Selamat malam Minggu, teman-teman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Malam ini, saya ingin mengajak Anda ngobrol santai di forum harian ini. Kita akan membahas berbagai isu seputar e-commerce, khususnya terkait periklanan dan penjualan. Jika ada pertanyaan atau pengalaman yang ingin dibagikan, silakan.
Tantangan ROAS dan Kesabaran
Saya membuka sesi diskusi, dan Mas Juragan Sekam langsung menyampaikan keluhannya. Beliau bertanya mengapa Return on Ad Spend (ROAS) iklannya akhir-akhir ini terasa kurang 'menggigit' atau performanya menurun. Ia memberi contoh, biasanya iklannya bisa menyedot Rp20.000 per hari, kini hanya Rp2.000 saja.
Memang, banyak yang mengeluhkan hal ini. Saran saya, sabar dulu. Jangan panik, karena kepanikan justru bisa memperburuk keadaan. Tetap tenang dan evaluasi strategi Anda, karena kondisi pasar bisa berubah-ubah.
Memilih Antara GMP Mac Auto dan ROAS Ideal
Selanjutnya, ada pertanyaan menarik dari Kang Kecap Official. Beliau telah dua minggu menggunakan GMP Mac Auto dengan budget Rp45.000 per hari, dan alhamdulillah penjualannya cukup baik, meski kadang banyak, kadang sedikit. Ia bertanya apakah harus menaikkan ke ROAS ideal atau bertahan dulu di Auto.
Orderan setiap hari ada, dan itu bagus sekali! Untuk pertanyaan apakah 'boncos' atau tidak, ia menjawab impas atau sedikit lebih, terutama jika ada lebih dari tiga penjualan.
Melihat kondisi ini, saya menyarankan untuk langsung beralih ke strategi ROAS ideal. Namun, harus siap dengan kemungkinan traffic yang akan sedikit menurun di awal. Memang, menunggu data lebih lengkap bisa membuat keputusan lebih kuat, tapi membayangkan satu bulan lagi dengan profit yang tipis justru bisa membuat perputaran modal menjadi kurang efektif.
Ketika beralih ke ROAS ideal, kita harus siap dengan fluktuasi traffic. Ini akan sangat efektif jika demand pasar sedang naik. Namun, jika demand sedang turun, kita harus lebih berhati-hati. Karena Kang Kecap Official menjual pakaian anak yang sedang ramai demand-nya, saya makin yakin bahwa beralih ke ROAS ideal adalah langkah yang tepat. Langsung targetkan ROAS ideal untuk mengamankan profit.
Tentu, tujuan utama setiap penjual adalah profit. Namun, saya juga memahami ada kondisi di mana penjual perlu menghabiskan stok produk. Dalam kasus seperti itu, mempertahankan Auto dan mungkin menaikkan budget bisa menjadi pilihan yang berbeda, tergantung tujuan masing-masing seller.
Mengatasi Penjualan Produk Winning yang Menurun
Mas Rian Ilham menyampaikan bahwa ia memiliki produk yang sangat sukses, bahkan sudah terjual lebih dari 1000 unit dengan ulasan dan rating yang sangat baik. Namun, setelah bulan puasa, penjualan produk ini anjlok drastis.
Ia telah mencoba berbagai strategi periklanan. Awalnya, ia menggunakan iklan individual dengan ROAS, namun budget Rp5.000-Rp15.000 tidak efektif. Setelah melihat konten saya, ia beralih ke ROAS Auto, namun hasilnya juga masih stagnan. Ia bahkan sudah mencoba mengganti foto produk, yang terbukti meningkatkan CTR produk lain, tetapi tidak pada produk ini. CTR produknya tetap di angka empat.
Ia sempat berpikir untuk mengubah judul dan deskripsi. Saya berpendapat, jika produk tersebut pernah winning dan permintaannya masih bagus, lebih baik 'move on' dengan mengunggah produk baru. Biarkan produk yang lama tetap dengan setelan winning dan iklan yang sama, tetapi fokus pada produk baru. Jangan menyalahkan judul atau foto, karena produk itu pernah winning dengan market dan platform yang sama.
Penting untuk mengecek kembali kondisi pasar. Jika pasar memang sedang lesu, sulit untuk mendongkrak penjualan. Bagi saya pribadi, lebih mudah untuk meluncurkan produk baru, bahkan yang belum memiliki bintang atau ulasan, daripada terus-menerus mencoba menghidupkan kembali produk yang mengalami penurunan drastis. Produk baru seringkali memiliki potensi lebih besar untuk menarik perhatian.
Yang Mas Rian sayangkan adalah produk ini sudah memiliki 1000+ ulasan dan rating tinggi. Namun, perlu diingat, jika toko Anda sudah berstatus Star Seller atau memiliki banyak bintang, mengunggah produk baru tidak akan membuat pembeli kehilangan kepercayaan. Apalagi jika produknya sejenis; misalnya, jika produk Anda adalah 'pencukur janggut', ulasan dari produk pencukur janggut lain di toko Anda akan tetap muncul, sehingga tingkat kepercayaan pembeli pada toko Anda tetap terjaga.
Mas Rian juga sempat bertanya apakah penurunan ini karena harga yang tidak kompetitif, sebab ia sempat menaikkan harga produk. Tentu, masalah harga yang tidak kompetitif memang menjadi dilema. Namun, terlalu fokus pada harga bisa membuat kita terjebak dalam perang harga yang tak berujung. Kadang, fokus pada nilai dan inovasi produk baru lebih menguntungkan. Jadi, jangan risau dan 'move on' saja.
Waktu kita terbatas malam ini. Terima kasih teman-teman yang sudah bergabung dan berbagi cerita. Semoga insight malam ini bermanfaat. Jangan lupa, bootcamp Batch 17 saya di ghanirozaqi.com sudah dibuka pendaftarannya dan akan dimulai akhir September. Sampai jumpa di lain kesempatan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 Response to "Diskusi Santai Seputar Periklanan, ROAS, dan Strategi Produk Winning di E-commerce"
Posting Komentar