Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Teman-teman.
Saya ingin berbagi tentang tiga investasi terbaik yang mungkin secara naif Anda tidak akui, atau Anda sudah tahu tapi tidak melaksanakannya. Sebagian besar dari kita mungkin seperti itu. Apa saja?
Mari kita langsung bahas ketiganya: Pertama, pendidikan atau pelatihan (sering disebut investasi 'leher ke atas'). Kedua, personal branding (self-branding). Ketiga, kesehatan.
1. Pendidikan atau Pelatihan (Investasi 'Leher ke Atas')
Mari kita mulai dengan pendidikan atau pelatihan. Saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya.
Saya memutuskan untuk mengambil S2 pada tahun 2018. Saat itu adalah tahun kedua saya fokus penuh pada bisnis. Dampaknya masih saya rasakan hingga saat ini. Bukan hanya ilmunya, tetapi saya juga mendapatkan mentor dan komunitas. Hingga kini, saya masih rutin mentoring dengan beliau setiap minggu. Manfaat dari memiliki mentor ini sangat besar dan berkelanjutan. Saat itu, saya membiayai studi saya sendiri, yang berarti ini adalah sebuah investasi, dan imbal hasilnya (return) masih saya rasakan sampai sekarang.
Selain itu, saya juga sering membeli berbagai kelas, termasuk kelas bahasa Inggris yang ilmunya masih saya gunakan hingga sekarang. Investasi semacam ini memang tidak bisa diukur dalam bentuk uang seperti emas atau saham. Namun, jika imbal hasilnya terus-menerus, bahkan jika nilainya terlihat kecil, itu adalah investasi yang sangat baik.
Ambil contoh les bahasa Inggris. Mungkin Anda mengeluarkan jutaan rupiah untuk itu. Angka tersebut mungkin terasa besar. Tapi, jika setelah les bahasa Inggris Anda menjadi lancar, mudah memahami, dan terus-menerus menggunakannya, itu berarti imbal hasil yang bagus. Menurut saya, itu adalah salah satu investasi terbaik.
Saya yakin Anda sudah memahami pentingnya pendidikan atau pelatihan sebagai investasi 'leher ke atas', namun apakah Anda sudah menjalankannya? Di era AI seperti sekarang, ilmu memang sangat mudah didapat. Oleh karena itu, saya kini lebih selektif dalam mencari kelas. Saya mencari ilmu yang tidak bisa diakomodasi oleh AI. Misalnya, ilmu tentang ekosistem Shopee. AI seringkali tidak bisa mengcover secara langsung karena perubahan di Shopee sangat cepat. Jika kita bertanya tanpa konteks, AI cenderung memberikan jawaban yang terlalu umum, seperti membahas iklan manual.
Jadi, jika Anda ingin berinvestasi 'leher ke atas', Anda bisa mempertimbangkan untuk bergabung dengan Sindikat Dropship, yang merupakan program pembelajaran intensif selama dua bulan. Anda bisa cek di ghanirozaki.com untuk detailnya. Namun, terlepas dari itu, intinya adalah pendidikan atau pelatihan. Ini adalah investasi terbaik yang Anda pahami tapi mungkin tidak Anda lakukan. Mohon maaf jika ada yang merasa tersinggung, tapi saya yakin banyak juga yang sudah paham.
2. Personal Branding (Self-Branding)
Investasi kedua adalah personal branding (self-branding). Dalam dunia bisnis, saya melihat personal branding semakin menjadi kebutuhan. Para CEO besar sering tampil di depan kamera, melakukan self-branding. Sederhananya, personal branding adalah membuat konten, baik itu dibuatkan atau Anda sendiri yang membuatnya.
Tokoh-tokoh besar seperti Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, atau Jensen Huang, mereka semua melakukan self-branding dengan tampil di depan kamera. Dan ini juga terbukti efektif bagi kita.
Saya pribadi Ghani Rozaqi juga telah melakukan personal branding sejak lima atau enam tahun yang lalu, dan dampaknya terus saya rasakan hingga saat ini. Saya mendapatkan banyak relasi, kepercayaan, bahkan bisa membuat kelas dan tools. Imbal hasilnya memang tidak selalu besar dalam bentuk rupiah, tetapi sifatnya yang terus-menerus membuat investasi waktu, perangkat, dan pikiran yang saya keluarkan menjadi sangat sepadan. Jadi, untuk berinvestasi dalam branding, kita perlu menyiapkan uang, waktu, dan pikiran. Imbal hasil yang terus-menerus ini menjadikannya investasi yang sangat berharga.
