My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Strategi Jualan di Shopee: Riset Produk, Iklan vs Live, dan Pentingnya Shopee Video

Halo! Pada kesempatan kali ini, saya, Ghani Rozaqi, akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan menarik seputar strategi berjualan online, khususnya di Shopee. Saya harap ulasan ini bisa memberikan pencerahan dan manfaat bagi Anda yang sedang mengembangkan bisnis di platform tersebut.

Riset Produk: Menemukan Peluang Tanpa Kata Kunci Awal

Pertanyaan pertama datang mengenai Riset dan Pengembangan (RnD) produk. Seringkali, kita dihadapkan pada situasi di mana ingin mencari produk yang sedang naik daun, namun belum tahu harus memulai dari mana atau produk spesifik apa yang ingin dicari.

Misalnya, jika saya ingin mencari 'ikan teri Jenengkiy Premium', data akan muncul mengenai berapa lama produk tersebut listing, rentang harganya, dan informasi lainnya. Namun, bagaimana jika saya belum memiliki ide sama sekali tentang produk apa yang ingin saya cari? Apakah ada cara untuk mengetahui produk-produk yang sedang naik daun tanpa harus memasukkan kata kunci spesifik terlebih dahulu?

Jawaban saya, ada datanya. Sumber data ini berasal dari volume pencarian di Shopee. Ketika kita menggunakan fitur iklan pencarian toko dan mengetikkan suatu kata kunci, misalnya 'ikan teri A', Shopee akan memberikan berbagai sugesti di bawahnya seperti 'ikan teri A B C', 'ikan teri asoy', dan sebagainya. Data sugesti ini bisa kita 'scrap' atau ambil menggunakan tools tertentu. Dari data yang terkumpul, kita bisa melihat volume pencariannya dan mengidentifikasi mana produk atau kata kunci yang sedang growing (berkembang) dan mana yang tidak.

Jika tidak menggunakan tools, cara sederhananya adalah dengan mengamati langsung sugesti yang muncul di kolom pencarian Shopee. Dari sana, kita bisa mendapatkan gambaran awal.

Lalu, bagaimana jika benar-benar belum tahu ingin menjual produk apa atau bahkan kategorinya? Apakah ada referensi produk yang sedang tren bulan ini, misalnya?

Jujur, jika memulai dari nol besar dan belum memiliki gambaran kategori produk sama sekali, saya tidak bisa memberikan rekomendasi spesifik. Setiap seller idealnya memiliki kemampuan atau ketertarikan pada kategori tertentu. Misalnya, jika Anda memiliki kemampuan menjual baju, maka fokuslah pada kata kunci baju. Akan sulit jika tiba-tiba beralih menjual vitamin tanpa memiliki kemampuan di bidang tersebut.

Jadi, poin utamanya adalah minimal kita harus tahu kemampuan atau passion kita di bidang produk apa.

Iklan Berbayar vs. Live Streaming: Mana yang Lebih Efektif?

Beralih ke pertanyaan selanjutnya, sebuah pertanyaan klasik mengenai iklan berbayar vs. live streaming di Shopee atau TikTok. Mana yang sebenarnya lebih worth it secara keseluruhan untuk penjualan?

Menurut saya, tidak ada yang 'lebih worth' secara mutlak. Namun, jika harus memilih, iklan jauh lebih penting dibandingkan live streaming. Hampir semua seller saat ini beriklan, tetapi tidak semua seller melakukan live streaming. Saya sangat setuju jika ada yang berpendapat bahwa live streaming tidak begitu perlu, dan yang lebih penting adalah memainkan iklan dan afiliasi.

Mengapa demikian? Live streaming itu 'perih' karena cost (biaya)-nya cukup mahal. Terutama di daerah perkotaan besar seperti Jabodetabek, biaya untuk melakukan live streaming bisa sangat luar biasa tingginya.

Sindikat Dropship dan Ternak Toko: Membangun Pondasi Bisnis

Selanjutnya, ada pertanyaan mengenai program 'Sindikat Dropship' dan 'Ternak Toko'. Mana yang lebih baik? Apakah bisa langsung masuk ke 'Sindikat Dropship' atau harus melalui 'Ternak Toko' terlebih dahulu agar 'Sindikat Dropship' lebih powerful?

Jawabannya, Anda harus melalui 'Ternak Toko' terlebih dahulu. Konsepnya seperti semester pendek di perkuliahan, di mana kita bertemu setiap minggu selama dua bulan penuh dengan praktik. Saya sebagai fasilitator akan lebih mengenal karakter para peserta karena kita bertemu minimal empat kali. Ini sangat penting karena yang dibangun dalam 'Sindikat Dropship' adalah partnership. Jika tidak saling mengenal, apa bedanya dengan platform umum seperti Bale Mall atau Jack Mall?

Pentingnya Konten Video di Shopee (Shopee Video)

Pertanyaan terakhir membahas seberapa pentingnya konten video di Shopee untuk penjualan produk. Apakah video konten ini memengaruhi performa seperti 'GMV Maax' di TikTok Shop, sebagaimana yang disampaikan oleh sebagian teman?

Saya tidak bisa berkomentar banyak tentang TikTok karena saya tidak terlalu aktif di sana. Namun, untuk Shopee, saat ini video konten (termasuk video afiliasi) belum secara langsung memengaruhi iklan berbayar. Kita tidak tahu bagaimana ke depannya, tetapi untuk saat ini, belum.

Video yang dimaksud di sini adalah video-video afiliasi yang dibuat dengan keranjang kuning, bukan video produk biasa. Video afiliasi, terutama melalui Shopee Video, adalah salah satu jalur afiliasi yang paling besar dan penting. Saya melihat banyak afiliator memanfaatkan fitur ini, bahkan untuk produk sembako.

Kemudian, apakah mengunggah video secara mandiri melalui channel kita sendiri dengan keranjang kuning akan memengaruhi iklan kita menjadi lebih baik? Sepengalaman saya, jika menggunakan akun toko, tidak ada pengaruhnya terhadap iklan. Namun, jika Anda menggunakan akun afiliasi, video tersebut cukup efektif dan lumayan bagus untuk penjualan afiliasi.

Baik, itu tadi beberapa pertanyaan yang berhasil saya jawab. Semoga diskusi ini bermanfaat dan bisa membantu Anda dalam mengembangkan strategi berjualan online. Anda bisa menemukan lebih banyak wawasan seputar dunia e-commerce di ghanirozaqi.com. Terima kasih sudah menyimak!

0 Response to "Strategi Jualan di Shopee: Riset Produk, Iklan vs Live, dan Pentingnya Shopee Video"

Posting Komentar