My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Kunci Scale Up dalam Bisnis

Scaling up! scale up!

ini kosakata umum kalau di dunia startup, sebenernya ini umum banget sih di dunia bisnis.

Intinya scale up itu yakita berubah skala dari yang sebelumnya, ke yang lebih besar. Pertanyaannya mau seberapa besar?

Praktek paling mudah itu ngukur dari peraturan pemerintah tentang skala UMKM. Dari usaha micro menjadi kecil, dari kecil jadi menengah, dari menengah menjadi besar, dan seterusnya. tiap step ini namanya scale up.

Bagaimana cara scale up? simple!

Sales naik terus, tapi cost tidak. inilah namanya scaleup. meskipun praktek yang paling mungkin bukan seperti itu, tapi

Sales naik exponensial, cost naik linear. kebayang ga? coba perhatikan gambar di bawah ini.

kunci scale up bisnis atau startup
kunci scale up bisnis atau startup


Gambar di atas nunjukkin cost kita akan naik terus seiring waktu, wajar, nambah karyawan, nambah kontrakan, nambah bayar pajak, dan lain sebagainya. Perhatikan garis sales-nya. dia naik secara exponensial, yang makin ke kanan gap antara cost dan sales semakin besar. artinya profit semakin besar dan terus membesar.

nangkep ya? ini teori mah gampang banget. tapi prakteknya? subhanallah susahnya...

Bahkan yang saya alami, kadang cost bertambah eh sales malah turun. hadoh....

Dari analisis saya, dan belum pernah saya praktekkan lalu berhasil, supaya bisa scale-up (cost linear, sales exponential) anda perlu memperhatikan beberapa hal ini:

traffic organic

yang belum tau apa itu traffic organic, intinya adalah traffic yang datang ke kita tanpa kita harus bayar iklan. Misalnya dari search Google, dari search Instagram, dari search marketpace. Secara langsung kita ga bayar, alias gratis.

Artinya, kita tidak keluar cost, tapi potensi sales terus ada.

Cuman masalahnya, ini ga semudah yang dibayangkan. SEO itu ilmu komunitas, alias tidak ada teori PASTI dari yang punya rumah (Google / Instagram / Facebook) supaya konten kita menjadi paling atas dan mudah ditemukan orang. Dan membangun ini bukan perkara sehari duahari, untuk blog ini aja saya butuh 3 tahun untuk dapet traffic at least 200/hari. hanya 200 per hari men!!! padahal kan kita pengennya 1jt view per hari. hehe

Jadi intinya, ini traffic gratis!

brand value

baca dulu: https://www.garoblogz.com/2020/08/cara-mengukur-nilai-suatu-brand.html

ini nyambung sama poin pertama di atas. Organic Search atau organic traffic itu pasti butuh keyword. Untuk awal awal, umumnya keyword generik yang ada harapan. Lama kelamaan kalau brand kita kuat, akan menjadi keyword brand.

Sebagai contoh. Bisnis saya yang jualan gamis anak, namanya Bajuyuli, keyword generiknya ya gamis anak.

Saat ini lebih banyak orang yang search "Bajuyuli" untuk nyampe ke website kami, ketimbang generik keyword "gamis anak". Artinya brand value saya naik, orang spesifik search Bajuyuli untuk nyari gamis anak, bukan nyari gamis anak eh nemunya Bajuyuli.

Semakin besar brand value anda, semakin tinggi juga org search dengan keyword brand anda. ini sangat bagus.

Cuman masalahanya, ningkatin brand value itu ga gampang. Gimana caranya? nanti sy bahas deh di artikel lain

Bangun komunitas loyalis

Ini juga nyambung dengan poin2 di atasnya ya..

Pernah denger komunitas Mitsubishi Lancer? komunitas Gran Max? komunitas pengguna Xiaomi? dan lain sebagainya.

Itu komunitas (mungkin) sebagian besar ga dibiayai oleh si brand nya. enak banget ga tuh?

tanpa harus repot marketing, orang /customer kita udah secara sukarela untuk mempromosikan brand kita. artinya kita ga mengeluarkan cost untuk marketing di kanal ini. keren deh pokonya kalau suatu brand udah punya komunitas loyalis seperti itu.

otomasi

Ini sebenernya ga terlalu signifikan. Karena kaitannya dengan cost operasional.

Misalkan, tadinya kita butuh 3 orang admin untuk membalas chat dan rekap order. kalau ada otomasi, kita hanya membutuhkan 1 admin. artinya ada penghematan, bisa neken cost.

Atau kasus produksi, yang tadinya harus produksi manual, tapi kalau ada mesin, produksi bisa super banyak dan otomatis. jelas neken cost. kebayang ya?

kenapa ga signifikan? karena ini kasarnya adalah efisiensi, bukan melebarkan sayap / expansi.

Economies of scale

Ini juga sama, efisiensi aja. Jadi misalkan kita produksi dengan membeli bahan dari toko, tapi kalau beli ke pabrik besar, kita mendapatkan harga yang lebih murah. sehingga ongkos produksi jadi turun. ya cost juga turun. begitu seterusnya. Sudah banyak teori tentang ini, silakan Googling ya.

Tapi perlu diperhatikan, untuk scale up, poin ini tidak terlalu signifikan.

--

Oya ada juga tipe bisnis yang emang nature nya mudah discaleup dan ada yang naturenya agak susah discaleup.

Bisnis retail itu tergolong susah di-scaleup, karena kaidah umumnya, semakin tinggi penjualan semakin tinggi juga cost.

Kalau bisnis yang naturenya mudah discaleup biasanya yang menyangkut dengan hak cipta. Misalkan buat software, bikinnya kan cuma sekali, tapi kalau yang pakai terus semakin banyak semakin banyak, makin profit bisnis tersebut. Ya tentu ada cost untuk maintain si software, tapi ga sebesar di awal.

Contoh lain adalah film! tau film Godfather? sampai hari ini, masih ada yang nonton! padahal mungkin produsernya udah meninggal, padahal mungkin aktornya udah meninggal. Ongkos produksinya hanya di awal, tapi revenue jalan terus sampai sekarang.

0 Response to "Kunci Scale Up dalam Bisnis"

Posting Komentar