Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Teman-teman.
Dalam artikel ini, saya ingin mengajak kita untuk praktik bersama cara menentukan pricing, khususnya bagi Anda yang sedang berpikir untuk menaikkan harga. Ini mungkin kurang relevan bagi yang baru memulai berjualan atau yang tidak ada niatan untuk menaikkan harga. Namun, tetap saya anjurkan untuk membaca, siapa tahu ada wawasan baru.
Jika Anda sudah ada niatan untuk menaikkan harga, artinya Anda kemungkinan besar sudah memiliki penjualan yang konsisten. Ini adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi strategi pricing Anda.
1. Pahami Harga Pokok Produksi (HPP) atau Harga Pokok Perolehan
Pertama, pastikan Anda memahami HPP produk Anda. Saya ingatkan ini karena masih ada sebagian seller yang belum tahu persis HPP mereka. Secara sederhana, HPP adalah biaya yang kita keluarkan yang berbanding lurus dengan kuantitas output atau perolehan kita. Ini tidak harus selalu biaya produksi, bisa juga biaya perolehan seperti impor atau reseller stok.
Beberapa komponen yang bijaknya masuk ke dalam HPP antara lain:
- Ongkir (Ongkos Kirim Perolehan): Meskipun kadang kita beli banyak ongkirnya lebih murah, namun secara total biaya ongkir akan membesar seiring dengan bertambahnya jumlah barang yang kita peroleh.
- Bahan Baku: Jelas, semakin banyak produksi, semakin banyak bahan baku yang dibutuhkan.
- Biaya Produksi/Jahit: Semakin banyak yang dijahit atau diproduksi, biayanya pun akan semakin besar.
- Listrik: Tergantung komponennya. Jika mesin produksi Anda sangat bergantung pada listrik dan memakan daya besar seiring produksi, maka bisa dimasukkan HPP. Namun, jika hanya untuk komputer atau keperluan umum yang biayanya relatif sama untuk produksi sedikit atau banyak, tidak perlu.
- Lakban & Plastik Packing: Saya menggolongkan ini sebagai HPP karena semakin banyak paket yang dikirim, semakin banyak biaya lakban dan plastik yang dikeluarkan.
HPP bisa berarti Harga Pokok Produksi atau Harga Pokok Perolehan. Jangan sampai Anda tidak tahu komponen penting ini.
2. Temukan 'Price Fit' di Pasar
Kedua, sebelum menentukan harga baru, kita perlu tahu di mana 'price fit' produk kita berada. Ada segmen pasar A, B, C, D, dan seterusnya, yang mana tidak melulu mencari yang termurah. Memang, pada umumnya orang mencari yang paling murah, tapi itu tidak selalu berlaku.
'Price fit' adalah titik harga di mana produk Anda diterima dengan baik oleh segmen pasar tertentu. Misalnya, Anda tidak mungkin menjual kaos seharga Rp200 juta, itu jelas tidak 'price fit'. Namun, jika Anda menjual kaos seharga Rp200.000, ada segmen yang bersedia membeli. Kisaran harga seperti Rp230.000 atau Rp250.000 mungkin juga memiliki 'price fit' tersendiri.
Intinya, market itu punya kesetimbangan harga untuk suatu kategori produk. Ini terbentuk dengan sendirinya di pasar. Contoh lain, tisu seharga Rp2 juta satu pack tentu tidak masuk akal karena tidak ada 'price fit' di sana.
3. Praktik Analisis Harga dengan Metode Tiring di Shopee
Sekarang, mari kita praktikkan cara menentukan 'price fit' dengan metode tiring di Shopee. Saya akan mencontohkan dengan kategori "flat shoes".
- Buka Shopee (versi desktop lebih mudah) dan cari keyword utama produk Anda, misalnya "flat shoes".
- Buka Google Sheets. Buat kolom untuk 'Range Harga' (Minimum-Maksimum) dan 'Total 10 Terlaris'.
- Buat rentang harga (tiring) di Google Sheets, contohnya:
- Rp0 - Rp50.000
- Rp50.000 - Rp100.000
- Rp100.000 - Rp150.000
- Rp150.000 - Rp200.000
- Rp200.000 ke atas
- Filter di Shopee berdasarkan rentang harga tersebut. Misalnya, masukkan batas harga Rp0-Rp50.000.