Jika Anda merasa belum berinvestasi, cobalah personal branding. Memang tidak ada investasi yang pasti berhasil, reksadana pun bisa gagal, emas pun bisa turun. Investasi ini mungkin tidak langsung berhasil, tetapi percayalah, jika berhasil, imbal hasilnya akan terus-menerus dan sangat sepadan. Buktinya, mungkin Anda menonton ini karena personal branding yang saya bangun. Membangunnya memang tidak mudah, tetapi jika Anda menundanya sampai besok, itu sudah terlambat. Lebih baik mulai sekarang agar tidak semakin tertinggal.
3. Kesehatan
Jadi, setelah pendidikan/pelatihan dan personal branding, investasi ketiga, yang mungkin Anda secara naif tidak akui dan tidak Anda lakukan, adalah investasi di kesehatan. Kesehatan itu mahal, Teman-teman.
Jika kita sakit—semoga kita semua terhindar dari penyakit serius seperti jantung—faktanya, biaya tindakan medis atau perawatan tubuh kita sangat mahal. Mungkin Anda akan berkata, "Saya punya asuransi," atau "Saya pakai BPJS yang full cover." Ya, secara finansial, Anda mungkin terlindungi. Secara uang, Anda tidak akan rugi besar. Investasi Anda adalah dalam bentuk premi asuransi, sehingga saat sakit, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Secara nominal, Anda memang tidak rugi.
Namun, ada satu hal yang mungkin tidak Anda sadari jika belum mengalaminya. Saya pernah merasakannya, bukan saya yang sakit, tetapi almarhum ayah dan mertua saya. Ketika ada anggota keluarga yang sakit, seluruh keluarga akan kerepotan. Kita semua akan bahu-membahu merawat, tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Ini berarti kita semua mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Jika kita berbicara dalam konteks bisnis, ini adalah kerugian waktu, tenaga, dan pikiran. Anggota keluarga lain mungkin harus mengambil cuti untuk menjaga dan menunggu. Bahkan, terkadang sampai ikut sakit karena kelelahan menunggu. Artinya, ada kerugian yang terjadi.
Jika Anda sakit, Anda secara tidak langsung merugikan orang-orang terdekat Anda. Saya pribadi tidak ingin hal itu terjadi. Saya tidak ingin menyusahkan anak-anak saya di masa tua nanti, karena mereka pasti juga akan memiliki kesibukan masing-masing.
Saya mungkin memiliki pandangan sedikit berbeda dari kebanyakan orang yang mengatakan bahwa anak mengurus orang tua adalah suatu keniscayaan. Ya, itu benar. Pahalanya luar biasa besar. Dan memang sudah sepantasnya anak mengurus orang tua, karena waktu kecil orang tua mengurus anak. Saya setuju dengan itu. Namun, fokus utamanya sebenarnya adalah kewajiban. Kita mengurus orang tua bukan semata-mata karena dulu kita diurus orang tua, bukan hanya karena balas jasa saat mereka sakit, tetapi karena kewajiban. Orang tua pun merawat kita saat bayi karena kewajiban, bukan agar nanti diurus di masa tua. Ini adalah amanah.
Begitu pula kita yang masih sehat saat orang tua kita sakit dan tidak berdaya, seperti kita saat bayi. Kita diamanahi untuk mengurus mereka. Pengalaman inilah yang saya rasakan, yang mengakibatkan kerugian waktu dan tenaga, semua karena kesehatan yang tidak terjaga. Oleh karena itu, investasi ketiga ini adalah investasi di kesehatan, agar kita tidak merugikan orang lain. Menurut saya, inilah investasi terbaik ketiga.
Itulah sedikit celotehan saya, Teman-teman. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Jika Anda tertarik berinvestasi 'leher ke atas' bersama saya, Anda bisa bergabung dengan Sindikat Dropship. Kunjungi website saya di ghanirozaki.com untuk informasi lebih lanjut tentang cara bergabung. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Tiga Investasi Terbaik: Pendidikan, Personal Branding, dan Kesehatan"
Posting Komentar