Panduan Jujur Seller Newbie Shopee: Mengapa Jualan Organik Saja Tidak Cukup
Belakangan ini saya sering melihat banyak teman-teman seller baru yang masuk ke dunia marketplace dengan ekspektasi tinggi. Bayangannya sederhana: cukup upload produk, kasih judul bagus, lalu pesanan akan datang mengalir sendiri. Namun, jujur saja, realita di lapangan tahun 2026 ini sudah jauh berbeda. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya di berbagai forum, cara lama itu sudah hampir mustahil berhasil.
Kali ini saya ingin berbagi beberapa poin penting yang mungkin terasa "brutal", tapi sangat perlu dipahami supaya kita tidak boncos di awal tanpa arah yang jelas.
Realita Pahit: Trafik Organik Sudah Hampir Mati
Dulu, kita mungkin bisa mengandalkan kata kunci yang tepat untuk muncul di halaman pertama secara gratis. Sekarang? Shopee sudah menjadi platform Pay to Win. Kalau saya tidak mau keluar uang untuk iklan, produk saya hampir pasti terkubur di bawah ribuan kompetitor yang berani bayar.
Strategi yang saya terapkan sekarang adalah mentalitas "sedekah" atau bakar uang di awal. Iklan, khususnya fitur GMV Max Auto, bukan saya tujukan untuk langsung cari untung. Tujuan utamanya adalah membeli data. Saya biasanya menyiapkan budget minimal Rp25.000 per hari dengan mentalitas ikhlas kalau uang itu hilang, asalkan saya dapat data pengunjung dan Add to Cart (ATC).
Strategi Iklan: Jangan Langsung Kejar ROAS Tinggi
Kesalahan terbesar yang dulu sering saya lakukan adalah langsung menargetkan ROAS (Return on Ad Spend) yang tinggi. Padahal, algoritma belum kenal siapa calon pembeli kita. Berikut adalah tahapan yang menurut saya lebih masuk akal:
- Mulai dengan GMV Max Auto: Biarkan sistem shope bekerja mencari audiens yang tepat. Fokusnya adalah membangun funnel, alias orang lihat dulu dan masukin keranjang.
- Tunggu Indikator "Matang": Saya tidak akan buru-buru pindah ke pengaturan manual. Saya baru berani ubah strategi kalau sudah ada minimal satu order konsisten setiap hari atau data keranjang sudah mulai tebal.
- Sabar dengan Budget: Jangan gonta-ganti budget setiap jam. Algoritma butuh waktu belajar. Evaluasi yang saya lakukan biasanya mingguan, bukan harian, karena data harian itu seringkali menipu (bias).
Strategi Produk: Lebih Baik Tebar Jala daripada Sniper
Banyak pemula terjebak sifat perfeksionis, mengulik satu produk sampai berhari-hari tapi ternyata pasarnya nggak ada. Kalau saya sekarang lebih suka metode "Tebar Jala".
Daripada pusing mikirin satu produk, lebih baik upload banyak variasi. Misalnya, satu produk yang sama saya buatkan lima etalase berbeda dengan judul dan foto utama yang berlainan. Biarkan pasar yang menyeleksi mana yang paling laku. Oh ya, jangan panik kalau produk baru tidak langsung muncul di pencarian. Biasanya sistem butuh waktu 7 sampai 10 hari untuk proses indexing.
Manajemen Harga dan Margin yang Sehat
Jangan sampai kita terjebak perang harga yang mematikan arus kas. Saya punya rumus sederhana untuk menentukan harga jual: minimal 1.8x hingga 2x dari Harga Pokok Penjualan (HPP).
"Kalau margin terlalu tipis, kita itu sebenarnya cuma kerja bakti buat marketplace dan jasa kirim, bukan cari profit buat diri sendiri."
Jika sebuah produk tidak bisa dijual dengan margin yang sehat karena saingannya terlalu "berdarah-darah", saya lebih memilih untuk move on dan cari produk lain. Bisnis itu tentang profit, bukan sekadar jumlah pesanan tapi kantong kosong.
Memicu Algoritma dengan Friend Order (FO)
Terkadang, iklan yang kita jalankan terasa "tidur" atau macet. Cara tercepat untuk membangunkan algoritma adalah dengan memancing interaksi nyata. Saya biasanya minta tolong kerabat atau teman untuk melakukan order (bukan fake order asal-asalan ya).
Tujuannya supaya sistem membaca ada sinyal konversi. Selain itu, perhatikan juga rasio Add to Cart. Kalau yang masukin keranjang banyak tapi nggak ada yang beli, kemungkinan besar harga kita yang kemahalan atau penawarannya kurang menarik.
Kesimpulan
Jualan di marketplace saat ini adalah tentang uji coba data dan riset produk yang tiada henti. Jangan baper kalau di awal terasa berat, itu adalah biaya belajar yang harus dibayar. Fokus saja pada prosesnya, evaluasi tiap minggu, dan jangan terlalu sering mengutak-atik iklan setiap jam.
Semoga catatan kecil saya ini bisa membantu teman-teman seller baru untuk lebih siap mental menghadapi persaingan di shope tahun ini.

0 Response to "Panduan Jujur Seller Newbie Shopee: Mengapa Jualan Organik Saja Tidak Cukup di 2026"
Posting Komentar