My Sticky Gadget

Bajuyuli baju muslim anak perempuan

Apa itu Getting Things Done?

Getting things done = mengerjakan pekerjaan dengan selesai, tidak ada yang terlewat. meskipun ada yang salah itu tak mengapa.

orang yang biasa getting things done bisanya lebih berprestasi daripada yang tidak. Saya menghadapi banyak orang yang tidak getting things done, pekerjaannya selalu saja ada yang terlewat. Lupa lah, kelewat lah, apapun itu.

Getting things done bukan berarti harus semuanya perfect alias perfeksionis, ini yang sering disalah artikan oleh pegawai. "Ah si boss mah terlalu perfeksionis.." begitu cibiran mereka, padahal sama sekali bukan.

Dari banyaknya task atau tugas yang diberikan, berapa banyak anda deliver / menyelesaikannya? kalau 100% berarti anda getting things done, masalah hasil kerjaannya sesuai harapan atau tidak itu adalah lain soal.

Sebenernya ada buku yang katanya bagus: Getting Things Done - David Allen, tapi karena belum ada terjemahan bahasa Indonesianya jadi saya belum berani beli. he he

Ini bebreapa analisis dan solusi saya untuk orang yang tidak GETTING THINGS DONE

menulis salah satu cara untuk getting things done
menulis salah satu cara untuk getting things done

Level Pendidikan

Mohon maaf, tapi di lapangan ini memang benar. Level pendidikan memengaruhi seseorang bekerja baik atau tidak, memengaruhi seseorang mengerjakan pekerjaan atau tidak. Semakin tinggi jenjang pendidikan, seharusnya seseorang lebih bertanggung jawab dan melakukan getting things done. Simple nya gini, karena jenjang pendidikan mereka tinggi, tugas yang pernah mereka emban tentu tidak mudah seperti: bikin skripsi, bikin thesis, bikin disertasi

Lupa

Sebenernya ini sudah saya bahas di artikel ini:  Arti Lupa Tips Supaya Tidak Lupa
Jadi lupa itu menurut saya adalah penyakit orang malas. Malas mencatat, malas mengingat, dan malas bekerja. Bagaimana mungkin seseorang bisa lupa akan pekerjaannya padahal kan pekerjaan adalah kewajiban? ditambah lagi jaman sekarang mencatat bisa di mana saja, bisa di buku, di HP, di sosmed, di blog, dlsb.Bagaimana mungkin ada peluang untuk lupa?

Dan diperparah lagi, seakan akan kalau ketika ada yang mengaku "maaf lupa", itu adalah hal yang harus dimaklumi, karena orang tersebut sebenernya tidak ingin lupa dan tidak sengaja sehingga lupa.

Padahal sekali lagi lupa adalah PENYAKIT orang MALAS.

So, mulailah mencatat segala sesuatu, dan mengerjakan segala sesuatu di catatan tersebut.

Tidak Tahu Prioritas

Ok ini memang susah, saya pernah baca, perbedaan pemimpin dan bukan pemimpin adalah masalah penentuan prioritas. Dan tidak semua orang terdesign, dan atau mau jadi pemimpin.

Namun yang paling mudah dalam menyusun prioritas adalah dengan mencatatnya dan kelompokkan berdasarkan:

1. Penting, Mendesak. contoh: deadline pekerjaan
2. Penting, tidak mendesak contoh: perencanan kerja esok hari
3. Tidak penting, mendesak. comtoh: tamu datang yang harus segera disambut
4. Tidak penting, tidak mendesak: nonton TV

Nah usahakan anda mengerjakan segala pekerjaan anda berururan dari no 1. Dan menurut Stephen Covey, orang yang efektif itu berkutat di nomor 2 (kuadran 2) = penting, tidak mendesak.

Mungkin soal penentuan prioritas ini akan saya bahas di posting yang lain

terima kasih

0 Response to "Apa itu Getting Things Done?"

Posting Komentar