aset atau stok menjadi tiga kategori:

  1. Raw Material (Bahan Baku)
  2. Intermediate Goods (Barang Setengah Jadi)
  3. Final Goods (Produk Akhir)

Jika Anda tidak menghitungnya dengan benar, nominal yang "nyangkut" di barang setengah jadi atau bahan baku bisa jadi jauh lebih besar daripada stok produk jadi di gudang Anda. Jujur saja, saya punya trauma menghitung semua itu dan tidak mau lagi.

Solusi: Bootcamp Ternak Toko & Sindikat Dropship

Daripada uang Anda terus menguap karena kerumitan produksi dan stok, saya sarankan untuk bergabung dengan bootcamp saya bersama Mas Soni Kurniawan. Kami sedang membuka pendaftaran untuk Bootcamp Ternak Toko Plus Sindikat Dropship.

Di bootcamp ini, Anda akan belajar bagaimana membangun banyak toko. Omset yang saya tunjukkan tadi berasal dari 50 toko, meskipun masing-masing toko mungkin hanya menghasilkan 1-2 juta rupiah, tapi kalau dikalikan 50, hasilnya signifikan. Mengelola satu toko dan 50 toko tentu berbeda, begitu juga dengan strategi iklannya. Anda tidak mungkin memantau 50 toko secara manual.

Saya dan Mas Soni sudah berpengalaman selama 12 angkatan bootcamp ini. Kami terus melakukan iterasi, memperbarui, dan meng-update materi berdasarkan masukan dari peserta. Dengan bergabung, Anda bisa belajar lebih cepat. Anda mungkin bisa belajar sendiri, tapi itu butuh waktu 6, 7, bahkan 9 bulan. Dengan bootcamp, Anda bisa memangkas waktu belajar (hacking time) dan menghindari pengeluaran besar untuk mencoba metode yang belum tentu berhasil.

Partnership & Mutualisme Real

Bootcamp kami berlangsung selama 8 pekan dengan format yang berbeda. Bukan sekadar kelas teori, tapi Anda akan mendapatkan modul, praktik mandiri, dan sesi Zoom interaktif. Setelah pekan kedelapan, Anda otomatis bergabung dalam Sindikat Dropship kami, berpartner dengan saya, Mas Soni, dan member-member lainnya dari 12 angkatan sebelumnya.

Ini bukan sekadar hubungan jual-beli kelas, melainkan partnership mutualisme real. Jika Anda berhasil menjual banyak resi, saya juga senang. Mengapa? Karena saya juga bisa ikut menjual barang yang sama. Ini memberikan kami posisi tawar yang kuat ke supplier atau pabrik untuk mendapatkan harga terbaik. Dengan begitu, kita semua diuntungkan.

Tentu, untuk ini ada biaya yang perlu dikeluarkan. Saya rasa tidak mungkin membangun komunitas, sindikat dropship, dan bootcamp seperti ini tanpa biaya. Ini adalah hasil dari pengetahuan kumulatif, berbagai macam filterisasi, serta waktu dan tenaga yang besar. Jadi, saat Anda laku, saya pun laku, ini adalah mutualisme nyata, bukan hanya omongan belaka.

Bahkan Jika Tidak Mau Dropship...

Meskipun Anda belum ingin dropship, bootcamp ini tetap bermanfaat untuk scale up toko Anda. Banyak member kami yang belum dropship tetapi ingin meningkatkan skala produknya. Meskipun satu toko bisa menghasilkan omset besar, ada "limit tak tertulis" di platform seperti Shopee. Terkadang, meskipun Anda sudah iklan tak terbatas, tiba-tiba performa iklan bisa menurun. Ini adalah kenyataan di lapangan.

Makanya, jika Anda punya banyak toko, "kakinya banyak", harapannya "kantongnya juga banyak".

Daftar Sekarang!

Bagi Anda yang tertarik untuk bergabung, langsung saja kunjungi ghanirozaki.com. Cari bagian pendaftaran untuk Ternak Toko dan Sindikat Dropship. Saat video ini dibuat, kami sedang membuka angkatan ke-13, tapi jika Anda menonton ini di kemudian hari, link yang sama di ghanirozaki.com seharusnya tetap berlaku untuk angkatan selanjutnya. Jangan tunda lagi, daftar sekarang!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Mengungkap Omset Dropship Saya & Peringatan untuk Produsen Skala Kecil"

Posting Komentar