- Urutkan hasil pencarian berdasarkan 'Terlaris'.
- Catat total penjualan dari 10 produk terlaris pertama di setiap rentang harga ke Google Sheets Anda. Jangan lupa untuk membulatkan angka penjualan (misal 1.000 terjual) untuk memudahkan analisis awal.
Dari praktik ini, Anda akan melihat bahwa pasar tidak selalu didominasi oleh produk termurah. Ada segmen yang membeli produk di harga Rp100.000 atau bahkan di atas Rp150.000 dengan volume penjualan yang tinggi. Ini membuktikan bahwa 'price fit' itu beragam.
Misalnya, saat saya melakukan praktik untuk "flat shoes", saya menemukan bahwa:
- Range Rp0-Rp50.000: Marketnya sangat besar, minimal 10.000 unit terjual per bulan dari 10 produk teratas.
- Range Rp50.000-Rp100.000: Juga sangat besar, minimal 10.000 unit terjual.
- Range Rp100.000-Rp150.000: Sedikit lebih rendah, sekitar 8.000 unit terjual per bulan.
- Range Rp150.000-Rp200.000: Kembali menunjukkan angka yang tinggi, bisa mencapai 7.000-8.000 unit terjual.
- Range Rp200.000+: Masih banyak produk yang laku keras, bahkan ada yang mencapai 1.000 unit terjual.
Ini menunjukkan bahwa Anda tidak harus menjadi yang termurah untuk laku. Ada market di setiap segmen harga. Jadi, jika Anda ingin menaikkan harga, perhatikan data ini. Lebih realistis untuk naik dari Rp99.000 ke Rp151.000 misalnya, daripada hanya naik ke Rp110.000, jika data pasar menunjukkan segmen Rp150.000 ke atas memiliki potensi yang lebih besar.
Jangan ragu untuk menaikkan harga, karena marketnya ada. Ketakutan akan penurunan penjualan memang wajar, namun dengan data yang logis, Anda bisa membuat keputusan yang tepat. Tapi ingat, produk Anda juga harus sepadan dengan harga yang lebih tinggi. Jangan sampai produk murahan dijual mahal, nanti mengecewakan pembeli dan berujung pada bintang satu.
4. Solusi Praktis: GR RND Chrome Extension dari Ghani Rozaqi
Jika Anda merasa proses tiring manual di atas memakan waktu dan merepotkan, saya punya solusinya yang lebih praktis. Saya menciptakan sebuah alat bernama GR RND Chrome Extension yang akan membantu Anda melakukan analisis ini secara otomatis.
Dengan GR RND, Anda tidak perlu lagi mengecek satu per satu. Tools ini akan memberikan "pricing analysis" yang jelas, menunjukkan di mana saja ada lonjakan penjualan ("spike") di berbagai rentang harga. Sebagai contoh, dari analisis "flat shoes" menggunakan tools ini, terlihat jelas ada "spike" penjualan di pricing Rp50.000-Rp100.000, dan bahkan ada kenaikan lagi di rentang harga yang lebih tinggi seperti Rp96.000-Rp118.000 atau bahkan Rp150.000+.
Ini adalah fakta di lapangan. Saya pribadi pun sekarang sering tidak mencari yang termurah untuk produk tertentu, misalnya elektronik. Karena seringkali, barang murah hanya bagus di gambar, namun kualitasnya mengecewakan. Namun untuk barang "receh" seperti pulpen, saya mungkin tetap mencari yang termurah.
Untuk mendapatkan tools praktis ini, Anda bisa langsung mengunjungi website saya di ghanirozaqi.com. Cari "Tools Pamungkas Seller" dan pilih GR RND Chrome Extension. Harganya Rp500.000 untuk seumur hidup, tanpa biaya bulanan atau daftar ulang.
Menurut saya, investasi Rp500.000 untuk tools yang membantu Anda membuat keputusan harga strategis ini jauh lebih baik daripada "boncos" di iklan tanpa arah. Ini adalah investasi awal yang akan sangat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jangan ragu untuk eksplorasi lebih lanjut dan membuat keputusan bisnis yang cerdas.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0 Response to "Strategi Menentukan Pricing dan Kenaikan Harga yang Logis"
Posting Komentar