My Sticky Gadget

Belajar Jualan Online di Shopee

Peluang Bisnis di Kategori Wellness yang Terus Berkembang

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kali ini saya ingin berbagi pemikiran tentang salah satu kategori bisnis yang menurut saya terus mengalami pertumbuhan. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memulai bisnis atau brand baru, saya harap ide ini bisa memberikan inspirasi.

Kategori Wellness: Sebuah Pertumbuhan yang Stabil

Menurut saya, kategori ini adalah wellness. Kategori wellness ini terus tumbuh semenjak pandemi COVID-19 sampai detik ini. Kita bisa melihat bagaimana olahraga seperti padel menjadi viral, tren lari-lari yang melahirkan 'pelari culture' — mereka yang tak hanya sehat tapi juga bergaya. Jadi, wellness itu mencakup gaya sekaligus kesehatan.

Lalu, apa itu wellness? Dalam bayangan saya, wellness meliputi hal-hal seperti make up, kesehatan umum, skincare, kesehatan mental, psikologi, dan sejenisnya. Setelah berdiskusi dengan AI Gemini, ada sedikit perbedaan pandangan. Gemini menyebutkan bahwa skincare tidak selalu tergolong wellness karena pria juga banyak yang menggunakannya sekarang. Namun, intinya, kategorinya adalah wellness, dan saya ingin lebih fokus pada subkategorinya.

Secara umum, wellness terus berkembang, dan setiap subkategorinya pun demikian. Jika kita membagi wellness, ada banyak aspek. Saya secara khusus ingin berfokus pada kesehatan.

Kesehatan: Preventif vs. Reaktif

Kesehatan itu ada dua jenis: preventif dan reaktif. Mari kita bahas reaktif dulu. Kesehatan reaktif adalah ketika kita sudah sakit. Misalnya, membeli obat saat sakit, pergi ke dokter gigi saat sakit gigi, atau ke rumah sakit jika mengalami serangan jantung. Ini adalah industri tersendiri. Jangan salah, rumah sakit adalah industri kesehatan yang besar dan tidak bisa kita pungkiri butuh profit untuk menggaji karyawan, dokter, dan membiayai operasionalnya. Membangun rumah sakit itu tidak murah. Jadi, jangan naif; kesehatan adalah sebuah industri dari hulu ke hilir, mulai dari obat-obatan, sekolah perawat, hingga sekolah dokter.

Sisi reaktif ini ranah industri yang besar, melibatkan dokter, rumah sakit, apoteker, farmasi, bahkan herbal. Saya tidak akan membahas terlalu jauh ke sana, karena mungkin terlalu besar untuk UMKM. Meskipun saya yakin banyak UMKM yang berpartner atau menjadi vendor bagi rumah sakit.

Saya ingin beralih ke subkategori berikutnya, yaitu kesehatan yang preventif. Ini adalah orang-orang yang sebelum sakit, sudah sadar dan berusaha untuk tidak sakit. Mereka yang sedang sehat, berusaha untuk tetap sehat. Singkatnya, mereka adalah orang-orang yang kebutuhannya sudah terpenuhi.

Target Pasar Preventif: Tidak Sensitif Harga

Faktanya, orang yang memikirkan hal-hal preventif seperti berolahraga, biasanya perutnya sudah kenyang. Mari kita lihat di lapangan, maaf, pengemis atau mereka yang masih sibuk mengurus kebutuhan perutnya sehari-hari kemungkinan besar tidak memikirkan wellness preventif ini karena mereka harus terus bekerja dan tidak punya pilihan dalam makanan, mereka makan apa saja yang ada.

Jadi, meskipun ada pengecualian, secara umum, orang yang berpikir tentang kesehatan preventif – seperti berolahraga, memilih makanan sehat, atau melakukan medical check-up – kemungkinan besar berasal dari kalangan menengah ke atas. Tiga jenis orang ini (yang olahraga, pilih-pilih makanan, dan medical check-up rutin) saya rasa tidak sensitif harga (price sensitive).

Kategori yang target marketnya tidak sensitif harga adalah kategori yang saya pribadi suka. Saya sudah "tobat" untuk berperang harga. Jika Anda merasa ingin mencari kategori baru dengan target pasar yang tidak sensitif harga, ini bisa dicoba. Yaitu, orang yang berusaha untuk sehat, yang sedang sehat, dan ingin terus sehat, baik melalui olahraga, medical check-up, atau memilih makanan.

Ini terbukti. Brand-brand apparel olahraga terus tumbuh, gym-gym juga terus bermunculan. Di Bandung, saya melihat beberapa gym dari Cina, baik itu franchise atau langsung dioperasikan oleh pemodal kuat. Ini menunjukkan bahwa orang-orang dengan modal besar pasti memiliki analisis yang mendalam, berinvestasi besar, dan membangun fasilitas yang mumpuni, bahkan ada yang buka 24 jam di mall. Ini berarti kategori gym atau wellness kesehatan adalah sesuatu yang besar.

Peluang dan Saran

Bagaimana dengan saya? Saya pribadi ingin sekali bermain lagi di bidang fashion dan memiliki produksi sendiri, tetapi mental blok saya masih cukup tinggi untuk terjun kembali ke produksi besar. Meski begitu, saya sudah mencoba merasakan kategori yang sedang berkembang ini dengan menjual sepatu olahraga, meskipun skalanya masih kecil. Ini hanya sekadar mencicipi peluang di kategori yang sedang tumbuh.

Jadi, saran saya, cobalah kategori wellness karena memang sedang berkembang. Dan lebih spesifik lagi, sasar ke arah yang tidak sensitif harga. Artinya, orang yang tidak melulu mencari yang termurah. Bukan berarti mereka tidak mau yang murah, orang kaya pun mencari yang murah. Tapi mereka cenderung tidak hanya mencari harga terendah sebagai satu-satunya pertimbangan utama saat membeli produk atau layanan untuk kesehatan preventif mereka.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Peluang Bisnis di Kategori Wellness yang Terus Berkembang"

Posting Komentar