My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Profit dari HPP produk?

HPP adalah Harga Pokok Produksi, yaitu biaya yang kita bayarkan untuk mendapatkan suatu produk. HPP ini bisa terbagi bagi menjadi harga bahan dasar, harga ongkos buat, harga aksesoris, harga pengiriman, dlsb..

Dulu waktu saya kecil, jualan es bul bul dan jualan yoghurt punya ibu saya, nyitung harus jual berapa dari harga modal (HPP) itu gampang banget. Karena wkt itu saya berjualan simpel, hanya ambil barang jual ke temen, seneng. udah deh. ya namanya juga anak kecil.

Ternyata ngitung HPP itu ga semudah yang dibayangkan, banyak banget teorinya. Waktu saya kuliah MBA (baca dulu: https://www.garoblogz.com/2019/12/pengalaman-kuliah-s2-mba-itb-jurusan-cce-entrepreneur.html), ada banyak banget metode ngitung HPP, dan ada banyak banget teori untuk ngitung harga jual. Tapi itu semua bukan dari textbook sih, tapi dari praktisi bisnis, jadi teorinya dia sendiri.

Nah oleh karena itu saya juga mau buat teori HPP dan profit versi saya...

Saya jualan di marketplace, dimana perang harga adalah medan yang harus kami hadapi. Saya ga punya teori analits tentang profit yang tepat dari HPP, tapi saya punya kesimpulan yang sangat WORKS buat saya. Jika anda ingin perushaan anda berkembang, profit minimal dari HPP adalah 30%.

Banyak saya temukan online shop yang jualan sangat murah, hasil itung2an saya, profit dia dari HPP itu sekitar 15-20%. Toko nya laku banget! tapi dari dulu sampai sekarang, bisnis dia gitu gitu aja. Karena profitnya terlalu tipis, tidak ada ruang untuk mengembangkan bisnisnya. Pengembangan yang saya maksud adalah seperti penambahan karyawan, penambahan lini bisnis baru, ekspansi, dlsb.

Bahkan saya juga menemukan ada yang tokonya laku banget, dan si owner masih saja jadi CS! ya ga masalah sih, tapi ini dia itungannya jadi self-employee, bukan pebisnis. Baca: Cashflow Quadrant. contoh kaya gini mah banyak banget, ga harus bisnis online. Lihat toko bangunan yang super laku di sekitar rumah anda, pasti jualnya murah, dan si koko atau encinya masih jadi kasir, ya kan? contoh lain adalah Rumah Makan Padang, si uda nya masih jadi kasir kan?

nah kalau ngitung HPP gmn? kan harga fluktuatif?

Kalau saya bikin simple aja, harga bahan baku yang fluktuatif saya rata-ratakan secara realtime. Dalam artian setiap ada  pembelian bahan baku baru, harga tersebut dicatat dan dirata ratakan dengan pembelian sebelum sebelumnya. Lalu tambahkan ongkos pembuatan dan aksesoris. Hasilnya dikalikan safety faktor. Kalau saya safety fakotrnya adalah 1.05.

HPP = (rata rata bahan baku + ongkos pembuatan + aksesoris) * 1.5
Harga jual = HPP + Profit = HPP * 1.3

Alhamdulillah dengan rumus itu, bisnis saya lumayan berkembang. Tahun ke-2 karyawan saya ada 5 orang, sekarang tahun ke-5, karyawan saya ada 20 orang.

5 komentar:

  1. Terimakasih kang, saya senang baca blog ini ketika ada seorang brand owner yg menginpirasi saya dalam dunia bisnis.

    Saat ini saya sedang di tahap awal yaitu dropsip, yg mau saya tanyakan, apakah hpp untuk dropsip di naikkan 10%-30%?

    Karena skrg saya naikkan semuanya pakai rupiah per barang naikin 50ribu.

    Sepertinya saya harus mencoba membeli barang dan memfoto ulang (seperti yang ajang share di tulisan lain), daripada scrap sana sini, karena saat ini di marketplace saya lihat hanya scrape dengan foto yg sama (tidak unik)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah saya coba jawab ya...

      Sepengalaman saya memang 30% itu syarat minimal untuk bisnis bisa berkembang, tapi kalau dropship ada sedikit kekhususan. Utk awal awal dropship belum punya kewajiban yang banyak kan? seperti gaji karyawan, sewa tempat dlsb.. Jadi untuk awal awal ambil aja margin 10% dari supplier, karena kalau lebih dr itu susah sekali lakunya untuk di marketplace..

      nanti setelah berkembang, pelan pelan naikkan profit, atau kalau perlu cari supplier yang lebih murah lagi atau produksi sendiri.

      ==

      ya betul sekarang untuk dropship scrapper hampir tuntas ditebas sama marketplace, jadi mending foto sendiri aja. Murah kok untuk photoshoot itu, kalau di Bandung sih ada yang menawarkan ±15rb rupiah per produk

      ==

      semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. Terimakasih ya kang sudah menjawab pertanyaan saya, saya tunggu next postingan menarik seputar pengalam mulai dari dropsip hingga sukses buat produk sendiri

      Hapus
    3. sama sama pa. Ya Insya Allah nanti share pengalaman lg soal Dropship

      Hapus
    4. Kang recent comment nya boleh dong di tampilin di widgetnya, biar saya tau balasannya heh

      Hapus